Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Edisi Paling Cuan dalam Sejarah karena Ini

Pebriansyah Ariefana

Senin, 04 Mei 2026 | 16:14 WIB
Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Edisi Paling Cuan dalam Sejarah karena Ini
Piala Dunia 2026 (suara.com)
baca 10 detik
  • FIFA menaikkan total dana distribusi tim menjadi 871 juta dolar untuk Piala Dunia 2026.

  • Setiap tim peserta minimal menerima 12,5 juta dolar untuk biaya persiapan dan bonus kualifikasi.

  • Fans memprotes kenaikan harga tiket yang melonjak drastis akibat sistem penetapan harga dinamis.

Suara.com - FIFA secara resmi menyepakati lonjakan distribusi dana peserta Piala Dunia 2026 hingga menyentuh angka 871 juta dolar.

Langkah ini diambil demi menyokong kebutuhan operasional tim di tengah perluasan jumlah peserta menjadi 48 negara.

Dikutip dari CNBC, namun di sisi lain kebijakan ini dibayangi oleh gelombang kritik tajam atas melambungnya harga tiket pertandingan secara signifikan.

Hasil pembagian grup Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Grup I dipastikan jadi grup neraka yang berisikan Prancis, Norwegia, Senegal, dan Irak. Cek daftarnya! [Dok. Philadelphia Soccer 2026]
Hasil pembagian grup Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Grup I dipastikan jadi grup neraka yang berisikan Prancis, Norwegia, Senegal, dan Irak. Cek daftarnya! [Dok. Philadelphia Soccer 2026]

Setiap asosiasi negara yang berhasil lolos ke babak kualifikasi dipastikan mengantongi dana minimal sebesar 12,5 juta dolar.

Anggaran tersebut terdiri atas biaya persiapan senilai 2,5 juta dolar serta bonus kelolosan sebesar 10 juta dolar.

Dana ini diproyeksikan untuk membantu pembiayaan perjalanan, fasilitas pelatihan, hingga penggajian staf selama kompetisi berlangsung di Amerika Utara.

Peningkatan anggaran ini dinilai sangat krusial bagi negara-negara yang bukan merupakan kekuatan tradisional dalam sepak bola dunia.

Republik Ceko melaju ke Piala Dunia 2026. (Instagram/@tsghoffenheim)
Republik Ceko melaju ke Piala Dunia 2026. (Instagram/@tsghoffenheim)

“Kontribusi tambahan kepada asosiasi sepak bola nasional ini memperkuat peran FIFA dalam mendistribusikan kembali kesuksesan komersial turnamen ke dalam ekosistem sepak bola global,” ujar Ricardo Fort.

Edisi 2026 akan menjadi sejarah baru dengan kehadiran empat negara debutan yakni Uzbekistan, Yordania, Curacao, dan Tanjung Verde.

baca juga

Meski hadiah meningkat drastis, para penggemar justru mengeluhkan sistem penetapan harga tiket yang mengikuti tren permintaan pasar.

Beberapa laporan menunjukkan bahwa harga tiket melonjak hingga sepuluh kali lipat dibandingkan dengan edisi Piala Dunia sebelumnya.

Harga tiket untuk laga fase grup terpantau berkisar dari 380 dolar hingga menembus angka 4.105 dolar di Los Angeles.

Bahkan pada platform penjualan kembali secara resmi terdapat tiket partai final yang dipasang dengan harga 11,5 juta dolar.

Pihak otoritas sepak bola dunia mengklaim tetap menyediakan kategori tiket murah mulai dari 60 dolar untuk pendukung tertentu.

Juru bicara FIFA menyatakan bahwa pihaknya fokus menjamin akses yang adil bagi penggemar lama maupun calon penonton baru.

“Sistem penetapan harga variabel selaras dengan tren industri di berbagai sektor olahraga dan hiburan, serta memastikan nilai pasar yang adil untuk sebuah acara,” tambah juru bicara tersebut.

Di tengah polemik harga, antusiasme publik dilaporkan tetap membeludak dengan total permintaan mencapai 508 juta pesanan.

“Penetapan harga tiket selalu menjadi topik sensitif untuk acara besar berskala ini,” ungkap Fort kembali memberikan analisisnya.

Menurutnya akan selalu ada kelompok penggemar yang merasa keberatan dengan harga tiket terutama untuk pertandingan kategori premium.

Meski demikian tren pasar di Amerika Serikat menunjukkan bahwa strategi harga tinggi tetap mampu diserap oleh tingginya permintaan.

Kontroversi lain terkait kemitraan komersial dan isu politik tampaknya tidak banyak mempengaruhi minat para pecinta sepak bola dunia.

“Secara historis, apa yang kami lihat adalah keterlibatan penggemar terhadap turnamen itu sendiri tetap sangat tangguh. Begitu kompetisi dimulai, fokus akan beralih dengan sangat cepat ke sepak bola,” kata Fort.

FIFA mencatatkan pertumbuhan finansial yang signifikan dengan total aset mencapai 9,48 miliar dolar pada laporan tahun 2025.

Piala Dunia 2026 merupakan edisi pertama yang diikuti oleh 48 tim dan diselenggarakan di tiga negara sekaligus yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

FIFA menaikkan total hadiah secara bertahap sejak Desember lalu sebagai bentuk redistribusi pendapatan dari hak siar dan pemasaran global.

Meskipun berstatus organisasi nirlaba, FIFA terus menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan keuntungan komersial dengan keterjangkauan akses bagi para penggemar di seluruh dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PSSI Restui Duel Persija vs Persib di Stadion GBK, Yunus Nusi: Agenda Timnas Indonesia Masih Lama

PSSI Restui Duel Persija vs Persib di Stadion GBK, Yunus Nusi: Agenda Timnas Indonesia Masih Lama

Bola | Senin, 04 Mei 2026 | 13:32 WIB

Iran Walk Out dari Kongres FIFA 2026, Infantino Takut dan Tunduk pada AS

Iran Walk Out dari Kongres FIFA 2026, Infantino Takut dan Tunduk pada AS

Bola | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:18 WIB

Muka Malu Infantino! Pencitraan di Panggung FIFA Ditolak Mentah-mentah Palestina

Muka Malu Infantino! Pencitraan di Panggung FIFA Ditolak Mentah-mentah Palestina

Bola | Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:11 WIB

Terkini

Automechanika Jadi Titik Temu Industri Otomotif Global di Indonesia

Automechanika Jadi Titik Temu Industri Otomotif Global di Indonesia

Otomotif | Sabtu, 19 September 2026 | 08:50 WIB

Komisi HAM Surati Kapolda Riau soal Dugaan Kekerasan Polisi ke Warga di Bengkalis

Komisi HAM Surati Kapolda Riau soal Dugaan Kekerasan Polisi ke Warga di Bengkalis

Riau | Sabtu, 19 September 2026 | 08:47 WIB

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:34 WIB

Daftar Skuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Disorot Media Asing, Pemanggilan Pemain Ini Dicibir

Daftar Skuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Disorot Media Asing, Pemanggilan Pemain Ini Dicibir

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 08:32 WIB

Hamzah bin Abdul Muthalib: Keteguhan Prinsip di Balik Sosok Sang Pemberani

Hamzah bin Abdul Muthalib: Keteguhan Prinsip di Balik Sosok Sang Pemberani

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 08:30 WIB

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 08:25 WIB

Status Terbaru Anak Purbaya: Emang Salah Kalau Bapak Dengerin Kritik dari Masyarakat?

Status Terbaru Anak Purbaya: Emang Salah Kalau Bapak Dengerin Kritik dari Masyarakat?

Entertainment | Sabtu, 19 September 2026 | 08:23 WIB

Intip Spesifikasi Kapal Induk Pertama Indonesia, Armada Usia 41 Tahun Hibah dari Italia

Intip Spesifikasi Kapal Induk Pertama Indonesia, Armada Usia 41 Tahun Hibah dari Italia

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:15 WIB

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 08:13 WIB

Donald Trump Tutup Akses Media Berseberangan: CNN Dilarang Liputan di Gedung Putih

Donald Trump Tutup Akses Media Berseberangan: CNN Dilarang Liputan di Gedung Putih

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:08 WIB

×