- Pep Guardiola menegaskan tetap melatih Manchester City untuk meraih tiga gelar domestik musim ini di Stadion Etihad.
- Manajemen klub yang suportif menjadi alasan utama Guardiola tetap setia dan berenergi memimpin skuad Manchester City.
- Guardiola kini lebih tenang menghadapi tekanan pertandingan dibandingkan musim lalu berkat lingkungan kerja yang sangat kondusif.
Suara.com - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan komitmennya di tengah rumor hengkang pada akhir musim. Ia memastikan tetap fokus membawa tim memburu treble domestik.
Guardiola mengaku kini menghadapi tekanan dengan lebih tenang, berbeda dengan musim sebelumnya. Lingkungan kerja yang suportif menjadi faktor utama yang membuatnya tetap berenergi di Stadion Etihad.
Saat ini, Manchester City berada di jalur perebutan tiga gelar domestik setelah menjuarai Carabao Cup dan melaju ke final Piala FA. Di Liga Inggris, mereka juga masih bersaing ketat dengan Arsenal.
Lebih Tenang Hadapi Tekanan
Guardiola mengakui tekanan tetap terasa menjelang pertandingan, tetapi tidak lagi membebani pikirannya sepanjang waktu.
“Menjelang pertandingan saya masih merasakannya, tetapi di antara laga saya jauh lebih tenang,” ujarnya.
Ia membandingkan dengan musim lalu saat terus memikirkan peluang lolos ke kompetisi Eropa.
“Musim lalu saya terus berpikir bagaimana jika kami tidak lolos ke Liga Champions,” katanya.
Pengalaman tersebut kini menjadi pelajaran penting dalam menghadapi situasi serupa.
Lingkungan Klub Jadi Kunci
Guardiola menegaskan alasan utamanya bertahan bukan sekadar trofi, melainkan lingkungan klub yang mendukung.
“Saya tidak akan bertahan selama ini tanpa lingkungan yang luar biasa,” tegasnya.
Ia menyebut manajemen klub sangat memperhatikan detail kecil, sehingga pemain dan staf bisa fokus pada pekerjaan utama di lapangan.
Menurutnya, sistem kerja yang rapi membuat seluruh elemen tim merasa nyaman dan dihargai.
Bukti Dukungan di Masa Sulit
Guardiola juga menyinggung sikap klub saat pandemi COVID-19. Ia menilai manajemen menunjukkan kepedulian nyata dengan tidak melakukan pemotongan gaji maupun pemutusan hubungan kerja.
“Di masa tersulit, mereka selalu ada,” ujarnya.
Pengalaman tersebut memperkuat loyalitas banyak pihak terhadap klub, termasuk para pemain yang sudah hengkang.
Fokus Sapu Bersih Gelar
Kini, fokus utama Manchester City adalah menyapu bersih tiga gelar domestik musim ini.
Setelah menjuarai Carabao Cup, mereka akan menghadapi Chelsea di final Piala FA. Sementara di Liga Inggris, kemenangan demi kemenangan menjadi kunci untuk mengejar puncak klasemen.
Guardiola pun menegaskan masih memiliki energi besar untuk terus memimpin timnya hingga akhir musim.