-
FIFA resmi memberlakukan sanksi larangan bertanding Gianluca Prestianni secara global akibat tindakan homofobik.
-
Pemain Benfica ini terancam melewatkan dua pertandingan pembuka Argentina di Grup J Piala Dunia.
-
Sanksi ini merujuk pada insiden penghinaan terhadap Vinicius Jr di kompetisi Liga Champions.
Suara.com - Langkah Gianluca Prestianni untuk memperkuat Timnas Argentina di putaran final Piala Dunia 2026 kini terganjal tembok besar aturan disiplin FIFA.
Federasi sepak bola dunia tersebut resmi memperluas jangkauan hukuman larangan bertanding sang pemain akibat tindakan homofobik yang dilakukannya.
Kebijakan ini memastikan bahwa hukuman yang semula hanya berlaku di kompetisi Eropa kini memiliki dampak hukum secara internasional.
![Striker Real Madrid Kylian Mbappe, melontarkan tuduhan serius usai laga Liga Champions melawan Benfica di Estadio da Luz. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/18/40464-gianluca-prestianni.jpg)
Jika Prestianni dipanggil masuk skuat, ia dipastikan absen dalam dua laga awal fase grup Argentina.
Keputusan ini menjadi peringatan keras bagi para atlet profesional mengenai konsekuensi tindakan diskriminasi di lapangan hijau.
FIFA secara resmi mengumumkan kebijakan ini setelah mendapatkan permintaan koordinasi dari otoritas sepak bola Eropa, UEFA.
“Komite Disiplin FIFA telah memutuskan untuk memperluas sanksi larangan enam pertandingan yang dijatuhkan UEFA kepada pemain SL Benfica Gianluca Prestianni agar berlaku di seluruh dunia,” ujar juru bicara FIFA pada Rabu waktu setempat, seperti dikutip dari Al Jazeera.
![Sebut Vinicius Jr Monyet, Gianluca Prestianni Bikin Legenda Dunia Ngamuk: Jangan Jadi Pengecut! [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/18/58278-gianluca-prestianni.jpg)
Implementasi perluasan hukuman ini merujuk pada regulasi internal yang sangat ketat mengenai perilaku pemain di kancah global.
“Sanksi tersebut telah diperluas sesuai dengan Pasal 70 Kode Disiplin FIFA,” lanjut juru bicara tersebut.
Langkah ini menutup celah bagi pemain untuk menghindari hukuman dengan berpindah yurisdiksi pertandingan antarbenua.
Masalah hukum ini berakar dari ketegangan yang terjadi pada laga bergengsi Liga Champions bulan Februari lalu.
Pemain sayap Benfica tersebut dituding melontarkan kata-kata cacian yang bersifat homofobik kepada bintang Real Madrid, Vinicius Jr.
Insiden panas itu pecah saat kedua tim bertarung dalam babak playoff yang berakhir dengan kemenangan Madrid.
UEFA semula menjatuhkan skorsing enam laga, namun tiga di antaranya merupakan hukuman percobaan dengan masa pengawasan.
Prestianni sendiri baru menjalani satu laga hukuman saat ia absen membela Benfica di pertemuan kedua melawan Madrid.