- Hidetoshi Nakata menjadi pionir pesepak bola Jepang yang sukses berkompetisi di liga elite Serie A Italia sejak 1998.
- Nakata berperan penting membawa Jepang menembus Piala Dunia pertama tahun 1998 serta mencapai fase gugur pada 2002.
- Keberhasilan dan mentalitas Nakata membuka jalan bagi talenta Asia berkarier di Eropa serta menginspirasi Timnas Jepang kini.
Popularitasnya saat itu juga sangat besar. Gaya hidup modern dan penampilannya membuat Nakata menjadi ikon budaya pop Jepang, bukan sekadar pesepak bola.
3. Tangisan Perpisahan di Jerman
Piala Dunia 2006 menjadi turnamen terakhir Nakata sebagai pesepak bola profesional.
Kekalahan Jepang dari Brasil di fase grup menjadi akhir perjalanan kariernya. Setelah peluit panjang berbunyi, Nakata terlihat menangis di tengah lapangan.
Momen emosional itu kemudian menjadi simbol keputusan pensiun dini yang diambilnya pada usia 29 tahun.
Warisan Besar untuk Jepang
Setelah pensiun, Nakata melakukan perjalanan keliling 47 prefektur di Jepang. Dari sana, ia menemukan ketertarikan baru terhadap budaya tradisional Jepang.
Ia kemudian mendirikan bisnis sake untuk mendukung para pengrajin lokal dan melestarikan budaya tradisional Jepang.
Di dunia sepak bola, Nakata meninggalkan warisan besar sebagai pelopor pemain Asia di Eropa. Jejaknya membuka jalan bagi generasi berikutnya seperti Keisuke Honda, Shinji Kagawa, hingga Takefusa Kubo.
Mentalitas berani dan pantang takut milik Nakata kini menjadi inspirasi bagi Timnas Jepang dalam menatap Piala Dunia 2026.