Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati

Galih Prasetyo

Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:33 WIB
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati
Nama Ademir de Menezes mungkin tidak setenar Pele atau Ronaldo di era sepak bola modern, tetapi bagi Brasil, ia adalah salah satu striker paling mematikan sepanjang sejarah. [Conmebol.com]
baca 10 detik
  • Ademir de Menezes adalah penyerang legendaris Brasil yang sukses meraih gelar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 1950.
  • Pada Piala Dunia 1950, Brasil mengalami kekalahan tragis 1-2 dari Uruguay di Stadion Maracana yang disebut Maracanazo.
  • Gangguan tekanan politik, media, dan persiapan yang kacau menjadi penyebab utama kegagalan Brasil meraih gelar juara dunia.

Suara.com - Nama Ademir de Menezes mungkin tidak setenar Pele atau Ronaldo di era sepak bola modern, tetapi bagi Brasil, ia adalah salah satu striker paling mematikan sepanjang sejarah.

Ademir menjadi simbol kejayaan sekaligus luka mendalam sepak bola Brasil pada era 1950-an.

Lahir di Recife pada 8 November 1922, Ademir dengan julukan Queixada atau Si Rahang karena bentuk dagunya yang khas.

Di lapangan, ia ditakuti berkat kecepatan, teknik tinggi, dan penyelesaian akhir mematikan dengan kedua kaki.

Karier profesional Ademir dimulai bersama Sport Club do Recife sebelum namanya melejit bersama CR Vasco da Gama.

Ademir juga sempat memperkuat Fluminense FC sebelum kembali menjadi ikon Vasco hingga pensiun.

Bersama Vasco, Ademir memenangkan lima gelar Campeonato Carioca dan menjadi top skor liga Rio pada 1949 serta 1950.

Ketajamannya membuatnya dianggap sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di Amerika Selatan pada masanya.

Piala Dunia 1950 Trauma Terbesar Rakyat Brasil

baca juga

Puncak karier Ademir datang di Piala Dunia 1950. Namun Piala Dunia edisi ini juga bisa dibilang sebagai patah hati terbesar rakyat Brasil.

Bermain bersama Zizinho dan Jair, Ademir tampil luar biasa dengan mencetak sembilan gol dan enam assist sepanjang turnamen.

Catatan itu membuatnya menjadi top skor Piala Dunia 1950 sekaligus peraih Golden Boot.

Ademir juga mencetak gol kompetitif pertama di Stadion Maracana, stadion yang kelak menjadi saksi tragedi terbesar sepak bola Brasil.

Brasil saat itu nyaris pasti menjadi juara dunia setelah tampil dominan sepanjang turnamen.

Namun semuanya runtuh pada laga penentuan melawan Uruguay di Maracana Stadium.

Selecao kalah 1-2 dari Uruguay dalam pertandingan yang kemudian dikenal sebagai Maracanazo.

Kekalahan itu menjadi trauma nasional yang membekas selama puluhan tahun.

Insiden Maracanazo

Dilansir dari ESPN, kekalahan tragis Brasil dari Uruguay di final Piala Dunia 1950 ternyata menyimpan banyak kisah di balik layar.

Jauh sebelum tragedi Maracanazo terjadi di Stadion Maracana, suasana di kamp timnas Brasil sudah dipenuhi kekacauan, tekanan politik, hingga euforia berlebihan yang mengganggu fokus pemain.

Skuat Brasil awalnya menjalani turnamen dengan tenang di sebuah mansion terpencil di kawasan Joa, Rio de Janeiro.

Lokasi itu dipilih kapten tim Augusto da Costa agar para pemain terisolasi dari hiruk-pikuk kota dan tekanan publik.

“Kami hanya benar-benar sadar saat hari pertandingan tiba. Setelah bermain, kami kembali santai, kadang sambil minum anggur,” kenang kiper legendaris Brasil, Moacyr Barbosa.

Namun semuanya berubah drastis menjelang laga final melawan Uruguay pada 16 Juli 1950.

Skuat Brasil dipindahkan ke kompleks Stadion São Januário yang jauh lebih ramai dan mudah diakses publik.

Perpindahan itu justru membuka pintu bagi kekacauan. Para pemain terus didatangi politikus, selebritas, sponsor, hingga media yang menganggap Brasil sudah pasti menjadi juara dunia.

Bek Brasil, Bigode, mengaku para pemain bahkan kesulitan tidur akibat kebisingan dan asap pabrik di sekitar hotel tim.

Ademir, juga mengalami tekanan mental aneh menjelang pertandingan.

Ia sempat dibawa ke rumah sakit untuk memberkati seorang bocah yang akan menjalani operasi.

“Setelah kembali ke hotel saya tidak bisa tidur. Saya terus memikirkan kenapa anak itu memperlakukan saya seperti orang suci,” kata Ademir.

Saat final, Ademir dkk masih harus menghadiri misa gereja dan menerima kunjungan dua kandidat presiden Brasil yang datang memberikan pidato motivasi.

Situasi itu membuat gelandang bintang Brasil, Zizinho, akhirnya kehilangan kesabaran.

Brasil akhirnya tiba di Maracana Stadium beberapa jam sebelum kickoff.

Karena jadwal yang kacau, pemain bahkan disebut hanya makan roti isi ham dan keju sebelum beristirahat di ruang ganti yang masih berbau semen baru.

Hari itu, Maracana dipadati lebih dari 170 ribu penonton resmi, meski banyak pihak percaya jumlah aslinya mendekati 200 ribu orang.

Atmosfer raksasa itu menjadi salah satu tekanan terbesar yang pernah dihadapi pemain Brasil.

Di sisi lain, Uruguay datang dengan mental berbeda.

Kapten Uruguay, Obdulio Varela, menggunakan pemberitaan media Brasil yang terlalu percaya diri sebagai bahan bakar motivasi timnya.

Uruguay bahkan disebut menempelkan headline koran Brasil di area toilet hotel untuk membakar semangat pemain.

Tim berjuluk La Celeste itu datang sebagai underdog yang merasa diremehkan.

Brasil sempat unggul lebih dulu di babak kedua lewat gol Friaca.

Namun Uruguay bangkit melalui Juan Alberto Schiaffino dan Alcides Ghiggia untuk menang 2-1 dalam salah satu kejutan terbesar sepanjang sejarah sepak bola dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Serang FIFA: Harga Tiket Piala Dunia 2026 Kemahalan!

Donald Trump Serang FIFA: Harga Tiket Piala Dunia 2026 Kemahalan!

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:08 WIB

Profil Timnas Ekuador: Kuda Hitam Piala Dunia dengan Regenerasi Pemain Muda Berbakat

Profil Timnas Ekuador: Kuda Hitam Piala Dunia dengan Regenerasi Pemain Muda Berbakat

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:58 WIB

Profil Timnas Arab Saudi: Elang Hijau Siap Bikin Kejutan Lagi di Piala Dunia 2026

Profil Timnas Arab Saudi: Elang Hijau Siap Bikin Kejutan Lagi di Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:54 WIB

Mustapha Hadji, Maestro Lapangan Tengah  Maroko yang Bersinar di Piala Dunia 1998

Mustapha Hadji, Maestro Lapangan Tengah Maroko yang Bersinar di Piala Dunia 1998

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:41 WIB

Profil Timnas Pantai Gading: Generasi Baru Gajah Afrika Siap Mengguncang Piala Dunia 2026

Profil Timnas Pantai Gading: Generasi Baru Gajah Afrika Siap Mengguncang Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:35 WIB

Terkini

11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah

11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 15:51 WIB

Eks Pj Bupati hingga Ketua DPRD Bekasi Diperiksa KPK, Kasus Suap Rp11,4 Miliar Memanas

Eks Pj Bupati hingga Ketua DPRD Bekasi Diperiksa KPK, Kasus Suap Rp11,4 Miliar Memanas

Bekaci | Selasa, 22 September 2026 | 15:51 WIB

Sustainable Lifestyle dan Budaya Konsumtif: Peduli atau Cuma Ikut-ikutan?

Sustainable Lifestyle dan Budaya Konsumtif: Peduli atau Cuma Ikut-ikutan?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 15:50 WIB

8 Gejala Influenza Tipe A yang Harus Diwaspadai, Super Flu Sering Dianggap Flu Biasa

8 Gejala Influenza Tipe A yang Harus Diwaspadai, Super Flu Sering Dianggap Flu Biasa

Health | Selasa, 22 September 2026 | 15:50 WIB

bank bjb dan UPI Bersinergi Kembangkan Pendidikan, Penelitian hingga Layanan Perbankan

bank bjb dan UPI Bersinergi Kembangkan Pendidikan, Penelitian hingga Layanan Perbankan

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 15:49 WIB

Wacana Capres Wajib Didukung Minimal 2 Parpol Bergulir, Begini Respons Puan Maharani

Wacana Capres Wajib Didukung Minimal 2 Parpol Bergulir, Begini Respons Puan Maharani

News | Selasa, 22 September 2026 | 15:47 WIB

Kode Promo Tiket.com September 2026, AdaCashback Spesial BRI

Kode Promo Tiket.com September 2026, AdaCashback Spesial BRI

Bri | Selasa, 22 September 2026 | 15:46 WIB

Esensi Teror Berdarah di Balik Manisnya Es Krim dalam Film Ice Cream Man

Esensi Teror Berdarah di Balik Manisnya Es Krim dalam Film Ice Cream Man

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 15:45 WIB

KPK Periksa 9 Saksi, Kasus Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Unsoed Meluas

KPK Periksa 9 Saksi, Kasus Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Unsoed Meluas

News | Selasa, 22 September 2026 | 15:44 WIB

Hadir di ICCE 2026, BRI Ungkap Strategi Hadapi Era AI dengan Etika dan Inovasi!

Hadir di ICCE 2026, BRI Ungkap Strategi Hadapi Era AI dengan Etika dan Inovasi!

Bri | Selasa, 22 September 2026 | 15:41 WIB

×