-
Laga kandang Persija Jakarta melawan Persib Bandung resmi dipindahkan ke Stadion Segiri Samarinda.
-
Paulo Ricardo merasa kecewa namun tetap optimistis mampu membawa Persija meraih tiga poin penuh.
-
Macan Kemayoran fokus mempertahankan identitas permainan demi memenangkan duel klasik menghadapi Persib Bandung.
Suara.com - Pemindahan lokasi pertandingan pekan ini memaksa Persija Jakarta untuk memburu poin penuh di luar markas utama mereka.
Stadion Segiri di Samarinda terpilih menjadi lokasi baru untuk menjamu Persib Bandung pada Minggu sore mendatang.
Keputusan ini menjadi tantangan berat bagi Macan Kemayoran yang selama ini sangat tangguh ketika tampil di Jakarta.
![Paulo Ricardo Bongkar Gaya Mainnya, Persija Jakarta Dapat Bek Modern [Instagram Persija]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/24/55646-paulo-ricardo.jpg)
Kehilangan dukungan masif dari Jakmania di stadion sendiri diakui memberikan dampak emosional bagi para pemain.
Kendati demikian manajemen dan tim tetap mematok standar tinggi untuk mengamankan posisi di klasemen liga.
Bek asing Persija Paulo Ricardo mengungkapkan perasaannya mengenai perubahan mendadak lokasi pertandingan bertajuk duel klasik tersebut.
![Bek Persija, Fajar Fathurrahman. [Dok. IG Fajar Fathurrahman]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/23/63968-bek-persija-fajar-fathurrahman.jpg)
Ia menekankan bahwa Jakarta memiliki ikatan batin yang sangat kuat bagi performa seluruh elemen tim.
“Tentu saja kecewa. Jakarta adalah rumah kami. Seingat saya, pada pertandingan-pertandingan terakhir di Jakarta, kami bermain dengan sangat baik. Kami mengenal lapangannya, kami mengenal para penggemar di sana, dan kami menyukai stadionnya," ujar Paulo.
Meski harus terbang ke Kalimantan Timur sang pemain menegaskan bahwa semangat juang skuad tidak akan mengendur.
Profesionalisme menjadi kunci utama bagi setiap penggawa Persija untuk menghadapi situasi sulit di luar kendali.
Ambisi meraih kemenangan menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi oleh seluruh pemain Macan Kemayoran.
Paulo Ricardo memastikan rekan-rekannya tidak akan terpengaruh oleh faktor teknis pemindahan stadion saat berada di lapangan.
“Namun, kini tidak peduli mana pun kami bermain, kami akan bermain untuk menang. Itulah yang kami lakukan dan saya percaya itulah yang harus kami lakukan,” ucapnya.
Laga melawan Maung Bandung selalu memiliki tensi tinggi karena rivalitas sejarah panjang kedua klub besar tersebut.
Meski begitu bek asal Brasil ini meminta tim untuk tetap tenang dan menganggapnya sebagai laga normal.
Konsentrasi penuh pada skema pelatih lebih diutamakan daripada memikirkan tekanan dari basis penggemar yang luar biasa.
Paulo Ricardo menyadari besarnya antusiasme publik sepak bola nasional yang menantikan hasil akhir dari pertandingan panas ini.
"Saya tahu ini pertandingan penting. Saya tahu kedua tim sangat besar dan memiliki basis penggemar yang masif," jelasnya.
Baginya kunci kemenangan adalah tetap menjaga ritme permainan yang sudah dibangun sejak awal musim kompetisi bergulir.
Pengalaman bertanding di level tinggi diharapkan mampu meredam tekanan atmosfer di Stadion Segiri nanti.
Persija Jakarta berkomitmen memberikan tontonan berkualitas sekaligus hasil maksimal bagi para pendukung setianya di rumah.
"Tapi ini tetaplah sebuah pertandingan. Pertandingan yang penting, namun tetap sebuah permainan," ia menjelaskan.
Kemenangan di Samarinda akan menjadi bukti bahwa Macan Kemayoran mampu beradaptasi dalam kondisi apa pun.
Persiapan fisik dan taktik terus dimatangkan agar aliran bola tetap mengalir sesuai karakter menyerang tim.
"Kami harus tetap bermain dengan cara kami sendiri," katanya.
Pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung merupakan salah satu partai terbesar dalam kompetisi sepak bola Indonesia.
"Tidak peduli meskipun ini jenis pertandingan yang berbeda, yang melibatkan banyak hal, disaksikan di seluruh negeri, kami tetap harus memberikan yang terbaik,” tutur bek berusia 31 tahun itu.
Laga ini terpaksa digeser ke Samarinda karena kendala izin penggunaan stadion di Jakarta pada jadwal semula.
Persija kini harus berjuang ekstra keras menjaga asa juara tanpa kehadiran penuh puluhan ribu suporter fanatiknya.
Pertemuan di Stadion Segiri akan menjadi ujian kematangan mental bagi skuad asuhan pelatih Persija saat ini.