Sepak bola Amerika Serikat mengalami lonjakan minat dan partisipasi masif menjelang perhelatan Piala Dunia 2026.
CEO Federasi Sepak Bola AS, JT Batson, menekankan pentingnya ketersediaan jalur karier yang jelas bagi para atlet.
"Anda memiliki pasar yang telah tumbuh di mana orang-orang dapat memiliki karier nyata dalam olahraga kami," ungkap Batson.
Major League Soccer (MLS) kini telah berkembang pesat hingga memiliki 30 tim sejak memulai debutnya pada tahun 1996.
Struktur liga juga diperkuat dengan kehadiran divisi bawah seperti MLS Next Pro dan USL Championship yang terus berekspansi.
Sektor sepak bola wanita tidak kalah progresif dengan rencana penambahan tim di Atlanta serta Columbus pada tahun 2028.
Bek Timnas AS dan Charlotte FC, Tim Ream, merefleksikan betapa sulitnya menjadi pemain profesional pada masa lampau.
"Sangat mudah untuk melupakan betapa langkanya bermain secara profesional di level mana pun pada tahun 1994," tutur Ream.
Ream mengenang masa kecilnya saat menyaksikan Piala Dunia 1994 di mana siaran sepak bola di televisi masih sangat langka.
Kini, teknologi digital memungkinkan siapa saja untuk menyaksikan pertandingan favorit mereka hanya melalui genggaman tangan.
Ketersediaan fasilitas lapangan berstandar internasional juga semakin merata di berbagai negara bagian untuk mendukung hobi masyarakat.
Piala Dunia FIFA mendatang akan diselenggarakan secara kolaboratif oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan juga Kanada.
Momen ini membangkitkan memori keberhasilan Piala Dunia 1994 yang menjadi titik balik awal popularitas sepak bola di Negeri Paman Sam.
Turnamen edisi 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga laga final yang sangat dinantikan pada 19 Juli.