-
Serikat pekerja California mengadu ke Jaksa Agung terkait pelanggaran privasi data oleh FIFA.
-
Proses akreditasi Piala Dunia 2026 berisiko memicu target operasi deportasi oleh agen ICE.
-
Ribuan pekerja Stadion SoFi terpaksa menyerahkan data sensitif demi mempertahankan pekerjaan mereka.
Suara.com - Proses akreditasi Piala Dunia 2026 memicu krisis privasi serius bagi ribuan pekerja di Stadion SoFi, California.
Ribuan staf lapangan kini terancam oleh potensi pengawasan ketat dari otoritas imigran federal akibat pengumpulan data pribadi.
Kebijakan FIFA mewajibkan penyerahan informasi sensitif yang diduga melanggar Undang-Undang Privasi Konsumen California (CCPA).
![Hasil pembagian grup Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Grup I dipastikan jadi grup neraka yang berisikan Prancis, Norwegia, Senegal, dan Irak. Cek daftarnya! [Dok. Philadelphia Soccer 2026]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/01/42223-logo-piala-dunia-2026.jpg)
Langkah hukum telah diambil oleh serikat UNITE HERE Local 11 melalui pengaduan resmi kepada Jaksa Agung California.
Kekhawatiran utama muncul karena data kewarganegaraan dan alamat rumah dapat disalahgunakan untuk target operasi keamanan.
Para pekerja dipaksa menyerahkan nomor jaminan sosial hingga negara kelahiran sebagai syarat mutlak bekerja di turnamen.
"FIFA sekarang membahayakan para pekerja di AS yang memungkinkan penyelenggaraan Piala Dunia terjadi," bunyi kutipan dalam pengaduan tersebut dikutip dari FOX.
Sistem akreditasi ini dianggap menciptakan dilema antara kebutuhan mencari nafkah dan perlindungan hak asasi manusia.
"Proses akreditasi FIFA bertentangan dengan hukum California dan slogan 2026 bahwa 'Sepak Bola Menyatukan Dunia'. Pekerja stadion adalah tulang punggung pengalaman Piala Dunia bagi penggemar — mereka dengan bangga menyiapkan makanan, menyajikan minuman, dan membersihkan stadion," tegas serikat tersebut.
Prosedur tersebut mewajibkan persetujuan pembagian data kepada pihak ketiga untuk kepentingan pemeriksaan latar belakang keamanan secara menyeluruh.
Pihak FBI mengonfirmasi bahwa Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menjadi mitra utama dalam memverifikasi data akreditasi.
Intervensi lembaga federal ini meningkatkan ketakutan akan kehadiran agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) di lokasi pertandingan.
"Proses ini telah menempatkan pekerja stadion dalam ikatan yang mustahil karena harus memilih antara mata pencaharian mereka dan hak privasi mereka di bawah hukum California," jelas pernyataan resmi UNITE HERE.
Meskipun peran pastinya belum dipastikan, Direktur Pelaksana ICE Todd Lyons menyebut lembaganya memegang peran kunci dalam keamanan turnamen.
Serikat pekerja kini menuntut jaminan publik bahwa agen imigrasi tidak akan berkeliaran di area Stadion SoFi selama laga.