Nils Liedholm: Gelandang Elegan nan Garang, Pahlawan Swedia di Piala Dunia 1958

Arif Budi

Minggu, 10 Mei 2026 | 13:02 WIB
Nils Liedholm: Gelandang Elegan nan Garang, Pahlawan Swedia di Piala Dunia 1958
Legenda Swedia, Nils Liedholm. (Dok.AC Milan)
baca 10 detik
  • Nils Liedholm merupakan gelandang legendaris Swedia yang meraih kesuksesan besar bersama AC Milan serta meraih medali emas Olimpiade 1948.
  • Liedholm memimpin tim nasional Swedia sebagai kapten hingga mencapai partai final Piala Dunia 1958 melawan tim nasional Brasil.
  • Setelah pensiun, ia sukses menjadi pelatih dengan mempersembahkan gelar Serie A bagi AC Milan dan membawa AS Roma berjaya.

Suara.com - Pada era keemasan sepak bola Swedia di tahun 1950-an, muncullah salah satu talenta terbaik yang pernah mereka miliki yaitu Nils Liedholm.

Ia adalah seorang gelandang yang bermain dengan keanggunan, namun berubah menjadi predator buas saat mendapatkan peluang di depan gawang.

Untuk ukuran seorang gelandang di masanya, ia sangat produktif dengan torehan 127 gol dari 477 penampilan.

Bakatnya yang istimewa sudah terlihat sejak usia dini. Direkrut oleh Valdemarsviks IF saat baru berusia 9 tahun, permainannya terus berkembang hingga akhirnya ia bergabung dengan salah satu klub terbesar Swedia saat itu, IFK Norrkoping pada tahun 1946.

Puncak kariernya terukir di Italia bersama AC Milan. Di sana, ia menjadi otak dari trio legendaris Swedia yang dikenal sebagai 'Gre-No-Li' bersama Gunnar Gren dan Gunnar Nordahl.

Bersama Rossoneri, Liedholm sukses merengkuh berbagai gelar, termasuk empat trofi Serie A.

Ia bahkan nyaris mempersembahkan trofi Piala Champions (kini Liga Champions) pada musim 1957-58.

Meskipun AC Milan harus takluk 2-3 dari Real Madrid di final, permainan menawan mereka mendapatkan pengakuan.

Bintang Real Madrid saat itu, Alfredo Di Stefano bahkan menyebut bahwa Milan lebih layak menjadi juara.

baca juga

Sebagai bentuk penghormatan, Di Stefano secara khusus meminta bertukar kostum dengan Liedholm seusai laga.

Di panggung internasional, Liedholm menjadi aktor utama saat Swedia meraih medali emas cabang sepak bola di Olimpiade 1948.

Momen Ikonik Piala Dunia

Momen paling tak terlupakan bagi Nils Liedholm terjadi pada perhelatan Piala Dunia 1958.

Sebagai kapten, ia secara heroik berhasil memimpin Swedia yang saat itu berstatus sebagai tuan rumah, melaju hingga ke partai final.

Di laga puncak, mereka berhadapan dengan tim fenomenal Brasil yang diperkuat oleh seorang remaja ajaib bernama Pele.

Liedholm sempat memberikan harapan bagi negaranya saat ia mencetak gol pembuka yang indah pada menit keempat.

Namun, pada akhirnya Brasil terbukti terlalu kuat dan berhasil membalikkan keadaan untuk menang dengan skor 5-2.

Warisan Nils Liedholm

Setelah gantung sepatu, Liedholm melanjutkan kariernya sebagai pelatih yang tak kalah sukses.

Ia berhasil membawa Verona dan Varese promosi ke Serie A. Ia juga sempat beberapa kali kembali ke mantan klubnya, AC Milan sebagai pelatih dan sukses mempersembahkan gelar Serie A pada musim 1978-79.

Puncak kesuksesan kepelatihannya terjadi saat menukangi AS Roma. Ia berhasil membawa Giallorossi menjuarai Serie A musim 1982-83 dan meraih tiga gelar Coppa Italia.

Ia bahkan nyaris mengantar Roma menjadi juara Liga Champions jika tidak kalah adu penalti dari Liverpool di partai final.

Meskipun kebesarannya telah berlalu lebih dari setengah abad, nama Nils Liedholm tetap menjadi inspirasi abadi bagi sepak bola Swedia.

Di kota kelahirannya, Valdemarsvik, namanya diabadikan menjadi sebuah turnamen sepak bola usia muda, memastikan warisannya akan terus hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Bintang Muda Asia Siap Guncang Piala Dunia 2026, Nestory Irankunda Hingga Ibrahim Sabra

4 Bintang Muda Asia Siap Guncang Piala Dunia 2026, Nestory Irankunda Hingga Ibrahim Sabra

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:05 WIB

Pesan Haru Lionel Messi Agar Neymar Kembali Jadi Tulang Punggung Brasil di Piala Dunia 2026

Pesan Haru Lionel Messi Agar Neymar Kembali Jadi Tulang Punggung Brasil di Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Pekerja Stadion SoFi Los Angeles Gugat FIFA Jelang Kick Off Piala Dunia 2026 Karena Ini

Pekerja Stadion SoFi Los Angeles Gugat FIFA Jelang Kick Off Piala Dunia 2026 Karena Ini

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:21 WIB

Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026 di Tengah Perang dengan Amerika Serikat dan Israel

Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026 di Tengah Perang dengan Amerika Serikat dan Israel

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:35 WIB

Gianni Infantino Minta Lionel Messi Tidak Pensiun Usai Piala Dunia 2026

Gianni Infantino Minta Lionel Messi Tidak Pensiun Usai Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:16 WIB

Terkini

Neymar Akhirnya Debut di Piala Dunia 2026, Suporter Brasil Langsung Meledak di Stadion

Neymar Akhirnya Debut di Piala Dunia 2026, Suporter Brasil Langsung Meledak di Stadion

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:40 WIB

FIFA Hukum Assim Madibo 5 Laga Usai Bikin Bintang Kanada Patah Kaki di Piala Dunia 2026

FIFA Hukum Assim Madibo 5 Laga Usai Bikin Bintang Kanada Patah Kaki di Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:33 WIB

Dibantai Timnas Brasil 0-3, Legenda Skotlandia Sebut Timnya Memalukan

Dibantai Timnas Brasil 0-3, Legenda Skotlandia Sebut Timnya Memalukan

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:24 WIB

Menjajal Sepatu Andalan Rizky Ridho, Senjata Bek Timnas Indonesia di Lapangan

Menjajal Sepatu Andalan Rizky Ridho, Senjata Bek Timnas Indonesia di Lapangan

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:10 WIB

Pernah 'Ngerjain' Skuad Garuda, Qatar Kena Karma dan Tersingkir Tragis dari Piala Dunia 2026

Pernah 'Ngerjain' Skuad Garuda, Qatar Kena Karma dan Tersingkir Tragis dari Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:40 WIB

Neymar Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Kini Sejajar dengan Pele dan Cafu

Neymar Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Kini Sejajar dengan Pele dan Cafu

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:05 WIB

Marselino Ferdinan Ditawari Kontrak Baru dari Oxford United

Marselino Ferdinan Ditawari Kontrak Baru dari Oxford United

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:31 WIB

Vinicius Jr Samai Rekor Ronaldo hingga Neymar usai Brasil Bantai Skotlandia di Piala Dunia 2026

Vinicius Jr Samai Rekor Ronaldo hingga Neymar usai Brasil Bantai Skotlandia di Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:54 WIB

Ismael Saibari Jadi Pemain Afrika Pertama yang Selalu Cetak Gol di Fase Grup Piala Dunia 2026

Ismael Saibari Jadi Pemain Afrika Pertama yang Selalu Cetak Gol di Fase Grup Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:29 WIB

Lolos Meski Kalah dari Swiss, Kanada Berharap Alphonso Davies Pulih di Knockout Piala Dunia 2026

Lolos Meski Kalah dari Swiss, Kanada Berharap Alphonso Davies Pulih di Knockout Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:14 WIB