- Dewan Perwakilan Rakyat Filipina memakzulkan Wakil Presiden Sara Duterte atas dugaan korupsi, penyalahgunaan dana, dan ancaman pembunuhan.
- Perselisihan politik antara Sara Duterte dan Presiden Ferdinand Marcos Jr ini memperkeruh situasi menjelang Pemilu Filipina tahun 2028.
- Proses hukum selanjutnya akan berlanjut di Senat, yang menentukan nasib politik Sara serta potensi pelarangan jabatan publik seumur hidup.
Analis politik menilai proses di Senat tidak akan mudah. Vonis bersalah membutuhkan dukungan dua pertiga dari 24 anggota majelis.
Klan Duterte disebut masih memiliki basis dukungan kuat di Senat. Beberapa kandidat yang berafiliasi dengan keluarga tersebut juga mencatat hasil baik dalam pemilu sela terakhir.
Sara sebelumnya pernah lolos dari proses pemakzulan serupa setelah Mahkamah Agung menyatakan ada cacat prosedural.