-
Phil Foden mencatatkan dua assist krusial dalam kemenangan 3-0 City atas Crystal Palace.
-
Manchester City kini hanya tertinggal dua poin dari Arsenal di puncak klasemen sementara.
-
Penampilan gemilang ini memperkuat peluang Foden masuk skuat Piala Dunia pilihan Thomas Tuchel.
Suara.com - Kemenangan telak Manchester City atas Crystal Palace membuktikan bahwa ketergantungan pada sosok striker murni bukanlah satu-satunya jalan keluar. Visi bermain Phil Foden menjadi pembeda di saat skuat asuhan Pep Guardiola nyaris frustrasi menembus pertahanan rendah lawan.
Aksi individu yang berujung assist cerdas di babak pertama menjadi titik balik mentalitas bertanding The Citizens. Hasil ini memastikan persaingan memperebutkan takhta tertinggi Liga Inggris tetap membara hingga pekan-pekan terakhir kompetisi.
Foden berhasil mematahkan keraguan publik setelah performanya sempat merosot drastis dan lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan. Penampilan gemilangnya kali ini seolah menjadi pesan keras bagi para pesaing bahwa City belum menyerah.
![Phil Foden: Napoli Tim Menyebalkan, De Bruyne Tetap Raja Etihad [@HQwallp]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/09/19/36106-phil-foden-dan-scott-mctominay.jpg)
"Saya memeriksa beberapa kali sebelum menerima bola dan saya melihat Ant [Semenyo] membuat gerakan yang bagus," kata Foden tentang gol pembuka tersebut.
Keputusan cepat untuk melakukan operan tak terduga menjadi kunci pembuka ruang bagi lini serang City.
"Ini adalah salah satu momen di mana terkadang hal itu tidak berhasil," lanjut pemain berusia 25 tahun tersebut.
Keberanian mengambil risiko teknis di area krusial terbukti membuahkan hasil manis bagi skuat Manchester Biru.

"Terkadang sebuah risiko layak diambil dan saya sangat senang hal itu membuahkan hasil dan kami mencetak gol darinya. Sangat gembira bisa berkontribusi pada gol dan membantu rekan-rekan meraih tiga poin yang merupakan hal terpenting," tegas Foden.
Meski catatan golnya terhenti sejak Desember lalu, kontribusi kreatif Foden tetap tidak bisa dipandang sebelah mata oleh pengamat. Mantan bek City, Micah Richards, bahkan menyebut eksekusi umpan tersebut sebagai sesuatu yang sangat memukau secara teknis.
"Inilah mengapa saya mencintainya. Backheel kecil itu sangat sensasional," ungkap Richards dalam komentarnya di Sky Sports.
Hubungan emosional sebagai produk akademi membuat keberhasilan Foden memiliki nilai lebih di mata para penggemar setia.
"Saya ingin dia bermain dengan sangat baik karena dia berasal dari akademi. Itu jauh lebih berarti. Menghasilkan hal seperti ini dari akademi, visi dan cara mengeksekusi operan itu sangat mempesona bagi saya," tambahnya.
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, kini berada dalam tekanan besar untuk menentukan nasib Foden di skuat internasional. Walaupun posisinya belum terjamin, banyak pihak menilai kecerdasan taktis Foden sangat dibutuhkan untuk turnamen besar.
"Ada pertandingan tertentu ketika Anda akan bermain melawan tim yang menggunakan blok rendah. Dia [Foden] adalah orang yang bisa membuka gerbang gol," ujar Richards memberi pembelaan.
Kualitas untuk membongkar pertahanan rapat menjadi aset langka yang jarang dimiliki pemain sayap konvensional lainnya.
"Saya tahu dia [Tuchel] menyukai Morgan Rogers yang berbeda dan lebih intens dengan tekanan mereka, tetapi dalam hal operan dan IQ otak sepak bola, saya akan membawanya," jelasnya lagi.
Richards meyakini bahwa dalam tekanan Piala Dunia, momen ajaib Foden bisa menjadi penentu kemenangan tim nasional.
Pep Guardiola tidak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap insting bermain sang gelandang yang dianggap sangat organik dan menyatu dengan tubuhnya. Bagi Pep, kualitas individu seperti inilah yang sanggup meruntuhkan strategi bertahan total yang sering diterapkan tim kecil.
"Pertandingan jenis ini, mereka bermain dengan blok rendah, itu adalah bakat bagi para pemain sayap, seperti Phil pada gol pertama," ucap Guardiola kepada BBC Match of the Day.
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa peran Foden akan terus krusial bagi masa depan klub di musim depan.
"Jenis permainan seperti ini, kualitas membuat perbedaan dan Phil memiliki banyak kualitas itu di dalam tubuhnya. Saya sangat senang dan puas," tutur mantan pelatih Barcelona tersebut.
Guardiola juga merasa tersentuh dengan apresiasi luar biasa dari publik stadion yang memberikan penghormatan saat Foden ditarik keluar.
"Dia harus memiliki peran besar di masa depan. Kami menginginkan yang terbaik untuk Phil dan Phil harus memberikan apa yang telah dia lakukan selama bertahun-tahun. Dia merasakan bagaimana orang-orang mencintainya, tepuk tangan meriah dari aksinya. Orang-orang ingin dia bahagia," pungkas sang manajer.
Pertarungan gelar kini bergantung pada konsistensi Arsenal di dua laga sisa mereka melawan Burnley dan juga Crystal Palace. Jika Meriam London berhasil menyapu bersih poin, maka usaha keras Manchester City akan berakhir sia-sia.
"Tergantung pada mereka [Arsenal]. Jika mereka memenangkan dua pertandingan, tidak ada yang bisa dilakukan, tidak ada yang perlu dibicarakan. Yang bisa kami lakukan hanyalah berada di sana untuk berjaga-jaga," ujar Guardiola realistis.
Saat ini, kedua tim hanya terpaut tipis di klasemen dengan keunggulan selisih gol yang masih dipegang oleh City.
Persaingan ketat antara Manchester City dan Arsenal musim ini menjadi salah satu yang paling dramatis dalam sejarah Premier League. City sempat tertatih setelah melakukan rotasi besar karena fokus pada final Piala FA dan Liga Champions, namun kembalinya performa kunci pemain seperti Foden menjaga peluang mereka untuk meraih gelar ganda domestik tetap terbuka hingga hari terakhir kompetisi pada 24 Mei mendatang.