- Kylian Mbappe menuding pelatih Alvaro Arbeloa menempatkannya sebagai penyerang pilihan keempat dalam skuad Real Madrid pada Mei 2026.
- Alvaro Arbeloa membantah pernyataan Mbappe dan menegaskan bahwa keputusan susunan pemain murni merupakan kewenangan penuh dirinya sebagai pelatih.
- Ketegangan internal tersebut terjadi saat Real Madrid menutup musim 2025/2026 tanpa perolehan trofi mayor di berbagai kompetisi.
Suara.com - Ketegangan internal melanda kubu Real Madrid setelah Kylian Mbappe secara terbuka menuding pelatih Alvaro Arbeloa menganggap dirinya sebagai penyerang pilihan keempat dalam skuad.
Pernyataan itu muncul tak lama setelah Mbappe dicadangkan dan mendapat cemoohan dari suporter di Stadion Santiago Bernabeu saat laga melawan Real Oviedo, Kamis (14/5/2026).
Meski Real Madrid menang 2-0, suasana kemenangan justru tertutup isu konflik di ruang ganti.
Klaim Kontroversial dari Mbappe
Mbappe masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-69 menggantikan Gonzalo Garcia yang sebelumnya mencetak gol pembuka.
Saat masuk ke lapangan, suara siulan dari pendukung tuan rumah terdengar cukup keras di seluruh stadion.
Selepas pertandingan, Mbappe menegaskan dirinya berada dalam kondisi fisik 100 persen meski sempat absen pada laga El Clasico melawan Barcelona akibat cedera.
"Saya tidak bermain karena pelatih memberi tahu saya bahwa saya adalah penyerang pilihan keempat di belakang Franco Mastantuono, Vinicius Junior, dan Gonzalo," ujar Mbappe kepada wartawan dikutip dari ESPN, Jumat (15/5/2026).
Ia mengaku tetap menerima keputusan tersebut secara profesional.
"Saya menerimanya dan memainkan waktu yang diberikan kepada saya. Saya rasa saya bermain dengan baik," lanjut pemain berusia 18 tahun itu.
Bantahan Tegas Arbeloa
Menanggapi tuduhan tersebut, Alvaro Arbeloa langsung memberikan klarifikasi dalam konferensi pers pascapertandingan.
Arbeloa membantah pernah menyebut Mbappe sebagai opsi penyerang keempat.
"Saya berharap saya memiliki empat penyerang," ujar Arbeloa dengan nada sarkastis.
"Saya tidak memiliki empat penyerang dan tentu saja tidak mengatakan hal seperti itu kepada Mbappe," tegasnya.
Menurut Arbeloa, kemungkinan terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi antara dirinya dan sang pemain.
"Mungkin dia tidak memahami saya. Saya tidak tahu apa lagi yang harus saya katakan," ucapnya.
Arbeloa juga menegaskan keputusan soal susunan pemain sepenuhnya berada di tangan pelatih.
"Saya adalah pelatih dan saya yang memutuskan siapa yang bermain dan siapa yang tidak," katanya.
Kritik Suporter dan Polemik Liburan
Mbappe belakangan memang menjadi sasaran kritik suporter dan media Spanyol.
Situasi memanas setelah beredar foto dirinya tengah berlibur saat masih dalam masa pemulihan cedera hamstring.
Liburan tersebut dinilai tidak profesional karena Mbappe akhirnya gagal pulih tepat waktu untuk tampil pada laga El Clasico.
Arbeloa mencoba meredakan situasi dengan menegaskan keputusan mencadangkan Mbappe murni berdasarkan kondisi tim.
"Saya bisa memahami Mbappe tidak senang karena tidak bermain, tetapi keputusan itu dibuat berdasarkan situasi yang ada," jelasnya.
Mbappe sendiri menegaskan perjalanan liburannya sudah mendapat izin klub.
Ia juga memilih tidak terlalu memikirkan cemoohan dari suporter Madrid.
"Ini hidup. Anda tidak bisa mengubah pikiran orang ketika mereka sedang marah," ujar Mbappe.
"Saya tidak boleh menganggapnya pribadi. Ini kehidupan seorang pemain Real Madrid dan pemain terkenal seperti saya," tambahnya.
Musim Mengecewakan Real Madrid
Di tengah drama tersebut, Real Madrid harus menerima kenyataan pahit menutup musim 2025/2026 tanpa trofi mayor.
Performa tim menurun drastis pada paruh kedua musim hingga memicu pergantian pelatih dari Xabi Alonso ke Alvaro Arbeloa.
Mbappe mengakui hilangnya identitas permainan menjadi penyebab utama kegagalan tim musim ini.
"Kami memulai musim dengan baik, lalu kehilangan semuanya di paruh kedua musim," katanya.
Meski memiliki hubungan baik dengan Xabi Alonso, Mbappe menegaskan seluruh tim harus melakukan evaluasi besar.
Ia pun berjanji bekerja lebih keras demi mendapatkan tempat utama musim depan.
"Saya harus bekerja lebih keras agar lebih baik daripada Gonzalo, Mastantuono, dan Vini untuk mendapatkan waktu bermain," tutupnya.