- Piala Dunia 2026 di Amerika Utara memperluas peserta menjadi 48 tim untuk meningkatkan inklusivitas kompetisi sepak bola dunia.
- Empat negara yaitu Cape Verde, Yordania, Curaçao, dan Uzbekistan berhasil mencetak sejarah dengan lolos ke putaran final pertama.
- Keberhasilan keempat negara tersebut membawa dampak positif bagi perkembangan sepak bola di wilayah asal masing-masing negara peserta.
Curacao: Negara Terkecil di Piala Dunia

Curaçao mencetak sejarah sebagai negara dengan populasi terkecil yang lolos ke putaran final Piala Dunia.
Negara Karibia tersebut hanya memiliki sekitar 156 ribu penduduk.
Curaçao memanfaatkan absennya beberapa negara kuat CONCACAF untuk merebut tiket bersejarah tersebut.
Drama terjadi saat laga penentuan melawan Jamaika, ketika penalti lawan dibatalkan VAR di menit akhir.
“Jantung saya berhenti beberapa detik ketika mereka mendapat penalti, tetapi VAR membatalkannya,” ujar pemimpin kelompok suporter, Brenton Balentien.
Meski banyak pemain lahir di Belanda, gaya dukungan suporter Curaçao dikenal penuh warna dan semangat seperti pendukung Brasil.
Uzbekistan Akhirnya Pecah Telur

Uzbekistan akhirnya memutus kutukan gagal lolos yang menghantui mereka selama puluhan tahun.
Negara di kawasan Asia Tengah itu tampil impresif sepanjang kualifikasi dan memastikan tiket ke Amerika Utara tanpa kekalahan di putaran kedua.
“Sepak bola tidak diragukan lagi adalah olahraga paling dicintai di Uzbekistan,” kata suporter mereka, Jaloliddin Makhmudov.
Selain sepak bola, Uzbekistan juga dikenal lewat plov, hidangan nasi tradisional yang menjadi kebanggaan nasional.
Di bawah arahan Fabio Cannavaro, Uzbekistan diprediksi menjadi salah satu kuda hitam yang menarik perhatian di fase grup.
Pemain muda Abbos Fayzullaev juga diperkirakan menjadi salah satu sorotan dari Asia Tengah di Piala Dunia 2026.
Kehadiran empat debutan ini menunjukkan bahwa sepak bola dunia kini semakin kompetitif dan inklusif bagi banyak negara.