- Chelsea resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru menggantikan Liam Rosenior dengan kontrak berdurasi empat tahun.
- Penunjukan Alonso di Stamford Bridge bertujuan untuk meningkatkan kembali performa tim yang tampil buruk sepanjang musim ini.
- Alonso membawa reputasi sebagai pelatih berbakat berkat kesuksesannya menerapkan taktik modern saat melatih klub Bayer 04 Leverkusen.
Suara.com - Chelsea resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru menggantikan Liam Rosenior.
Sosok asal Spanyol tersebut disebut setelah menyepakati kontrak berdurasi empat tahun di Stamford Bridge.
Dia juga diharapkan mengangkat kembali performa The Blues setelah tampil babak-belur di berbagai kompetisi musim ini.
Melansir berbagai sumber, nama Xabi Alonso menjadi salah satu figur paling disegani dalam dunia sepak bola modern.
Pria kelahiran Tolosa, Spanyol, pada 25 November 1981 ini dikenal sebagai gelandang elegan dengan visi bermain luar biasa, sebelum kemudian sukses meniti karier sebagai pelatih muda berbakat di Eropa.
![Xabi Alonso, saat masih memperkuat Real Madrid, mencoba merebut bola dari kaki mega bintang Barcelona, Lionel Messi. [AFP/Siu Wu]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2017/04/17/51231-xabi-alonso-dan-lionel-messi.jpg)
Xabi Alonso memulai perjalanan profesional bersama klub masa kecilnya, Real Sociedad. Permainannya yang tenang, akurat dalam distribusi bola, dan piawai mengatur tempo membuatnya cepat mencuri perhatian klub-klub besar Eropa.
Karier Alonso semakin bersinar saat bergabung dengan Liverpool F.C. pada 2004. Bersama klub Inggris tersebut, ia menjadi bagian penting dalam keberhasilan Liverpool menjuarai UEFA Champions League Final 2005 lewat comeback dramatis melawan AC Milan di Istanbul.
Setelah sukses di Inggris, Alonso melanjutkan petualangan bersama Real Madrid CF pada 2009. Di Santiago Bernabeu, ia menjadi otak permainan lini tengah dan membantu Madrid meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk trofi Liga Champions ke-10 atau “La Decima”.
Tak berhenti di sana, Alonso juga menikmati masa emas bersama FC Bayern Munich di Bundesliga. Pengalamannya bermain di tiga liga top Eropa membuatnya dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik generasinya.
Di level internasional, Alonso merupakan bagian penting generasi emas Spain national football team. Ia membantu Spanyol meraih gelar UEFA Euro 2008, 2010 FIFA World Cup, dan UEFA Euro 2012.
Setelah pensiun sebagai pemain, Xabi Alonso mulai membangun karier kepelatihan. Ia sempat menangani tim muda Real Madrid Juvenil A sebelum melatih tim cadangan Real Sociedad B.
Nama Alonso semakin melambung ketika dipercaya melatih Bayer 04 Leverkusen. Di bawah racikannya, Leverkusen tampil atraktif dan kompetitif, bahkan mampu menjadi penantang serius dominasi Bayern Munchen di Bundesliga. Gaya permainan modern, pressing rapi, dan transisi cepat menjadi ciri khas taktik racikan Alonso.
Dengan pengalaman luar biasa sebagai pemain elite dan kecerdasan taktik sebagai pelatih, Xabi Alonso kini digadang-gadang sebagai salah satu calon pelatih top dunia masa depan.
Sosoknya dianggap berhasil membawa perpaduan antara ketenangan, disiplin, dan filosofi sepak bola modern dalam setiap tim yang ia tangani.