- Piala Dunia 2026 di Amerika Utara diprediksi menyumbang US$41 miliar terhadap ekonomi global serta menciptakan 824 ribu lapangan kerja.
- Turnamen ini mencatat rekor keterlibatan enam miliar penonton global dengan lonjakan drastis konsumsi data internet mencapai dua exabyte.
- Penyelenggaraan ajang ini mengintegrasikan teknologi canggih seperti robotaxi serta robot operasional di berbagai kota tuan rumah Amerika Serikat.
Suara.com - Piala Dunia 2026 diprediksi bukan sekadar turnamen sepak bola terbesar sepanjang sejarah, tetapi juga mesin pertumbuhan ekonomi global bernilai fantastis.
Ajang yang digelar di AS, Kanada, dan Meksiko itu diperkirakan menyumbang hingga US$41 miliar atau setara Rp656 triliun terhadap ekonomi dunia.
Laporan dari Bank of America menyebut turnamen dengan format baru 48 tim ini akan menciptakan sekitar 824 ribu lapangan pekerjaan baru.
Sebanyak 185 ribu di antaranya diproyeksikan muncul di Amerika Serikat.
Piala Dunia 2026 juga diperkirakan mencetak rekor keterlibatan publik terbesar dalam sejarah olahraga.
Sekitar enam miliar orang atau hampir 75 persen populasi dunia diprediksi mengikuti turnamen melalui televisi, layanan streaming, hingga media sosial.
Pertumbuhan industri olahraga global pun disebut semakin luar biasa.
![Bukan Prancis atau Argentina, Simulasi Matematika Prediksi Negara Ini Juara Piala Dunia 2026 [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/06/71643-piala-dunia-2026.jpg)
Pada 2025, nilai industri olahraga dunia mencapai US$2,3 triliun dan diproyeksikan melonjak menjadi US$3,7 triliun pada 2030.
Amerika Serikat disebut akan menjadi penerima dampak ekonomi terbesar.
Turnamen ini diperkirakan menghasilkan output ekonomi hingga US$30,5 miliar atau setara Rp488 triliun dengan sektor pariwisata menyumbang sekitar US$6,4 miliar, setara dengan Rp102,4 triliun.
Selain dampak ekonomi, Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi turnamen paling digital sepanjang sejarah.
Laga final pada 19 Juli bahkan diperkirakan menyedot hingga 7 persen total lalu lintas internet global.
Secara keseluruhan, konsumsi data selama turnamen diproyeksikan mencapai dua exabyte atau setara 45 ribu tahun video 4K.
Angka tersebut sekitar 45 kali lebih besar dibanding penggunaan data saat Piala Dunia 2022 Qatar.
Tak hanya itu, Piala Dunia 2026 juga akan menjadi panggung besar teknologi robot dan kendaraan otonom.