-
Timnas Kanada mengandalkan taktik agresif dan transisi cepat untuk memburu gelar Piala Dunia 2026.
-
Kehadiran pelatih Jesse Marsch mendongkrak rasa percaya diri dan mentalitas juara skuad Kanada.
-
Striker Cyle Larin optimis memanfaatkan status tuan rumah demi mengukir prestasi bersejarah.
"Ambisi kami adalah melangkah sejauh yang kami bisa. Kami berhasil mencapai semifinal Copa America [pada tahun 2024] dan bermain melawan beberapa tim terbaik di dunia. Jadi saya pikir kami bisa melangkah sejauh yang kami inginkan, dan mentalitas kami sekarang dibandingkan dengan Piala Dunia lalu sangat berbeda. Kami tidak hanya berada di sana untuk sekadar berada di sana - kami berada di sana untuk memenangkan sesuatu."
Kebangkitan performa ini juga sejalan dengan performa impresif Cyle Larin yang kembali tajam di level klub bersama Southampton. Penyerang berusia 31 tahun itu sukses membukukan sembilan gol dan membawa timnya menembus babak final play-off Championship.
"Butuh waktu ketika saya pertama kali datang, tetapi saya suka bermain untuk tim nasional dan saya merasa sangat bangga dan terhormat melakukan itu dan membantu tim untuk terus melangkah di dunia sepak bola. Terkadang rasanya melelahkan, tetapi Anda harus tetap fokus dan terus bekerja keras dan melakukan hal-hal yang Anda lakukan setiap hari untuk berada di level tersebut dan terus tampil baik."
Sebelum bersinar di Inggris, Larin sempat mengalami masa-masa sulit saat membela Mallorca di La Liga Spanyol dan Feyenoord di Belanda. Momentum kebangkitan kariernya di level klub terjadi pada waktu yang tepat saat Kanada bersiap menghadapi Bosnia dan Herzegovina, Qatar, serta Swiss di fase grup.