- Roy Keane mengkritik performa Amad Diallo yang dianggap lemah dalam duel fisik saat menghadapi Nottingham Forest di Old Trafford.
- Manchester United berhasil mengamankan kemenangan 3-2 atas Nottingham Forest berkat gol dari Luke Shaw, Matheus Cunha, dan Bryan Mbeumo.
- Hasil pertandingan tersebut memastikan Manchester United menempati posisi ketiga dalam klasemen akhir Premier League musim kompetisi tahun ini.
Suara.com - Legenda Manchester United, Roy Keane, melontarkan kritik tajam kepada Amad Diallo meski Setan Merah berhasil menang 3-2 atas Nottingham Forest dalam lanjutan Premier League.
Keane menilai Amad tampil buruk saat proses gol penyama kedudukan Nottingham Forest yang dicetak Morato di babak kedua.
Menurutnya, winger muda asal Pantai Gading itu terlalu mudah kehilangan bola dalam duel fisik.
“Amad Diallo seperti anak kecil saat didorong keluar dari bola,” kata Keane dalam tayangan Sky Sports.
Pertandingan di Old Trafford berjalan sengit sejak awal. Luke Shaw membawa Manchester United unggul cepat pada menit kelima lewat penyelesaian apik.
Namun Nottingham Forest berhasil menyamakan skor pada awal babak kedua melalui sundulan Morato setelah menerima umpan silang Elliot Anderson.
Keane menilai lini pertahanan United terlalu lemah dalam mengantisipasi serangan tersebut.
“Begitu Anderson berhasil berbalik dan mengangkat kepala, Anda tahu United dalam masalah,” ujar Keane.
Manchester United kemudian kembali unggul lewat gol Matheus Cunha yang sempat memicu kontroversi VAR karena dugaan handball.
Wasit Michael Salisbury akhirnya tetap mengesahkan gol tersebut.
Setan Merah memperbesar keunggulan setelah Bruno Fernandes memberikan assist kepada Bryan Mbeumo.
Gol itu membuat Mbeumo menyamai rekor assist terbanyak dalam satu musim Premier League.
Nottingham Forest sempat memperkecil skor melalui Morgan Gibbs-White.
Meski demikian, tim asuhan Michael Carrick mampu mempertahankan kemenangan hingga laga berakhir.
Keane kembali menyoroti lemahnya pertahanan Manchester United saat gol kedua Forest tercipta.
Keane menilai para pemain gagal mengambil keputusan meski jumlah pemain bertahan cukup banyak di area kotak penalti.
“Mereka punya banyak pemain di belakang, tetapi tidak ada yang benar-benar mengambil keputusan,” kata Keane.
Selain mengkritik lini belakang, Keane juga mempertanyakan keputusan wasit yang tetap mengesahkan gol Cunha setelah tinjauan VAR.
Menurutnya, banyak mantan pemain menilai situasi tersebut layak dianggap handball.
“Semua mantan pemain mungkin akan mengatakan itu handball,” ujar Keane.
Kemenangan ini memastikan Manchester United finis di posisi ketiga klasemen Premier League musim ini.
Pada laga terakhir Premier League musim ini, Red Devils dijadwalkan menghadapi Brighton & Hove Albion di Amex Stadium.
