Crystal Palace Juara Conference League, Kisah Sukses Oliver Glasner Membawa Sejarah ke Selhurst Park

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 28 Mei 2026 | 11:05 WIB
Crystal Palace Juara Conference League, Kisah Sukses Oliver Glasner Membawa Sejarah ke Selhurst Park
Oliver Glasner (Instgaram)
baca 10 detik
  • Oliver Glasner resmi mundur setelah membawa Crystal Palace menjuarai UEFA Conference League di Leipzig.

  • Dalam kurun 375 hari, Glasner sukses mempersembahkan tiga trofi mayor pertama sepanjang sejarah klub.

  • Keberhasilan ini diraih setelah melewati krisis internal, sanksi regulasi UEFA, dan ancaman pengunduran diri.

Suara.com - Crystal Palace baru saja mengukir sejarah emas di panggung sepak bola Eropa. Lewat gol tunggal di Leipzig, klub berjuluk The Eagles sukses menundukkan Rayo Vallecano 1-0 untuk mengamankan trofi Conference League.

Partai final ini sekaligus menjadi laga perpisahan yang manis bagi sang manajer, Oliver Glasner.

Keberhasilan ini melengkapi torehan luar biasa klub yang sebelumnya tidak pernah memenangi trofi mayor sepanjang sejarah mereka. Dalam kurun waktu 375 hari, juru taktik asal Austria tersebut sukses mempersembahkan tiga gelar sekaligus.

Oliver Glasner ingin membawa Crystal Palace mencetak sejarah pada final Liga Conference melawan Rayo Vallecano di Stadion Red Bull Arena, Leipzig, Jerman, Kamis (28/5/2026) dini hari WIB. [Crystal Palace]
Oliver Glasner ingin membawa Crystal Palace mencetak sejarah pada final Liga Conference melawan Rayo Vallecano di Stadion Red Bull Arena, Leipzig, Jerman, Kamis (28/5/2026) dini hari WIB. [Crystal Palace]

Kehadiran Glasner di Selhurst Park terbukti mendobrak batas kemampuan yang selama ini mengungkung klub London Selatan tersebut. Pengaruh besarnya diakui langsung oleh para pemain yang merasakan transformasi radikal di dalam ruang ganti.

Gelandang Crystal Palace, Adam Wharton, memberikan kesaksiannya mengenai dampak instan yang dibawa oleh sang manajer sejak hari pertama kedatangannya.

"Dia harus menjadi salah satu manajer terbaik yang pernah dimiliki Crystal Palace," kata gelandang Palace Adam Wharton dikutip dari BBC, Kamis (28/5/2026).

"Dia telah membuat perbedaan besar bagi bagaimana klub memandang kompetisi. Kami tidak hanya ingin bertahan di Premier League dan berada di Eropa, kami ingin menang dan berada setinggi mungkin."

Perjalanan menuju podium juara Eropa nyatanya tidak dilalui dengan mudah oleh Crystal Palace musim ini. Sejak awal musim, manajemen dan tim pelatih sudah dihadapkan pada keputusan pahit dari federasi sepak bola Eropa.

Crystal Palace taklukkan Liverpool lewat drama adu penalti. (Instagram/cpfc)
Crystal Palace taklukkan Liverpool lewat drama adu penalti. (Instagram/cpfc)

Akibat tersandung aturan kepemilikan multi-klub UEFA, posisi Palace di Europa League terpaksa dicopot dan mereka diturunkan ke kasta ketiga. Masalah kepemilikan saham ganda oleh pengusaha Amerika Serikat, John Textor, di Palace dan Lyon menjadi pemicu utama sangsi tersebut.

baca juga

Krisis internal semakin meruncing ketika jendela transfer ditutup dengan situasi yang sangat tidak kondusif. Glasner dilaporkan mengancam akan meletakkan jabatannya jika bek andalan sekaligus kapten tim, Marc Guehi, dilepas ke klub rival.

Ia merasa frustrasi karena pihak manajemen justru berniat menjual pilar-pilar penting di saat tim membutuhkan kedalaman skuad untuk kompetisi Eropa. Hubungan antara Glasner dan Parish selaku pemilik klub pun sempat berada di titik nadir akibat perbedaan visi ini.

Memasuki paruh musim, performa The Eagles sempat merosot tajam hingga mereka terlempar dari persaingan papan atas Premier League. Puncak dari keterpurukan tersebut terjadi saat mereka tersingkir secara memalukan oleh tim non-liga, Macclesfield, di ajang FA Cup.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika Glasner secara mendadak mengumumkan rencana kepergiannya di akhir musim setelah manajemen menyetujui penjualan Guehi ke Manchester City. Keputusan ini sempat memicu kekecewaan mendalam dari basis masa pendukung setia mereka di London.

Perwakilan dari fanzine Crystal Palace Eagle Eye View, Ellie Killick, mengungkapkan bagaimana situasi psikologis para pendukung fanatik saat konflik internal tersebut memanas.

"Cara kepergiannya diumumkan - dan sikapnya dalam minggu-minggu itu - memberi sedikit awan abu-abu pada perasaan saya terhadapnya," kata Ellie Killick dari fanzine Crystal Palace Eagle Eye View.

"Di bulan Januari, itu adalah waktu yang sulit untuk mendukung Palace."

Meski sempat memicu perselisihan internal, Parish memilih untuk mempertahankan Glasner karena menyadari kapasitas sang pelatih yang emosional namun genius. Keputusan mempertahankan pria Austria itu hingga akhir musim terbukti menjadi langkah penyelamatan sejarah bagi klub.

Sebelum era keemasan ini dimulai, Crystal Palace merupakan tim yang identik dengan papan tengah Premier League dan dilatih oleh Roy Hodgson. Keputusan mantan direktur olahraga, Dougie Freedman, untuk merekomendasikan Glasner didasarkan pada rekam jejak impresif sang pelatih di Bundesliga.

Kini, trofi Conference League resmi mengamankan satu tiket otomatis bagi Crystal Palace untuk kembali berlaga di kompetisi Europa League musim depan. Glasner menyudahi masa bakti singkatnya dengan kepala tegak dan memberikan pidato perpisahan yang penuh emosi.

"Sekarang saya pergi, saya tidak harus setuju dengan ketua," katanya sambil tersenyum. "Dia bilang hari terbaik adalah final FA Cup, tapi saya tidak setuju. Hari terbaik masih akan datang di Leipzig."

"Saat ini saya bahkan tidak percaya ini adalah pertandingan terakhir," kata Glasner setelah peluit akhir pada hari Rabu. "Ini adalah bab yang bagus untuk dibaca dalam buku Crystal Palace tetapi bab-bab bagus lainnya akan menyusul."

"Saya katakan kepada para pemain setelah FA Cup, pergi dan dapatkan apa yang pantas kalian dapatkan - Europa League."

"Sekarang dengan penundaan satu tahun, klub, penggemar, pemain, terkadang Anda harus mengambil jalan memutar dan sekarang Crystal Palace berada di tempat yang seharusnya."

Kepergian Glasner meninggalkan standar baru yang sangat tinggi bagi siapapun suksesor yang akan memimpin Selhurst Park di masa mendatang. Penggemar The Eagles kini harus bersiap menghadapi realitas baru tanpa arsitek yang telah mengubah takdir klub mereka.

"Glasner telah sepenuhnya mengubah lintasan Crystal Palace Football Club," tambah Killick.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Tekuk Rayo Vallecano

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Tekuk Rayo Vallecano

Bola | Kamis, 28 Mei 2026 | 05:58 WIB

Ricuh! Suporter Crystal Palace dan Vallecano Baku Hantam Jelang Final Conference League

Ricuh! Suporter Crystal Palace dan Vallecano Baku Hantam Jelang Final Conference League

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:20 WIB

Link Live Streaming Crystal Palace vs Rayo Vallecano: Siapa Bakal Cetak Sejarah?

Link Live Streaming Crystal Palace vs Rayo Vallecano: Siapa Bakal Cetak Sejarah?

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:53 WIB

Terkini

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 20 September 2026: Lokasi, Syarat dan Jam Pelayanan

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 20 September 2026: Lokasi, Syarat dan Jam Pelayanan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Jejak Kelam Fahd A Rafiq: Eks Narapidana Korupsi yang Kini Kembali Ditangkap KPK

Jejak Kelam Fahd A Rafiq: Eks Narapidana Korupsi yang Kini Kembali Ditangkap KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:45 WIB

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

Eks Google DeepMind Memperingatkan AI Bikin Manusia Punah

Eks Google DeepMind Memperingatkan AI Bikin Manusia Punah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:42 WIB

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:40 WIB

45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung

45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 12:39 WIB

7 Cara Mengakhiri Hubungan Kerja yang Benar dan Tetap Profesional, Bukan Asal Pecat

7 Cara Mengakhiri Hubungan Kerja yang Benar dan Tetap Profesional, Bukan Asal Pecat

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:39 WIB

×