Kegagalan Arsenal di Liga Champions, Taktik Parkir Bus Mikel Arteta Berujung Petaka di Budapest

Pebriansyah Ariefana

Senin, 01 Juni 2026 | 13:39 WIB
Kegagalan Arsenal di Liga Champions, Taktik Parkir Bus Mikel Arteta Berujung Petaka di Budapest
Strategi bertahan ekstrem dan taktik buang waktu Mikel Arteta hancurkan mimpi Arsenal menjuarai Liga Champions. (Istiewa)
  • Taktik bertahan ekstrem Arsenal mencatat rekor penguasaan bola terendah (26%) sepanjang sejarah final Liga Champions.

  • Strategi mengulur waktu selama 31 menit gagal meredam PSG dan justru merusak reputasi The Gunners.

  • Mikel Arteta dituntut merombak gaya bermain dan lebih berani menyerang agar bisa bersaing di level tertinggi.

Suara.com - Pendekatan defensif ekstrem menjadi bumerang terbesar bagi Arsenal saat dipaksa menyerah oleh Paris Saint-Germain dalam partai puncak UEFA Champions League.

Kekalahan dramatis lewat adu penalti ini sekaligus menelanjangi keterbatasan taktik pragmatis Mikel Arteta ketika dihadapkan pada panggung tertinggi Eropa.

Diulas ESPN, meskipun sukses mengakhiri puasa gelar Premier League selama 22 tahun dengan pertahanan kokoh, Arsenal terbukti tidak berkutik saat intensitas kompetisi menuntut kreativitas lebih.

Arsenal 1 Tendangan 24 Persen Penguasaan Bola, Sir Alex Ferguson: Tim yang Membosankan [Istimewa]
Arsenal 1 Tendangan 24 Persen Penguasaan Bola, Sir Alex Ferguson: Tim yang Membosankan [Istimewa]

The Gunners mencatatkan rekor buruk dengan hanya menguasai 26 persen aliran bola sepanjang pertandingan di Budapest.

Angka tersebut menjadi statistik penguasaan bola terendah bagi seorang finalis Liga Champions sejak pencatatan data dimulai pada 2004.

Gol cepat Kai Havertz pada menit keenam justru membuat Arsenal langsung menurunkan garis pertahanan secara ekstrem untuk menjaga keunggulan.

Alih-alih mencari gol pembunuh laga, armada London Utara memilih bermain pasif dan membiarkan PSG mendominasi sisa jalannya pertandingan.

Arsenal menghadapi tantangan besar saat berjumpa Paris Saint-Germain di final Liga Champions. Duel antara Les Parisiens dan The Gunners berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada Sabtu (30/5/2026) malam WIB. [Suara.com/AI]
Arsenal menghadapi tantangan besar saat berjumpa Paris Saint-Germain di final Liga Champions. Duel antara Les Parisiens dan The Gunners berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada Sabtu (30/5/2026) malam WIB. [Suara.com/AI]

Klub asal Inggris ini bahkan menerapkan strategi mengulur waktu yang sangat mencolok demi meredam agresivitas lawan.

Lebih dari 31 menit waktu pertandingan terbuang sia-sia akibat aksi teatrikal, keterlambatan lemparan ke dalam, hingga penundaan sepak mula.

Sikap provokatif ini memicu kemarahan pelatih PSG, Luis Enrique, yang berulang kali memprotes keras ofisial pertandingan di pinggir lapangan.

Ironisnya, taktik negatif ini justru memberikan angin segar bagi sang juara bertahan Prancis untuk terus mengurung lini pertahanan Arsenal.

Kegagalan ini mempertegas tren negatif Meriam London yang kerap mati kutu saat menghadapi tim-tim raksasa di kompetisi domestik maupun Eropa.

Mikel Arteta kini dituntut berani mengubah filosofi bermainnya jika ingin membawa Arsenal sejajar dengan mentalitas juara milik Liverpool atau Manchester City.

Usai laga, juru taktik asal Spanyol tersebut mengisyaratkan perlunya perombakan besar-besaran di dalam skuadnya.

"Kami [akan] mulai mengambil beberapa keputusan yang sangat penting jika kami ingin mencapai level lain," kata Arteta.

Ia menambahkan, "Dan kita harus menunjukkan ambisi itu karena kita lebih dari mampu untuk melakukannya. Namun, itu akan menuntut kita untuk menjadi sangat, sangat ambisius, sangat cepat, dan sangat cerdas."

Arsenal sejatinya mengakhiri musim Liga Champions tahun ini dengan catatan unik tanpa satu pun kekalahan dalam waktu normal.

Kendati demikian, pragmatisme berlebihan membuat Arteta enggan memaksimalkan deretan penyerang mahal seperti Viktor Gyökeres, Eberechi Eze, dan Noni Madueke sejak menit awal.

Sejarah mencatat bahwa keberanian menyerang adalah kunci utama untuk merengkuh trofi si Kuping Besar, sebuah aspek yang saat ini belum dimiliki oleh skuad Arsenal.

Jika Arteta tidak segera membuang ego defensifnya, trofi tertinggi antarklub Eropa ini akan selamanya berada di luar jangkauan mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Marquinhos Bocorkan Obrolannya dengan Gabriel Usai Gagal Penalti di Final Liga Champions

Marquinhos Bocorkan Obrolannya dengan Gabriel Usai Gagal Penalti di Final Liga Champions

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 12:34 WIB

Petinggi Real Madrid Desak Florentino Perez Boyong Declan Rice

Petinggi Real Madrid Desak Florentino Perez Boyong Declan Rice

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 11:25 WIB

PSG Samai Rekor Legendaris Barcelona, Cetak 45 Gol dalam Semusim Liga Champions

PSG Samai Rekor Legendaris Barcelona, Cetak 45 Gol dalam Semusim Liga Champions

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 12:55 WIB

Terkini

John Herdman Puji Rayhan Hannan, Pemain Berbakat Persija Jakarta yang Bermentalitas Kuat

John Herdman Puji Rayhan Hannan, Pemain Berbakat Persija Jakarta yang Bermentalitas Kuat

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 13:19 WIB

Fakta-fakta Laga Pertama Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 2026, Sekuat Apa Myanmar?

Fakta-fakta Laga Pertama Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 2026, Sekuat Apa Myanmar?

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 13:04 WIB

Respon Berkelas Joey Pelupessy Usai Bawa SK Lommel Naik Kasta: Ingin Promosi? Beli Saya!

Respon Berkelas Joey Pelupessy Usai Bawa SK Lommel Naik Kasta: Ingin Promosi? Beli Saya!

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 13:04 WIB

PSG Samai Rekor Legendaris Barcelona, Cetak 45 Gol dalam Semusim Liga Champions

PSG Samai Rekor Legendaris Barcelona, Cetak 45 Gol dalam Semusim Liga Champions

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 12:55 WIB

Marquinhos Bocorkan Obrolannya dengan Gabriel Usai Gagal Penalti di Final Liga Champions

Marquinhos Bocorkan Obrolannya dengan Gabriel Usai Gagal Penalti di Final Liga Champions

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 12:34 WIB

John Herdman Serius Bidik Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Bakal TC 20 Hari di Bali

John Herdman Serius Bidik Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Bakal TC 20 Hari di Bali

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 12:34 WIB

Gagal Rekrut Alisson Becker, Juventus Alihkan Target ke Eks Kiper Manchester United

Gagal Rekrut Alisson Becker, Juventus Alihkan Target ke Eks Kiper Manchester United

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 12:07 WIB

Kevin De Bruyne Blak-blakan Kecewa dengan Antonio Conte

Kevin De Bruyne Blak-blakan Kecewa dengan Antonio Conte

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 12:04 WIB

Al-Ittihad Ikut Bersaing Dapatkan Ibrahima Konate

Al-Ittihad Ikut Bersaing Dapatkan Ibrahima Konate

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 11:58 WIB

Mathew Baker Berpotensi Jadi Debutan Termuda Timnas Indonesia Jika Main di FIFA Matchday

Mathew Baker Berpotensi Jadi Debutan Termuda Timnas Indonesia Jika Main di FIFA Matchday

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 11:57 WIB