Timnas Inggris Target Juara Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel Kantongi Formula Redam Cuaca Ekstrem

Pebriansyah Ariefana

Senin, 01 Juni 2026 | 15:01 WIB
Timnas Inggris Target Juara Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel Kantongi Formula Redam Cuaca Ekstrem
Timnas Inggris (IG Timnas Inggris)
baca 10 detik
  • Thomas Tuchel sangat optimistis Timnas Inggris mampu menjuarai Piala Dunia karena kualitas skuad yang solid.

  • Timnas Inggris menggunakan teknologi sains olahraga mutakhir untuk mengantisipasi cuaca panas ekstrem Amerika Utara.

  • Beberapa pemain kunci mendapatkan libur tambahan demi memulihkan kebugaran fisik sebelum turnamen dimulai.

Suara.com - Juru taktik Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menegaskan kesiapan penuh timnya untuk mengakhiri puasa gelar dan mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Keyakinan ini didasarkan pada komitmen mendalam para pemain serta kesiapan taktis yang telah disusun matang oleh tim kepelatihan.

"Ketika saya terhubung kembali dengan pertandingan dan membangun sesi latihan serta pertemuan kami untuk menghubungkan kembali tim di Florida dengan apa yang telah kami bangun, saya melihat banyak kualitas," ujar Tuchel kepada Sky Sports News sebelum bertolak ke Amerika Serikat.

Pelatih Bayern Munich, Thomas Tuchel dikabarkan masuk bursa pelatih baru Manchester United. [JOHN MACDOUGALL / AFP]
Pelatih Bayern Munich, Thomas Tuchel dikabarkan masuk bursa pelatih baru Manchester United. [JOHN MACDOUGALL / AFP]

"Hal itu secara instan memberi saya keyakinan penuh dan kegembiraan bahwa kami bisa melangkah jauh," lanjutnya.

Mantan pelatih Chelsea tersebut mengungkapkan bahwa komunikasi intensif dengan skuadnya menunjukkan ikatan emosional yang sangat kuat. Bahkan, pemain yang tidak masuk dalam daftar panggil tetap memberikan dukungan moral yang luar biasa untuk keharmonisan tim.

"Kemudian hal-hal seperti panggilan telepon yang sulit, panggilan telepon besar, panggilan telepon positif, dan reaksi para pemain, itu memberi tahu Anda bahwa kami sudah memiliki koneksi."

"Itu memberi tahu saya bahwa para pemain peduli dan mereka sangat peduli. Kami mendapat reaksi yang indah dan menyentuh, bahkan dari para pemain yang tidak dipanggil dan mereka mendoakan yang terbaik untuk kami. Cara mereka bereaksi memberi tahu saya bahwa kami berada di jalur yang benar dan itu membuat saya secara pribadi bersemangat untuk berada dekat."

Pelatih Bayern Munich, Thomas Tuchel menghadiri konferensi pers jelang laga 16 besar Liga Champions kontra Lazio di Munich, Jerman. [ALEXANDRA BEIER / AFP]
Pelatih Bayern Munich, Thomas Tuchel menghadiri konferensi pers jelang laga 16 besar Liga Champions kontra Lazio di Munich, Jerman. [ALEXANDRA BEIER / AFP]

"Saya tidak sabar untuk naik ke pesawat, melihat ke belakang bahu saya, akhirnya memiliki tim di belakang saya dan tiba di Florida serta melakukan apa yang paling saya cintai, yaitu menjadi pelatih."

Sebanyak 21 dari 26 pemain yang dipanggil kini berkumpul di West Palm Beach, Miami, untuk menjalani pemusatan latihan adaptasi cuaca panas selama sepuluh hari.

baca juga

Langkah ini menjadi krusial mengingat turnamen akan berlangsung di bawah sengatan suhu tinggi Amerika Utara yang bisa mencapai nyaris 40 derajat Celsius.

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak main-main dalam mempersiapkan fisik para pemain Tiga Singa. Mereka melibatkan sport scientist untuk memetakan daya tahan tubuh setiap individu melalui simulasi ruang termal khusus di Barcelona tahun lalu.

Dalam uji coba tersebut, para pemain mengonsumsi tablet biometrik untuk memantau fluktuasi suhu internal tubuh saat beraktivitas berat hingga batas melelahkan.

Data ini krusial bagi tim medis dalam menyusun strategi pemulihan cepat (recovery) di tengah kelembapan udara yang diperkirakan menyentuh angka 75 persen.

Tuchel menyadari tantangan non-teknis ini berpotensi menguras fisik para pemainnya yang baru saja menyelesaikan kompetisi domestik yang padat. Kendati demikian, ia menolak menjadikannya sebagai alasan jika timnya gagal memenuhi target.

"Kondisinya bukan musuh terbesar kami, tetapi itu tidak menguntungkan kami setelah musim yang panjang dan sangat menuntut bagi para pemain kami," kata Tuchel.

"Akan ada banyak tantangan di Piala Dunia ini. Panas adalah salah satunya, tetapi kami sudah bersiap."

"Kami tahu reaksi individu para pemain terhadap panas dan kami memiliki strategi pendinginan."

"Kami mendapat bantuan dari Tim GB dan spesialis di seluruh dunia untuk menghasilkan solusi yang membantu para pemain beradaptasi."

"Kami tahu persis jumlah waktu yang kami inginkan untuk memaparkan mereka di pra-kamp, jumlah waktu ideal yang harus Anda latih di bawah sinar matahari dan kami juga tidak melakukan terlalu banyak."

"Lalu kenyatannya adalah bahwa pertandingan pertama [melawan Kroasia pada 17 Juni] berada di dalam ruangan dan AC dinyalakan, jadi itu seharusnya tidak menjadi masalah. Dari sana, kami harus beradaptasi."

"Itu adalah sebuah faktor tetapi tidak boleh diartikan bahwa kami sudah membuat alasan. Itu hanya tidak menguntungkan kami dan itu adalah rintangan yang harus diatasi."

Manajemen kebugaran menjadi fokus utama Tuchel menjelang laga uji coba pertama melawan Selandia Baru di Tampa. Empat pilar asal Arsenal—Bukayo Saka, Declan Rice, Noni Madueke, dan Ebere Eze—diberikan libur tambahan setelah tampil di final Liga Champions.

Kiper Dean Henderson yang baru saja menjuarai UEFA Conference League bersama Crystal Palace juga diprediksi absen di laga perdana. Mereka baru akan terintegrasi penuh saat Inggris menghadapi Kosta Rika di Orlando.

Untuk menjaga intensitas latihan tetap maksimal, Tuchel memanggil sejumlah talenta muda seperti Alex Scott, Ethan Nwaneri, Rio Ngumoha, Josh King, dan Luke Steele. Kehadiran para pemain muda ini memastikan simulasi taktis berjalan dengan kuantitas skuad yang lengkap.

Piala Dunia 2026 di Amerika Utara diprediksi menjadi salah satu turnamen paling menantang secara geografis dan iklim dalam sejarah sepak bola modern.

Bagi Inggris, turnamen ini menjadi pembuktian apakah integrasi teknologi sains olahraga dan kepemimpinan taktis Thomas Tuchel mampu menghadirkan bintang kedua di jersey mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prediksinya 3 Kali Benar Semua, Ekonom Jerman Ramal Belanda Sabet Gelar Piala Dunia 2026

Prediksinya 3 Kali Benar Semua, Ekonom Jerman Ramal Belanda Sabet Gelar Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 14:30 WIB

Karut-marut Administrasi SAFA Hambat Timnas Afrika Selatan Terbang ke Meksiko

Karut-marut Administrasi SAFA Hambat Timnas Afrika Selatan Terbang ke Meksiko

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 13:54 WIB

Lamine Yamal Sempat Takut Gagal Tampil di Piala Dunia 2026

Lamine Yamal Sempat Takut Gagal Tampil di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 11:21 WIB

Terkini

Febrie Adriansyah Bantah Terima Rp 40 Miliar dari Tan Kian:

Febrie Adriansyah Bantah Terima Rp 40 Miliar dari Tan Kian:

News | Jum'at, 04 September 2026 | 08:54 WIB

Perang AS-Iran Bikin Minyak Dunia Memanas, Harga Tembus US$95/Barel

Perang AS-Iran Bikin Minyak Dunia Memanas, Harga Tembus US$95/Barel

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 08:51 WIB

Tersiksa dengan Kabut Asap Kalimantan, Malaysia Desak ASEAN Tinjau Perjanjian AATHP

Tersiksa dengan Kabut Asap Kalimantan, Malaysia Desak ASEAN Tinjau Perjanjian AATHP

News | Jum'at, 04 September 2026 | 08:50 WIB

Frustrasi Berujung Darah: Alasan Memilukan Pria di Bojonegoro Habisi Nyawa Sang Ibu

Frustrasi Berujung Darah: Alasan Memilukan Pria di Bojonegoro Habisi Nyawa Sang Ibu

Jatim | Jum'at, 04 September 2026 | 08:48 WIB

Bukan Sekadar Berkarya, Menulis Bisa Bikin Hati dan Pikiran Lebih Lega

Bukan Sekadar Berkarya, Menulis Bisa Bikin Hati dan Pikiran Lebih Lega

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 08:45 WIB

Emas Melejit hingga Beras Melilit: Menakar Napas Ekonomi Lampung di Akhir 2026

Emas Melejit hingga Beras Melilit: Menakar Napas Ekonomi Lampung di Akhir 2026

Lampung | Jum'at, 04 September 2026 | 08:39 WIB

Bikin Heboh! Pertamina Batalkan Aturan Beli BBM Subsidi Pakai STNK

Bikin Heboh! Pertamina Batalkan Aturan Beli BBM Subsidi Pakai STNK

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 08:36 WIB

BGN Bakal Ubah Skema Insentif Dapur MBG Rp 6 Juta

BGN Bakal Ubah Skema Insentif Dapur MBG Rp 6 Juta

News | Jum'at, 04 September 2026 | 08:30 WIB

Cara BUMN Garap Potensi Ekonomi Pesisir

Cara BUMN Garap Potensi Ekonomi Pesisir

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 08:28 WIB

Mengapa Unhas Beri Gelar Honoris Causa kepada Xanana Gusmao?

Mengapa Unhas Beri Gelar Honoris Causa kepada Xanana Gusmao?

Sulsel | Jum'at, 04 September 2026 | 08:28 WIB

×