Cara BUMN Garap Potensi Ekonomi Pesisir

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 04 September 2026 | 08:28 WIB
Cara BUMN Garap Potensi Ekonomi Pesisir
Ilustrasi pesisir (pexels.com/Tom Fisk)
baca 10 detik
  • SIG tanam 5.000 mangrove dan cemara udang di Pantai Bahak Probolinggo.
  • Konservasi pesisir dipadukan dengan pengembangan UMKM dan ekowisata.
  • RBB 2026 melibatkan 110 relawan dari 53 BUMN di 11 lokasi.

Suara.com - Upaya pelestarian lingkungan mulai diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mendorong pengembangan kawasan Pantai Bahak, Probolinggo, Jawa Timur, melalui konservasi mangrove yang dipadukan dengan pemberdayaan UMKM dan pengembangan ekowisata.

Langkah tersebut dilakukan SIG melalui keterlibatannya dalam program Relawan Bakti BUMN (RBB) 2026 yang diinisiasi BP BUMN dan Danantara. SIG menjadi penanggung jawab pelaksanaan RBB Batch IX di Probolinggo dengan melibatkan 10 relawan dari berbagai perusahaan BUMN.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan keterlibatan perusahaan di Pantai Bahak menjadi momentum untuk melanjutkan konservasi yang telah dilakukan bersama masyarakat, komunitas, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, keberlanjutan ekosistem mangrove tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi fondasi bagi pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.

“Pantai Bahak memiliki potensi besar sebagai kawasan konservasi sekaligus ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Melalui RBB, kami mengajak relawan untuk tidak hanya melakukan penanaman mangrove, tapi juga belajar bersama masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir,” ujar Indrieffouny.

Mengusung tema GASPOL (Generasi Aktif Solidaritas Pesisir & Olah Lingkungan), program tersebut mengintegrasikan tiga sektor, yakni lingkungan, pemberdayaan UMKM dan ekowisata, serta pendidikan dan literasi ekosistem mangrove.

Dalam aspek lingkungan, para relawan melakukan penanaman 5.000 bibit mangrove dan cemara udang, membersihkan pantai, melepas 1.000 benih lele, mengecat kawasan, serta membangun rumah pembibitan.

Sementara dari sisi ekonomi, masyarakat pesisir mendapatkan pendampingan UMKM melalui workshop Go Digital, pengembangan branding, pemasaran melalui marketplace, hingga pelatihan ekowisata dan hospitality.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa konservasi kawasan pesisir tidak hanya ditempatkan sebagai agenda lingkungan, tetapi juga diarahkan menjadi bagian dari pengembangan ekonomi lokal. Kawasan mangrove yang terjaga dapat menjadi ruang edukasi sekaligus mendukung aktivitas wisata berbasis lingkungan dan usaha masyarakat.

baca juga

Program juga diperluas ke sektor pendidikan dan ketahanan pangan melalui kolaborasi dengan SPPG Tongas Probolinggo dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk SD Dungun 1 dan MTs Negeri 3 Probolinggo.

Para relawan memberikan edukasi mengenai gizi, kebersihan dan keamanan pangan, pengelolaan sampah, serta pencegahan food waste. Selain itu, mereka menggelar kelas inspirasi bagi siswa dan mengembangkan eco-library sebagai ruang edukasi dan penelitian mengenai ekosistem mangrove.

Bagi SIG, program tersebut merupakan kelanjutan dari upaya konservasi yang telah dilakukan di Pantai Bahak. Pada Agustus 2025, SIG bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menanam 17.845 bibit mangrove, sekaligus melakukan pelepasliaran burung pecuk padi hitam dan ibis kepala hitam serta menebarkan ratusan benih kepiting.

“Kami terus mendorong adanya pemeliharaan, edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas agar ekosistem mangrove dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan,” kata Indrieffouny.

Secara nasional, RBB Batch IX digelar serentak pada 16-19 Agustus 2026 di 11 lokasi, mulai dari Aceh Tamiang hingga Miangas, Sulawesi Utara. Program ini melibatkan 110 relawan dari 53 BUMN.

Selain mengirimkan 10 relawan ke Probolinggo, SIG juga mengirimkan Yulaikha Fatma dari PT Solusi Bangun Indonesia Tbk untuk mengikuti kegiatan pengabdian di Boyolali, Jawa Tengah.

Rangkaian kegiatan di Probolinggo kemudian ditutup dengan upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dan berbagai perlombaan bersama masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Pastikan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Pastikan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Video | Kamis, 03 September 2026 | 21:55 WIB

Macet Jakarta Bikin Ekonomi Tekor Rp100 Triliun

Macet Jakarta Bikin Ekonomi Tekor Rp100 Triliun

Foto | Kamis, 03 September 2026 | 18:11 WIB

Fenomena Gaji Baru Masuk Sudah Habis, Harga Kebutuhan Ekonomi Makin Mahal

Fenomena Gaji Baru Masuk Sudah Habis, Harga Kebutuhan Ekonomi Makin Mahal

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 17:45 WIB

Terkini

Keracunan MBG Mendunia, Media Internasional Miris Ratusan Siswa Jadi Korban

Keracunan MBG Mendunia, Media Internasional Miris Ratusan Siswa Jadi Korban

News | Jum'at, 04 September 2026 | 08:22 WIB

Debut Jepang! izna Rayakan Self Love dan Individualitas di Lagu Dumb Hot

Debut Jepang! izna Rayakan Self Love dan Individualitas di Lagu Dumb Hot

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 08:15 WIB

Komnas HAM Ungkap Biang Karhutla yang Terus Berulang

Komnas HAM Ungkap Biang Karhutla yang Terus Berulang

News | Jum'at, 04 September 2026 | 08:15 WIB

5 Shio Beruntung Hari Ini 4 September 2026, Urusan Mulai Lancar

5 Shio Beruntung Hari Ini 4 September 2026, Urusan Mulai Lancar

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 08:12 WIB

Apa Bedanya Gel Moisturizer dengan Cream Moisturizer dalam Mengunci Kelembapan?

Apa Bedanya Gel Moisturizer dengan Cream Moisturizer dalam Mengunci Kelembapan?

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 08:05 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Muncul, Sudaryono Akui BGN Sempat Drop

Kasus Keracunan MBG Kembali Muncul, Sudaryono Akui BGN Sempat Drop

News | Jum'at, 04 September 2026 | 08:00 WIB

300 Massa Aksi Ditangkap, SETAPOL Ungkap Kekerasan Aparat: Kondisinya Sangat Miris!

300 Massa Aksi Ditangkap, SETAPOL Ungkap Kekerasan Aparat: Kondisinya Sangat Miris!

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:55 WIB

The Let Them Theory: Buku dengan Konsep Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang

The Let Them Theory: Buku dengan Konsep Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 07:50 WIB

Ultimatum Kapolda DIY! Mahasiswa Tuntut Minta Maaf Soal Framing Video 'Cairan Merica'

Ultimatum Kapolda DIY! Mahasiswa Tuntut Minta Maaf Soal Framing Video 'Cairan Merica'

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:45 WIB

Bukan Sekadar Bencana Asap, Komnas HAM Soroti Hak 3 Juta Warga Terdampak Karhutla

Bukan Sekadar Bencana Asap, Komnas HAM Soroti Hak 3 Juta Warga Terdampak Karhutla

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:45 WIB

×