Suara.com - Harapan Prancis untuk mempertahankan dominasi global di Piala Dunia mendapat ancaman serius menyusul kabar cedera bek andalan mereka, William Saliba.
Pemain belakang berusia 25 tahun tersebut dilaporkan sangat diragukan bisa tampil akibat mengalami cedera punggung parah.
Dikutip dari ESPN, pemeriksaan medis lanjutan dijadwalkan berlangsung pada hari Senin untuk mengukur tingkat keparahan gangguan tulang belakang tersebut.

Kekhawatiran terbesar tim medis adalah keharusan sang pemain menjalani proses pemulihan jangka panjang yang memakan waktu berbulan-bulan.
Kehilangan palang pintu utama ini menjadi pukulan yang sangat telak bagi arsitek taktik Prancis, Didier Deschamps.
Krisis Lini Belakang Les Bleus
Komposisi lini pertahanan juara bertahan kini menyisakan lubang besar tanpa kehadiran sosok sekuat Saliba di area penalti.
Meski demikian, skuad Les Bleus masih memiliki opsi bek lain seperti Lucas Digne, Malo Gusto, dan Lucas Hernandez.
![Pemain Arsenal, William Saliba dan Ricardo Calafiori merayakan gelar liga setelah Manchester City ditahan imbang AFC Bournemouth pada Rabu dini hari (20/5/2026) [Arsenal]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/20/52798-arsenal-william-saliba-dan-calafiori.jpg)
Selain itu, Theo Hernandez, Ibrahima Konate, Jules Kounde, Maxence Lacroix, dan Dayot Upamecano juga siap dipanggil.
Di sisi lain, publik sepak bola sempat dikejutkan dengan keputusan Deschamps yang mencoret gelandang Real Madrid, Eduardo Camavinga.
Prancis sendiri tergabung dalam Grup I dan dijadwalkan bersaing ketat melawan Senegal, Irak, serta Norwegia.
Dampak Kelelahan Kompetisi Domestik
Masalah fisik yang menimpa Saliba diduga kuat akibat dari jadwal pertandingan yang sangat padat sepanjang musim ini.
Mantan pemain Saint-Etienne tersebut tercatat tampil dalam 50 dari total 63 pertandingan yang dilakoni Arsenal di semua ajang.
Peran vitalnya sukses membawa Meriam London merengkuh trofi Premier League dan menembus partai puncak Liga Champions.