Suara.com - Lini serang Bali United dipastikan mengalami perombakan besar untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027. Striker asing asal Montenegro, Boris Kopitovic, resmi menyudahi masa baktinya bersama klub asal Pulau Dewata tersebut.
Manajemen Serdadu Tridatu memilih untuk tidak memperbarui masa kerja pemain bernomor punggung sembilan itu. Keputusan strategis ini diambil setelah kedua belah pihak menyelesaikan kerja sama yang telah berjalan selama 18 bulan.
Langkah melepas penyerang asing ini menjadi sinyal kuat bahwa manajemen tengah melakukan evaluasi total pada produktivitas tim. Kepergian sang juru gedor sekaligus membuka slot pemain asing baru untuk memperkuat daya dobrak musim depan.

“Boris telah banyak berjuang untuk Bali United dan kami dari manajemen mengucapkan terima kasih yang mendalam,” kata Chief Executive Officer (CEO) Bali United Yabes Tanuri di Gianyar, Bali, Selasa.
Boris Kopitovic pertama kali mendarat di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada awal tahun 2025 lalu. Sejak saat itu, pemain berusia 31 tahun tersebut langsung diplot menjadi tumpuan utama di lini depan.
Sepanjang bergulirnya kompetisi Super League 2025/2026, Boris tercatat tampil dalam 32 pertandingan resmi. Dari puluhan laga tersebut, ia menyumbang kontribusi berupa delapan gol dan tiga umpan matang.
Ketajaman Boris sebenarnya sudah terlihat sejak awal kedatangannya pada paruh musim sebelumnya. Saat baru bergabung, ia membukukan enam gol serta dua assist dari total 15 penampilan di lapangan.
Secara keseluruhan, bomber jangkung ini mengoleksi 14 gol dan lima assist dari 47 laga bersama Bali United. Total menit bermain yang ia lalui di lapangan hijau mencapai 3.896 menit.
Kehilangan Boris Kopitovic memperpanjang daftar pemain pilar yang angkat kaki dari Bali United pekan ini. Skuad asuhan Serdadu Tridatu tampak sedang melakukan cuci gudang besar-besaran demi menyegarkan komposisi tim.
Sebelum sang striker asing hengkang, dua penyerang sayap lokal juga sudah dipastikan tidak lagi bertahan. Kehilangan para pemain senior ini menjadi tantangan berat sekaligus ruang transisi bagi tim.
Nama penyerang sayap lincah M Rahmat menjadi salah satu pilar lokal yang resmi dilepas manajemen. Tidak berselang lama, giliran penyerang sayap senior Yabes Roni yang juga menyusul pamit dari klub.
Manajemen Bali United kini bergerak cepat bergerak di lantai bursa transfer musim panas. Perburuan pemain baru menjadi prioritas utama guna mengisi kekosongan yang ditinggalkan para pilar ofensif.
Sejumlah nama pemain potensial kini masuk dalam radar bidikan manajemen untuk didatangkan dalam waktu dekat. Penguatan skuad ini ditargetkan rampung sebelum sepak mula kompetisi kasta tertinggi Indonesia dimulai.
Langkah agresif di bursa transfer sangat diperlukan mengingat ketatnya persaingan gelar juara musim depan. Penyegaran komposisi pemain diharapkan mampu mengembalikan konsistensi performa Bali United di papan atas.