- PSSI menerima piagam rekor MURI atas penyelenggaraan kursus bagi 2.500 pelatih sepak bola dan 500 pelatih futsal.
- Penghargaan diserahkan oleh MURI di Stadion Arcamanik, Bandung, pada Rabu, 3 Juni 2026, kepada perwakilan pengurus PSSI.
- Program ini bertujuan memperkuat fondasi pembinaan usia muda melalui peningkatan kualitas pelatih dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Suara.com - PSSI secara resmi menerima piagam pencanangan pemecahan rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Penghargaan bergengsi ini diberikan atas inisiatif monumental PSSI dalam menyelenggarakan program peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) olahraga berskala masif, yakni Kursus 2.500 Pelatih Sepak Bola Lisensi D dan Kursus 500 Pelatih Futsal.
Penyerahan piagam pencanangan rekor dilakukan sebelum kick-off pertandingan FIFA Women's Matchday antara Timnas Putri Indonesia melawan Singapura oleh Wakil Direktur Utama MURI, Osmar Semesta Susilo, di Stadion Arcamanik, Bandung, Rabu (3/6/2026).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang juga Pelaksana Tugas Ketua PSSI Jawa Barat, Vivin Cahyani Sungkono, serta Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi.
Langkah ini menjadi bentuk pengakuan resmi bahwa program strategis yang diinisiasi PSSI memiliki potensi besar dan memenuhi kriteria untuk dicatat sebagai rekor nasional baru di bidang pengembangan olahraga.
Erick Thohir: Fondasi Pembinaan Harus Diperkuat
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan bahwa akselerasi pencetakan pelatih berlisensi merupakan pilar fundamental dalam transformasi sepak bola nasional.
Melalui kehadiran 2.500 pelatih sepak bola Lisensi D baru serta 500 pelatih futsal yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia, PSSI berkomitmen membangun fondasi pembinaan usia muda yang kuat, terstruktur, dan berbasis sport science modern.
Hal ini dinilai krusial demi menjamin keberlanjutan talenta berbakat yang akan mengisi skuad tim nasional pada masa depan.
"Kita tidak bisa bicara prestasi Timnas jika tidak membenahi kualitas dan kuantitas pelatih di akar rumput (grassroots). Lewat program masif ini, kita melipatgandakan pondasi pembinaan sepak bola Indonesia," ujar Erick Thohir dalam keterangannya.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang juga Pelaksana Tugas Ketua PSSI Jawa Barat, Vivin Cahyani Sungkono, menekankan pentingnya sinergi dan standardisasi kurikulum kepelatihan, baik untuk sepak bola maupun futsal.
"Tantangan terbesar ke depan adalah memastikan ilmu kepelatihan modern ini benar-benar terimplementasi dengan baik. Kehadiran 500 pelatih futsal baru berskala nasional juga menjadi suntikan energi luar biasa mengingat prestasi futsal kita yang terus meroket di Asia," kata Vivin Sungkono.
Didukung Pemprov Jabar dan Dikawal MURI
Seluruh rangkaian program pelatihan berskala besar ini berhasil terselenggara berkat dukungan penuh dan kolaborasi strategis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memfasilitasi penyediaan venue utama serta infrastruktur lapangan pendukung selama kursus berlangsung.
PSSI pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemprov Jawa Barat dan pihak MURI atas dukungan yang diberikan.
Dukungan fasilitas yang representatif dari Pemprov Jabar dinilai menjadi faktor penting sehingga pelaksanaan kursus dapat berjalan lancar dan kondusif.
Proses pencatatan rekor ini akan terus dikawal bersama MURI melalui tahapan verifikasi teknis dan pemenuhan seluruh persyaratan hingga rangkaian program selesai sepenuhnya.
Fakta Utama Program Pencanangan Rekor MURI PSSI
- Melibatkan total 3.000 tenaga pelatih baru di seluruh Indonesia.
- Komponen sepak bola: kursus sertifikasi untuk 2.500 pelatih Sepak Bola Lisensi D.
- Komponen futsal: kursus sertifikasi untuk 500 pelatih futsal berskala nasional.
- Mitra strategis fasilitas: didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).
- Otoritas pengesah: dicanangkan dan diverifikasi langsung oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) per 3 Juni 2026.