- Timnas Iran akan berangkat ke Meksiko pada 6 Juni meski status visa Amerika Serikat belum mendapatkan kejelasan resmi.
- Skuad Iran tengah menyelesaikan pemusatan latihan di Turki untuk mematangkan taktik sebelum bertanding di Piala Dunia 2026.
- Pemerintah Amerika Serikat memperketat pemeriksaan administratif terhadap delegasi Iran yang akan bertanding di turnamen global tersebut.
Suara.com - Timnas Iran dilaporkan tetap melanjutkan rencana perjalanan mereka menuju Meksiko untuk menyambut turnamen Piala Dunia 2026.
Padahal izin masuk berupa visa menuju Amerika Serikat hingga saat ini masih belum menemui kejelasan utuh.
Dengan sisa waktu kurang dari dua pekan sebelum kompetisi akbar tersebut digulirkan, ketidakpastian administratif ini tentu membayangi masa persiapan tim yang dijuluki Team Melli tersebut.
Melalui pernyataan resmi di kanal media sosial mereka, federasi sepak bola Iran mengonfirmasi bahwa rombongan tim akan bertolak meninggalkan tempat pemusatan latihan di Antalya, Turki, pada 6 Juni.
Skuad Iran dijadwalkan melakukan transit di Spanyol terlebih dahulu sebelum akhirnya mendarat di Tijuana, Meksiko, pada pagi hari tanggal 7 Juni.
Saat ini, skuad Iran tengah merampungkan fase pemusatan latihan (TC) pamungkas mereka di Turki guna mematangkan kesiapan taktis.
Sebagai bagian dari program latihan, mereka dijadwalkan melakoni laga uji coba tertutup tanpa penonton dan tertutup dari liputan media melawan Mali pada hari Kamis demi menyempurnakan strategi permainan.
![Timnas Iran resmi bertolak ke Turki untuk menjalani pemusatan latihan jelang Piala Dunia 2026. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/19/91858-timnas-iran.jpg)
Sepanjang menjalani rangkaian persiapan di Antalya, skuad Iran tercatat telah melakoni tiga pertandingan persahabatan.
Team Melli sukses memetik kemenangan saat bersua Kosta Rika dan Gambia, namun dipaksa mengakui keunggulan Nigeria.
Mengenai kendala visa, Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, sebelumnya sempat mengutarakan harapan agar skuadnya bisa terlebih dahulu memperoleh visa masuk Meksiko sebelum proses penerbitan visa Amerika Serikat dipercepat oleh otoritas terkait.
Kendati demikian, hingga kini otoritas sepak bola Iran belum memberikan konfirmasi resmi perihal status penerbitan visa untuk kedua negara tersebut.
Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan secara bersama oleh Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko dijadwalkan berlangsung dari tanggal 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.
Skuad Team Melli tergabung di Grup G dan dijadwalkan akan menantang Selandia Baru pada tanggal 15 Juni, diikuti laga kontra Belgia pada 21 Juni di Los Angeles.
Pada laga pemungkas grup, mereka akan bersua Mesir di Seattle pada tanggal 26 Juni.
Persoalan izin masuk ini kian menjadi sorotan tajam setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menegaskan bahwa pemerintah Washington akan menerapkan pengawasan dan pemeriksaan administratif yang sangat ketat terhadap seluruh anggota delegasi Iran.
Rubio memperingatkan bahwa pihak berwenang AS tidak akan memberikan toleransi bagi individu yang terindikasi memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), sekalipun kedatangan mereka bertujuan untuk berpartisipasi dalam agenda olahraga global.
Kekhawatiran akan kelancaran perjalanan ini sebenarnya telah mencuat sejak bulan April lalu, ketika rombongan FFIRI yang dipimpin oleh Mehdi Taj dilaporkan terpaksa dipulangkan dari Toronto, Kanada, akibat kendala imigrasi setempat meskipun kala itu mereka telah mengantongi visa resmi yang sah.
Sejak insiden tersebut, pihak berwenang sepak bola Iran terus mengupayakan jaminan tertulis agar masalah imigrasi serupa tidak mengganggu keikutsertaan timnas mereka sepanjang turnamen berlangsung.