Kisah Austria Akhiri Kutukan 28 Tahun di Piala Dunia 2026 Bersama Heavy Pressing Ralf Rangnick

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 07 Juni 2026 | 19:36 WIB
Kisah Austria Akhiri Kutukan 28 Tahun di Piala Dunia 2026 Bersama Heavy Pressing Ralf Rangnick
Gelandang Timnas Austria, Marcel Sabitzer (tengah) merayakan golnya ke gawang Belanda pada laga Euro 2024 di Olympiastadion Berlin, Jerman, Selasa (25/6/2024) malam WIB. [Christophe SIMON / AFP]
baca 10 detik
  • Austria mengakhiri masa penantian 28 tahun untuk tampil kembali di putaran final Piala Dunia.

  • Pelatih Ralf Rangnick menerapkan strategi pressing agresif dengan kombinasi pemain senior dan daun muda.

  • Das Team tergabung di Grup J bersama tim kuat Argentina, Aljazair, dan juga Yordania.

Suara.com - Timnas Austria resmi menyudahi penantian panjang hampir tiga dekade untuk kembali bersaing di panggung tertinggi sepak bola sejagat. Pasukan Das Team datang ke Piala Dunia 2026 dengan mengusung filosofi sepak bola menekan yang radikal.

Kembalinya Austria setelah absen sejak 1998 memicu peta persaingan baru yang sengit di Grup J. Mereka dijadwalkan bentrok dengan sang juara bertahan Argentina, Aljazair, dan Yordania.

Lolosnya Das Team membuktikan konsistensi mereka sebagai kekuatan baru Eropa yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Turnamen ini menjadi panggung pembuktian bahwa capaian impresif terdahulu bukan sekadar keberuntungan sesaat.

Pelatih kepala Austria Ralf Rangnick menyaksikan pertandingan sepak bola Grup D UEFA Euro 2024 antara Austria dan Prancis di Duesseldorf Arena di Duesseldorf pada Senin (17/6/2024). (ANTARA/AFP/Patricia De Melo Moreira)
Pelatih kepala Austria Ralf Rangnick menyaksikan pertandingan sepak bola Grup D UEFA Euro 2024 antara Austria dan Prancis di Duesseldorf Arena di Duesseldorf pada Senin (17/6/2024). (ANTARA/AFP/Patricia De Melo Moreira)

Arsitek tim Ralf Rangnick tetap setia pada cetak biru permainan agresif yang menuntut kepungan tinggi sejak area pertahanan lawan. Skema ini diprediksi membuat lini belakang rival di Grup J berada dalam tekanan konstan.

Pengamat meyakini Austria berpotensi besar menemani Argentina lolos ke fase gugur apabila mampu meredam ambisi Aljazair. Duel taktis antara wakil Eropa dan Afrika tersebut dipastikan menjadi kunci penentu nasib mereka.

Komposisi skuad yang diboyong ke Amerika Utara mengombinasikan ketenangan pemain kawakan dengan ledakan energi pilar muda. Sosok David Alaba dari Real Madrid kembali memimpin rekan-rekannya sebagai jangkar moral di ruang ganti.

Pelatih Timnas Austria, Ralf Rangnick di Euro 2024. [JOHN MACDOUGALL / AFP]
Pelatih Timnas Austria, Ralf Rangnick di Euro 2024. [JOHN MACDOUGALL / AFP]

Aliran bola dan kreativitas permainan akan bertumpu penuh pada duet gelandang dinamis, Marcel Sabitzer serta Konrad Laimer. Sementara itu, ketajaman lini serang masih mempercayakan penyerang gaek berusia 37 tahun, Marko Arnautovic.

Daya kejut Das Team dipastikan bertambah menyusul bergabungnya talenta menjanjikan seperti Paul Wanner dan Carney Chukwuemeka. Kedua pemain muda berbakat tersebut memutuskan untuk mengenakan seragam Austria pada tahun ini.

Namun, kekuatan taktis Austria sedikit tereduksi akibat cedera paha parah yang menimpa gelandang andalan Christoph Baumgartner. Rangnick mengambil keputusan berani dengan tidak memanggil nama baru untuk mengisi slot kosong tersebut.

baca juga

Absennya Baumgartner memaksa sisa gelandang yang ada seperti Florian Grillitsch dan Nicolas Seiwald bekerja ekstra keras. Keseimbangan tim diuji untuk mempertahankan intensitas tinggi yang menjadi identitas utama mereka.

Sejarah mencatat prestasi tertinggi Austria di kompetisi global ini terjadi pada edisi 1954 silam saat mengunci peringkat ketiga. Setelah momentum emas tersebut, prestasi sepak bola negara Eropa Tengah ini cenderung mengalami pasang surut.

Penampilan terakhir mereka di Piala Dunia tercatat pada edisi Prancis 1998 sebelum akhirnya tenggelam selama enam edisi beruntun. Kebangkitan mulai terlihat secara masif ketika mereka tampil mengejutkan pada ajang Piala Eropa 2024 lalu.

Saat itu, anak asuh Ralf Rangnick melesat menjadi juara grup menyingkirkan tim raksasa sekelas Prancis dan Belanda. Langkah impresif mereka baru terhenti setelah dipaksa menyerah oleh Turki di fase 16 besar.

Kini dengan mayoritas pemain yang merumput di liga-liga elite Eropa, Austria siap mengulangi impresi magis tersebut. Petualangan mereka di Grup J akan diawali dengan menghadapi tantangan Yordania pada pertengahan Juni nanti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peta Kekuatan Timnas Selandia Baru di Piala Dunia 2026, Chris Wood Jadi Tumpuan Utama

Peta Kekuatan Timnas Selandia Baru di Piala Dunia 2026, Chris Wood Jadi Tumpuan Utama

Bola | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:16 WIB

Menanti Magis Ralf Rangnick: Mampukah Timnas Austria Jadi Kuda Hitam di Piala Dunia 2026?

Menanti Magis Ralf Rangnick: Mampukah Timnas Austria Jadi Kuda Hitam di Piala Dunia 2026?

Bola | Minggu, 07 Juni 2026 | 17:09 WIB

Peta Kekuatan Timnas Argentina di Piala Dunia 2026: Daftar Pemain dan Jadwal Pertandingan

Peta Kekuatan Timnas Argentina di Piala Dunia 2026: Daftar Pemain dan Jadwal Pertandingan

Bola | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×