- Ehsan Hajsafi mengkritik FIFA atas lambatnya proses penerbitan visa bagi delegasi Timnas Iran jelang Piala Dunia 2026.
- Masalah administratif visa memaksa skuad Iran memindahkan markas latihan dari Arizona ke Tijuana karena staf penting tertahan.
- Pemerintah Amerika Serikat memperketat pengawasan visa delegasi Iran dengan alasan keamanan nasional terkait hubungan dengan pihak tertentu.
Suara.com - Tensi tinggi antara dunia olahraga dan politik kembali memuncak menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.
Bek senior Timnas Iran, Ehsan Hajsafi, melontarkan kritik tajam kepada FIFA terkait lambatnya proses penerbitan visa bagi delegasi negaranya.
Masalah administrasi ini memaksa skuad berjuluk Team Melli memindahkan markas latihan mereka dari Arizona, Amerika Serikat, ke wilayah perbatasan di Tijuana, Meksiko.
Kekecewaan di Balik Kedatangan Tim
Meskipun tim telah mendarat dengan selamat di Meksiko pada Minggu waktu setempat, Hajsafi mengaku kecewa karena banyak staf penting yang masih tertahan.
"Pertama-tama, kami sangat senang bahwa tim akhirnya tiba, dan kami sangat gembira akan hal itu," ujar Hajsafi menyambut kedatangan rekan-rekannya dikutip dari ESPN, Senin (8/6/2026).
Namun, kebahagiaan itu segera berubah menjadi keluhan yang dialamatkan langsung kepada otoritas tertinggi sepak bola dunia.
"Dengan segala hal yang terjadi, visa akhirnya diterbitkan. Secara pribadi, saya memiliki keluhan terhadap FIFA. Mengapa proses ini memakan waktu sangat lama?" tegas Hajsafi mempertanyakan birokrasi turnamen.
Berdasarkan informasi yang ia terima, visa masuk ke Amerika Serikat sejauh ini hanya diberikan kepada para pemain dan segelintir staf kepelatihan.
Pejabat Federasi Iran Masih Tertahan
![Ehsan Hajsafi kritik FIFA karena lambat mengurus visa delegasi Iran jelang Piala Dunia 2026. Sejumlah pejabat federasi masih belum bisa masuk ke Amerika Serikat. [Dok. IG Teammelli]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/08/61892-timnas-iran-jelang-piala-dunia-2026.jpg)
Nama-nama penting seperti Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran, Hedayat Mombeini, dan Wakil Presiden Mehdi Mohammad Nabi dikabarkan belum mengantongi izin masuk.
Selain petinggi federasi, manajer tim, direktur eksekutif, hingga direktur media juga dilaporkan mengalami kendala serupa dalam pengurusan dokumen perjalanan.
Hajsafi menegaskan bahwa peran para ofisial tersebut sangat vital bagi kelancaran operasional tim selama menjalani pertandingan di Los Angeles dan Seattle.
"Sayangnya, beberapa anggota kunci dari staf kepelatihan kami, yang perannya sangat penting di dalam tim, tidak diberikan visa," tutur Hajsafi.
Melalui pernyataan terbukanya, ia mendesak FIFA untuk segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut sebelum laga pertama dimulai.
"Dari sini, saya ingin meminta FIFA untuk menangani masalah ini agar, insya Allah, situasi ini dapat diselesaikan dalam beberapa hari ke depan," ucapnya penuh harap.
Amerika Serikat Perketat Pengawasan Delegasi Iran
Di sisi lain, otoritas Amerika Serikat memberikan sinyal bahwa kendala visa tersebut berkaitan dengan alasan keamanan nasional.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan pihaknya akan memantau secara ketat setiap anggota delegasi yang terindikasi memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
"Kami tidak memiliki masalah dengan para atlet, seperti yang kami nyatakan sebelumnya, atau staf pendukung mereka," ujar Rubio dalam sebuah sidang parlemen.
Rubio menegaskan bahwa pemerintah AS tidak akan mengizinkan individu tanpa latar belakang olahraga yang jelas untuk masuk melalui rombongan delegasi resmi.
Muncul pula dugaan dari sejumlah pejabat Amerika Serikat bahwa beberapa pemohon visa dari pihak Iran mencoba masuk dengan alasan yang tidak sesuai atau menggunakan pretensi palsu.
Tantangan Berat Team Melli di Grup G
Terlepas dari polemik visa, kondisi fisik para pemain Iran dilaporkan cukup baik meski kompetisi domestik mereka terhenti dalam beberapa bulan terakhir.
Sebanyak 17 pemain dalam skuad final diketahui bermain di klub lokal yang tidak lagi berkompetisi sejak Februari akibat situasi konflik di dalam negeri.
Iran dijadwalkan menjalani laga pembuka Grup G melawan Selandia Baru pada 15 Juni di California, sebelum menghadapi Belgia dan Mesir pada pertandingan berikutnya.
Skenario menarik bahkan bisa tercipta apabila Iran dan Amerika Serikat sama-sama lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up grup masing-masing dan bertemu di Texas.
Perjalanan Iran di Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi salah satu cerita paling menarik karena harus berjalan di tengah bayang-bayang konflik geopolitik global.