- Christian Eriksen kembali kolaps di lapangan namun berhasil selamat berkat alat ICD
- Eriksen bersyukur alat tersebut berfungsi sebagaimana mestinya dan menyelamatkan nyawanya saat dibutuhkan.
- Meski ingin melanjutkan karier, tekanan untuk pensiun meningkat karena risiko kesehatan serius, sehingga masa depan Eriksen di sepak bola masih belum pasti.
Suara.com - Gelandang Denmark Christian Eriksen akhirnya keluar dari rumah sakit setelah mengalami kolaps di lapangan untuk kedua kalinya dalam lima tahun terakhir.
Tak takut akan kembali kolaps untuk ketiga kali dan bisa saja berakibat fatal, Eriksen memberi sinyal kuat belum ingin pensiun dari sepak bola.
Pemain berusia 34 tahun itu sempat memegang dadanya sebelum terjatuh saat laga persahabatan Denmark melawan Ukraina.
Alat implan jantung (ICD) yang dipasang sejak insiden 2021 kembali bekerja dan memberikan kejut listrik untuk memulihkan ritme jantungnya.
Dalam pernyataan resmi, Eriksen menegaskan kondisi kali ini berbeda.
“Saya ingin meyakinkan semua orang bahwa ini situasi yang berbeda dari 2021. Saya merasa baik dan pemulihan saya sudah dimulai,” ujarnya.
Ia mengaku kejut dari ICD berdampak besar bagi dirinya dan keluarga.
![Insiden tak sadarkan diri Christian Eriksen dalam laga uji coba melawan Ukraina di Odense memunculkan tanda tanya besar soal masa depannya di sepak bola. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/08/69602-christian-eriksen.jpg)
Namun, Eriksen bersyukur alat tersebut berfungsi sebagaimana mestinya dan menyelamatkan nyawanya saat dibutuhkan.
Untuk sementara, fokusnya adalah pemulihan dan keluarga.
“Saya akan menghabiskan waktu bersama keluarga, berlibur, dan bermain sepak bola dengan anak-anak saya,” katanya.
Meski demikian, desakan agar Eriksen pensiun mulai muncul.
Mantan gelandang Real Madrid dan Everton, Thomas Gravesen, menilai keselamatan harus menjadi prioritas utama.
“Ini bukan lagi soal karier, ini soal hidupnya. Apa yang dia lakukan terhadap keluarganya? Sepak bola jadi tidak relevan dalam situasi seperti ini,” tegas Gravesen.
Dokter jantung Henning Molgaard dilansir dari Dailymail, menyebut risiko kejadian serupa tetap ada di masa depan, meski alat ICD telah menyelamatkan Eriksen.
Molgaard juga menilai banyak klub profesional kemungkinan enggan mengambil risiko merekrut pemain dengan kondisi tersebut.
Insiden ini kembali mengingatkan dunia pada kolaps Eriksen di Euro 2021 yang sempat mengguncang publik sepak bola global.
Kini, masa depan sang gelandang masih menjadi tanda tanya di tengah pertimbangan kesehatan dan kariernya.