- Panama memperoleh kedaulatan penuh atas Terusan Panama pada tahun 1999 setelah lepas dari kendali Amerika Serikat.
- Partisipasi Panama dalam Piala Dunia 2018 menjadi simbol kebanggaan nasional setelah gol bersejarah Felipe Baloy tercipta.
- Panama akan tampil di Piala Dunia 2026 sebagai upaya menegaskan identitas bangsa melalui prestasi di sepak bola.
Suara.com - Perjalanan Timnas Panama menuju Piala Dunia 2026 bukan sekadar soal sepak bola.
Di balik keikutsertaan mereka, tersimpan cerita panjang tentang sejarah, kedaulatan, dan identitas bangsa yang terbentuk selama lebih dari satu abad.
Negara di Amerika Tengah itu dikenal dunia lewat Terusan Panama, jalur strategis yang menghubungkan dua samudra dan menggerakkan perdagangan global.
Namun, di balik perannya yang vital, Panama pernah hidup dalam bayang-bayang kendali asing atas wilayah paling pentingnya.
Panama pertama kali lahir sebagai negara pada 1903 setelah memisahkan diri dari Kolombia.
Namun, kemerdekaan itu tak sepenuhnya utuh karena Amerika Serikat segera mengambil alih kendali atas Zona Terusan Panama, wilayah yang menjadi jantung ekonomi dan geopolitik negara tersebut.
Selama puluhan tahun, kondisi ini menciptakan paradoks.
![Timnas Panam di Piala Dunia 2026 [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/09/56880-timnas-panama.jpg)
Panama berdiri sebagai negara merdeka, tetapi belum sepenuhnya berdaulat atas wilayah yang menentukan posisinya di dunia.
Momentum penting baru datang pada 1999.
Setelah kesepakatan panjang, Panama akhirnya mengambil alih kontrol penuh atas Terusan Panama.
Presiden saat itu, Mireya Moscoso, menyebut momen tersebut sebagai tonggak sejarah.
“Panama akhirnya mencapai kedewasaan sebagai sebuah bangsa,” ujarnya dilansir TycSport.
Sejak saat itu, Panama mulai membangun identitas baru, tak hanya sebagai jalur perdagangan dunia, tetapi juga sebagai negara yang berkembang di berbagai bidang, termasuk sepak bola.
Perubahan signifikan terjadi saat Panama lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia.
Meski kalah di semua laga, momen gol bersejarah Felipe Baloy ke gawang Inggris menjadi simbol kebanggaan nasional yang tak terlupakan.
Gol tersebut bukan sekadar angka di papan skor.
Itu adalah tanda bahwa Panama telah tiba di panggung dunia, bukan lagi sekadar penonton.
Kini, Panama kembali ke Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat—negara yang memiliki keterkaitan sejarah panjang dengan mereka.
Namun, kali ini situasinya berbeda.
Panama datang bukan hanya untuk berpartisipasi, tetapi untuk bersaing.
Tim nasional mereka telah berkembang menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kawasan Concacaf.
Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan bagi Panama untuk menegaskan identitas barunya.
Jika selama ini dunia mengenal mereka karena letaknya yang strategis, kini Panama ingin dikenang karena prestasi di lapangan hijau.
Sepak bola pun menjadi simbol baru perjalanan bangsa.
Dari negara yang lahir dua kali, Panama kini berusaha menulis babak baru, di panggung terbesar sepak bola dunia.