- Federasi Sepak Bola Iran menuduh Amerika Serikat membatalkan alokasi tiket suporter mereka secara sepihak menjelang Piala Dunia 2026.
- Kebijakan sepihak tersebut menyebabkan banyak pendukung Iran gagal menyaksikan pertandingan fase grup secara langsung di Amerika Serikat.
- Pemerintah Amerika Serikat membatasi akses masuk tim Iran, termasuk kewajiban kembali ke Meksiko setelah setiap laga selesai.
Suara.com - Federasi Sepak Bola Iran menuduh Amerika Serikat menghalangi suporter mereka untuk menghadiri pertandingan fase grup Piala Dunia 2026.
Tuduhan ini muncul setelah alokasi tiket resmi Iran disebut ditarik hanya beberapa hari sebelum laga perdana.
Dalam pernyataannya, federasi Iran mengungkap bahwa jatah tiket yang biasanya diberikan kepada setiap peserta turnamen telah dibatalkan secara sepihak.
Keputusan ini membuat banyak pendukung yang sudah merencanakan perjalanan ke Amerika Serikat gagal menyaksikan pertandingan secara langsung.
“Keputusan ini telah menghilangkan kesempatan suporter Iran untuk mendapatkan tiket melalui jalur resmi,” tulis federasi.
Pihak federasi juga menegaskan bahwa sebagian fans sudah mengatur perjalanan jauh sebelum keputusan tersebut diumumkan.
![Ilustrasi Tiket Piala Dunia 2026 [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/28/76117-tiket-piala-dunia-2026.jpg)
Sesuai sistem FIFA, setiap federasi umumnya memperoleh sekitar 8 persen dari kapasitas stadion untuk didistribusikan kepada pendukungnya.
Iran sebelumnya telah mempersiapkan distribusi tiket untuk laga melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.
Situasi ini menambah ketegangan dalam perjalanan Iran di Piala Dunia 2026.
Seluruh pertandingan fase grup Iran dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, namun markas tim dipindahkan ke Tijuana, Meksiko, akibat kendala visa dan perjalanan.
Pemain serta staf utama telah mendapatkan visa untuk bertanding di AS, tetapi beberapa pejabat tim masih menunggu persetujuan.
Bahkan, diplomat Iran menyebut tim hanya diizinkan masuk ke wilayah AS pada hari pertandingan sebelum kembali ke Meksiko setelah laga usai.
Hingga kini, FIFA dan panitia penyelenggara di Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.
Kondisi ini memicu pertanyaan soal netralitas dan perlakuan setara dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia.