- Timnas Prancis memiliki kedalaman lini serang luar biasa dengan pemain-pemain elite seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, Ousmane Dembele, dan Marcus Thuram.
- Didier Deschamps menghadapi tantangan besar untuk meramu seluruh talenta tersebut dalam formasi 4-2-3-1 tanpa mengganggu keseimbangan tim.
- Piala Dunia 2026 menjadi misi terakhir Deschamps bersama Les Bleus sekaligus peluang besar bagi Prancis untuk kembali merebut gelar juara dunia.
Dembele rata-rata menciptakan satu kontribusi gol setiap 71 menit, disusul Mbappe setiap 75 menit, dan Olise setiap 84 menit saat berada di lapangan.
Kejutan lain dalam skuad mewah ini adalah kehadiran Jean-Philippe Mateta yang baru saja membantu Crystal Palace menjuarai UEFA Conference League.
Mateta tak hanya tajam di depan gawang, tetapi juga menempati peringkat kelima di Eropa dalam statistik tekanan tinggi terhadap pertahanan lawan.
Di belakang para penyerang tersebut, masih ada Rayan Cherki dari Manchester City yang menjadi salah satu kreator peluang paling produktif di Eropa musim ini.
Belum lagi nama-nama seperti Desire Doue, Bradley Barcola, dan Marcus Thuram yang menambah kedalaman luar biasa di sektor serangan.
Tantangan Besar Didier Deschamps
Tantangan terbesar bagi Deschamps saat ini adalah menemukan struktur permainan ideal yang mampu menampung semua bakat tersebut tanpa mengorbankan keseimbangan tim.
Sebagai solusi taktis, Deschamps diperkirakan tetap mengandalkan formasi 4-2-3-1 yang menjadi andalannya dalam dua edisi Piala Dunia terakhir.
Sejak berakhirnya Euro 2024, Prancis tercatat memulai sekitar 75 persen pertandingan internasional dengan menggunakan skema tersebut.
Dominasi serangan Prancis melalui formasi itu terbukti mampu membuat lawan tertekan dan bertahan lebih dalam.
Kini, ujian pertama bagi lini depan mewah Les Bleus adalah menghadapi Senegal yang berambisi mengulang kejutan kemenangan mereka atas Prancis pada Piala Dunia 2002.
Misi Terakhir Deschamps Menuju Gelar Dunia
Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan terakhir Didier Deschamps untuk menutup kiprahnya bersama Timnas Prancis dengan trofi juara dunia.
Status sebagai salah satu tim dengan materi pemain terbaik membuat Les Bleus masuk dalam daftar kandidat kuat juara bersama Argentina, Spanyol, Brasil, dan Inggris.
Namun, keberhasilan mereka akan sangat bergantung pada kemampuan Deschamps menyatukan para pemain bintang dalam satu sistem yang efektif.
Dengan kombinasi ketajaman, kreativitas, dan pengalaman yang dimiliki, Prancis memiliki semua modal untuk kembali berdiri di puncak dunia.