- Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Mozambik 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Selasa, 9 Juni 2026.
- Penyerang Ole Romeny mencetak gol tunggal kemenangan setelah memaksimalkan umpan terukur dari Ragnar Oratmangoen pada menit ke-12.
- Media Belanda Voetbal Primeur memuji performa skuad asuhan John Herdman dan kontribusi pemain keturunan bagi Timnas Indonesia.
Suara.com - Kiprah impresif Timnas Indonesia sepanjang agenda FIFA Matchday Juni 2026 sukses menyita perhatian publik sepak bola Eropa.
Setelah membungkam Oman dengan skor mencolok, skuad Garuda kembali menelan korban dengan menundukkan Mozambik lewat kemenangan tipis 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026) kemarin.
Hasil manis ini memicu kekaguman dari media terkemuka Belanda, Voetbal Primeur yang menyoroti penampilan memukau penyerang skuad Garuda, Ole Romeny.
Pemain berusia 25 tahun tersebut tampil sangat tajam dan membuktikan dirinya sebagai sosok ujung tombak mematikan yang selama ini dibutuhkan oleh lini depan Timnas Indonesia.
Memanfaatkan umpan terukur dari Ragnar Oratmangoen pada menit ke-12, Romeny dengan cerdik lolos dari perangkap offside lawan di sektor tengah, lalu berlari kencang dalam situasi satu lawan satu melawan kiper Mozambik.
Dengan ketenangan tingkat tinggi, ia melakukan gerakan tipuan ke arah kiri sebelum melepaskan tembakan kaki kiri akurat ke gawang kosong.
Berkat performa luar biasa tersebut, Romeny dinobatkan sebagai pemain terbaik setelah mengemas satu gol, dua tembakan tepat sasaran, menciptakan satu peluang emas, serta membukukan 20 kali operan dengan akurasi umpan mencapai 91 persen.

Penampilan klinis ini menggenapkan pundi-pundi gol Romeny menjadi enam gol dari total sepuluh penampilan internasionalnya bersama skuad Garuda.
Catatan impresif tersebut mengundang ulasan positif dari Voetbal Primeur yang mengapresiasi keberhasilan Indonesia mengamankan kemenangan beruntun.
"Timnas Indonesia mengalahkan Mozambik 1-0 dalam pertandingan persahabatan. Berkat gol cepat dari Ole Romeny, Indonesia berhasil memenangkan pertandingan persahabatan untuk kedua kalinya dalam lima hari," tulis Voetbal Primeur.
Media Belanda tersebut juga mengulas jalannya pertandingan di mana Indonesia sebenarnya memiliki kans besar untuk memperlebar keunggulan sebelum turun minum.
"Setelah unggul lewat gol Ole Romeny, Indonesia punya beberapa peluang lagi untuk memperlebar keunggulan, tetapi mereka memasuki ruang ganti dengan skor 1-0," lanjut isi pemberitaan tersebut.
Ulasan diakhiri dengan menyoroti jalannya babak kedua yang berlangsung dengan saling jual-beli serangan, serta mengaitkannya dengan kesuksesan skuad asuhan John Herdman di laga sebelumnya.
"Di babak kedua, ada peluang di kedua sisi, tetapi tidak ada gol lagi yang tercipta. Romeny menjadi pencetak gol penentu kemenangan bagi Indonesia. Sebelumnya, mereka mengalahkan Oman 3-0," tulis Voetbal Primeur.
Lebih lanjut, media tersebut juga memberikan perhatian khusus terhadap dominasi peran penting dari barisan pemain keturunan Indonesia-Belanda yang berkiprah di kompetisi kasta tertinggi Eropa.
Di bawah asuhan John Herdman, pilar-pilar penting seperti penjaga gawang Maarten Paes, Kevin Diks Calvin Verdonk, pengumpan Ragnar Oratmangoen, hingga bek sayap lincah Nathan Tjoe-A-On terbukti sukses menjadi tumpuan utama yang mendongkrak reputasi sepak bola Indonesia di panggung internasional.