RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 27 Juli 2026 | 20:37 WIB
RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus
Arsip - Sidang lanjutan uji materiil UU APBN 2026 dan UU Sisdiknas di Gedung MK, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Suara.com/Tiara]
baca 10 detik
  • Dosen UGM Subarsono mengkritik RUU Sisdiknas pada Senin, 27 Juli 2026, karena gagal menjawab tantangan era digital dan kecerdasan buatan.
  • Regulasi tersebut dinilai berpotensi memicu krisis anggaran negara dan mengancam otonomi perguruan tinggi melalui intervensi kekuasaan dalam pemilihan rektor.
  • Subarsono merekomendasikan penyelarasan tujuan pendidikan dengan teknologi, reformasi kelembagaan, serta tata kelola kampus yang demokratis dan partisipatif.

Suara.com - Dosen Manajemen Kebijakan Publik (MKP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Subarsono, mengkritik ketentuan dalam Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang memberikan kewenangan kepada menteri untuk memilih rektor dari tiga calon hasil seleksi internal perguruan tinggi. Menurutnya, mekanisme tersebut berpotensi menggerus demokrasi dan otonomi kampus.

"Kalau tiga calon terbaik hasil pemilihan di internal kampus kemudian dipilih satu oleh menteri, itu berarti suara sivitas akademika tidak sepenuhnya menjadi penentu. Mekanisme seperti ini berpotensi mengurangi prinsip demokrasi dan otonomi perguruan tinggi," kata Subarsono, Senin (27/7/2026).

Menurut dia, tata kelola perguruan tinggi seharusnya dibangun melalui mekanisme yang demokratis dan partisipatif. Karena itu, menteri semestinya berperan sebagai fasilitator dan pemberi legitimasi terhadap proses pemilihan pimpinan perguruan tinggi, bukan menjadi pihak yang menentukan hasil akhir.

"Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi harus berfungsi sebagai fasilitator dan legitimator terhadap proses lahirnya pimpinan perguruan tinggi dengan mekanisme bottom up," ujarnya.

Selain menyoroti mekanisme pemilihan rektor, Subarsono juga mengkritik orientasi RUU Sisdiknas yang dinilai sekadar mengulang dogma lama tanpa mampu memproyeksikan kebutuhan lulusan pada masa depan.

Menurut dia, regulasi yang digadang-gadang menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia itu belum menjawab tantangan era digital dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

"Paling utama yang perlu dikritisi dalam RUU Sisdiknas ini adalah tujuan pendidikan nasional ke depan dalam era digital dan era AI itu seperti apa. Sehingga pasal-pasal berikutnya berisi penjabaran tujuan dan metode untuk mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut," tuturnya.

Subarsono menilai rumusan Pasal 4 dalam RUU Sisdiknas belum mampu menggambarkan arah pendidikan nasional di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Menurutnya, pendidikan harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan digital, mampu bekerja bersama AI, berpikir lintas disiplin, memiliki kemampuan komunikasi dan kolaborasi global, serta membangun masyarakat digital yang etis dan bertanggung jawab.

baca juga

"Pendidikan harus menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan digital, bekerjasama dengan AI untuk menghasilkan karya, kemampuan bekerja lintas disiplin, kemampuan komunikasi dan kolaborasi secara global, serta mengembangkan masyarakat digital yang beretika dan bertanggung jawab," katanya.

Sejumlah pelajar dan mahasiswa berunjuk rasa menolak RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) di depan kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/8/2022) [SuaraSulsel.id/ANTARA]
Arsip - Sejumlah pelajar dan mahasiswa berunjuk rasa menolak RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) di depan kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/8/2022) [SuaraSulsel.id/ANTARA]

Ia juga menyoroti wacana pendanaan pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi yang dimuat dalam RUU Sisdiknas. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu disertai perhitungan fiskal yang realistis agar tidak hanya menjadi janji politik.

"Kalau RUU Sisdiknas ini lolos di DPR RI, maka memiliki implikasi yang luas di bidang pendidikan. Fokus perdebatan bisa diarahkan pada apakah uang SPP untuk mahasiswa itu bebas penuh atau uang SPP bebas sebagian," ujarnya.

"Kalau bebas penuh, maka pertanyaannya adalah apakah anggaran negara mampu dengan kondisi fiskal saat ini," imbuhnya.

Di sisi lain, Subarsono mengapresiasi masuknya gagasan Rencana Induk Pendidikan Nasional dalam RUU Sisdiknas. Menurutnya, dokumen tersebut dapat menjadi acuan pembangunan pendidikan yang terintegrasi dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.

Ia juga mendorong pemerintah mengevaluasi keberadaan Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) yang dinilai menyerap anggaran negara cukup besar setiap tahun.

"Pertanyaannya, apakah masih diperlukan Perguruan Tinggi Kedinasan yang menghabiskan ratusan milyar rupiah setiap tahun anggaran?" ucapnya.

Sebagai rekomendasi, Subarsono mengusulkan tiga penyempurnaan dalam pembahasan RUU Sisdiknas, yakni memperjelas tujuan pendidikan nasional yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan masyarakat digital, melakukan reformasi kelembagaan pendidikan, serta membangun tata kelola perguruan tinggi yang demokratis melalui mekanisme pemilihan pimpinan yang bersifat bottom up dan partisipatif.

"Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi harus berfungsi sebagai fasilitator dan legitimator terhadap proses lahirnya pimpinan Perguruan Tinggi dengan mekanisme bottom up," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Redefinisi Pengabdian: Dari Mahasiswa Kritis Menjadi Mahasiswa Konten

Redefinisi Pengabdian: Dari Mahasiswa Kritis Menjadi Mahasiswa Konten

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:30 WIB

Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI

Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI

DPR | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:17 WIB

Adian Napitupulu Dorong Negara Tuntaskan Persoalan Petani Sebelum Mengejar Peningkatan Produksi

Adian Napitupulu Dorong Negara Tuntaskan Persoalan Petani Sebelum Mengejar Peningkatan Produksi

DPR | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:58 WIB

URI Tak Bawahi Seluruh Kampus maupun Utak-atik Anggaran Kemendikti Saintek

URI Tak Bawahi Seluruh Kampus maupun Utak-atik Anggaran Kemendikti Saintek

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:52 WIB

DPR Ngaku Belum Pernah Dilibatkan Pemerintah Bahas Universitas Republik Indonesia

DPR Ngaku Belum Pernah Dilibatkan Pemerintah Bahas Universitas Republik Indonesia

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:42 WIB

BKSAP Tutup Kaukus AIPA, Tekankan Implementasi Resolusi untuk Masyarakat ASEAN

BKSAP Tutup Kaukus AIPA, Tekankan Implementasi Resolusi untuk Masyarakat ASEAN

DPR | Kamis, 23 Juli 2026 | 12:07 WIB

DPR Dukung Nanik Tetap Awasi BGN Meski Mundur sebagai Kepala

DPR Dukung Nanik Tetap Awasi BGN Meski Mundur sebagai Kepala

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:12 WIB

Demi Menjawab Kebutuhan Masyarakat, DPR Pastikan Pembahasan RUU Tetap Berjalan Selama Reses

Demi Menjawab Kebutuhan Masyarakat, DPR Pastikan Pembahasan RUU Tetap Berjalan Selama Reses

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:55 WIB

DPR Sahkan UU Kerja Sama Pertahanan, Bidik Alih Teknologi dan Penguatan SDM Militer

DPR Sahkan UU Kerja Sama Pertahanan, Bidik Alih Teknologi dan Penguatan SDM Militer

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:06 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×