- Aparat keamanan Meksiko menangkap dua pelaku pencopetan di acara FIFA Fan Fest, Zocalo, saat pembukaan Piala Dunia 2026.
- Petugas mengamankan dua tersangka beserta barang bukti berupa dua puluh dua unit telepon seluler hasil tindak pencurian.
- Pihak kepolisian saat ini telah menyerahkan kedua tersangka kepada jaksa untuk menjalani proses hukum atas dugaan jaringan pencopet.
Suara.com - Aparat keamanan Meksiko menangkap dua orang pencopet yang melakukan aksinya di gelara FIFA Fan Fest di Zocalo, Meksiko pada pembukaan Piala Dunia 2026.
Seorang pria berusia 33 tahun dan perempuan 48 tahun diamankan dengan barang bukti 22 telepon seluler.
Penangkapan dilakukan dalam operasi pengamanan di kawasan pusat kota yang dipadati ribuan suporter untuk menonton pembukaan dan laga perdana Piala Dunia 2026.
Keduanya dicurigai beraksi di tengah kerumunan saat masyarakat menyaksikan rangkaian acara Piala Dunia 2026.
Dikutip dari laporan Publimetro, petugas menemukan puluhan ponsel tersebut saat melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan pelaku.
![Para penari tampil dalam seremoni pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Kamis (11/6/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/12/13427-piala-dunia-2026-pembukaan-piala-dunia-2026.jpg)
Seluruh ponsel kemudian disita untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi menduga para pelaku tidak bekerja sendiri dan kemungkinan merupakan bagian dari jaringan copet yang beroperasi di acara besar.
“Masih didalami apakah mereka beraksi secara terorganisir,” demikian keterangan awal dari pihak berwenang.
Kedua tersangka kini telah diserahkan ke jaksa untuk proses hukum lanjutan.
Sementara itu, insiden terjadi jelang laga pembuka Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Meksiko, Jumat (12/6).
Seorang suporter asal Jerman dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung di area akses stadion.
Menurut laporan media lokal setempat, korban, pria berusia sekitar 80 tahun, sempat pingsan di tengah tingginya arus penonton yang memadati pintu masuk, tepatnya di Pintu 1 dan Rampa 2.
Paramedis memberikan pertolongan pertama sebelum korban dilarikan ke Instituto Nacional de Cardiología.
Namun, nyawanya tidak tertolong akibat kondisi medis yang serius.