DPR Dinilai Gagal Awasi Pemerintah, 15 Akademisi Bentuk Kabinet Bayangan

Bella

Senin, 27 Juli 2026 | 20:00 WIB
DPR Dinilai Gagal Awasi Pemerintah, 15 Akademisi Bentuk Kabinet Bayangan
Ilustrasi DPR - DPR Gelar Rapat Paripurna ke-26 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 yang digelar di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026). [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Sebanyak 15 akademisi dan peneliti membentuk Kabinet Bayangan di Cikini, Jakarta, pada Senin, 27 Juli 2026.
  • Kelompok ini dibentuk sebagai respons atas lemahnya fungsi pengawasan DPR terhadap eksekutif dalam tata kelola negara.
  • Menteri Kabinet Bayangan bertugas mengawasi kinerja pemerintahan, memberikan alternatif kebijakan, serta merilis rapor kinerja resmi.

Suara.com - Lemahnya fungsi check and balances oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membuat parlemen dinilai gagal menjalankan fungsi pengawasan terhadap eksekutif.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, sedikitnya 15 akademisi dan peneliti kebijakan publik membentuk kelompok bernama "Kabinet Bayangan".

Konsep Kabinet Bayangan bermula dari sistem parlementer sebagai sarana masyarakat sipil untuk mengkritik sekaligus menawarkan alternatif kebijakan secara terstruktur.

Pakar hukum tata negara Feri Amsari mengatakan pembentukan Kabinet Bayangan merupakan respons atas "karut-marut" tata kelola negara. Menurutnya, fungsi legislatif (DPR) dinilai terlalu tunduk kepada eksekutif.

"Semua menteri (Kabinet Bayangan) punya basis pegangan terhadap konstitusi, dan ke arah itulah kementerian Kabinet Bayangan ini hendak didirikan, sebagai check and balances untuk pemerintahan yang sedang bekerja," ujarnya dalam Konferensi Pers Kabinet Bayangan di Cikini, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Feri menegaskan, 15 akademisi tersebut akan menjadi "Menteri Bayangan" yang bertugas mengawasi, mengkritik, dan memberikan masukan spesifik terhadap kementerian terkait di pemerintahan atau Kabinet Merah Putih.

Ia mengatakan, dalam waktu kurang dari tiga bulan, Kabinet Bayangan akan merilis Rapor Kinerja Pemerintahan Prabowo Subianto berdasarkan data dan bukti lapangan.

Selain itu, mereka akan menggelar dialog publik dan debat untuk membahas program negara yang ideal, melakukan tur ke kampus-kampus di berbagai daerah di Indonesia, serta menggalang dana publik guna memperbaiki fasilitas umum yang dinilai gagal diperbaiki pemerintah.

Menteri Kabinet Bayangan saat Konferensi Pers Kabinet Bayangan di Cikini, Jakarta, Senin (27/7/2026). [Suara.com/Juan]
Menteri Kabinet Bayangan saat Konferensi Pers Kabinet Bayangan di Cikini, Jakarta, Senin (27/7/2026). [Suara.com/Juan]

"Presiden kita adalah rakyat, publik yang mau kita patuhi kehendak-kehendaknya. Tentu kehendak publik adalah kehendak rakyat yang kemudian hak-hak konstitusionalnya tidak dipenuhi oleh negara," jelasnya saat ditanya mengenai sosok presiden dalam Kabinet Bayangan.

baca juga

Aktivis Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, ditunjuk sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kabinet Bayangan. Ia mengusulkan peralihan menuju paradigma lingkungan global yang mengutamakan perlindungan alam dibandingkan sekadar eksploitasi.

Iqbal menekankan bahwa fungsi negara adalah menyejahterakan rakyat terlebih dahulu. Pemanfaatan sumber daya alam (SDA), menurutnya, hanya boleh dilakukan apabila memberikan nilai tambah yang adil bagi masyarakat.

"Kita pastikan adalah apapun yang dikerjakan dari kementerian bukan untuk mengekstraksi, tapi untuk mensejahterakan masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira Adhinegara, ditunjuk sebagai Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran Kabinet Bayangan.

Ia menuntut adanya "pagar api" (firewall) antara kebijakan fiskal (APBN) dan moneter (Bank Indonesia) agar BI tidak disalahgunakan untuk kepentingan fiskal pemerintah.

Bhima juga mendesak pemerintah mengejar penerimaan pajak dari orang super kaya (high net worth individuals) serta menutup kebocoran di sektor pertambangan, alih-alih membebani UMKM dan pekerja kelas menengah.

"Sampai Pak Purbaya tidak melakukan pembersihan secara struktural dan reformasi besar-besaran, maka selama itu Menteri Keuangan di Kabinet Bayangan akan terus vokal bersuara," pungkasnya.

Berikut susunan Kabinet Bayangan:

  • Sekretaris Negara: Feri Amsari
  • Perekonomian: Media Wahyudi
  • Menteri Luar Negeri: Shofwan Al Banna
  • Sosial dan Layanan Dasar: Nabiyla Risfa I.
  • Kesehatan: Irma Hidayana
  • Pendidikan dan Kebudayaan: Iman Zanatul H.
  • Hak Perempuan dan Kelompok Marjinal: Khoirunnisa N.
  • Riset, Teknologi, dan Digital: Nenden Sekar A.
  • Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim: Iqbal Damanik
  • Pertanian dan Kedaulatan Pangan: Isnawati Hidayah
  • Dalam Negeri dan Keamanan: Arman Suparman
  • Hukum dan Kebijakan Negara: Yance Arizona
  • Keuangan dan Tata Kelola Anggaran: Bhima Yudhistira
  • Pertahanan: Curie Maharani
  • Sekretaris Kabinet: Ahmad Jilul Q. F.

Reporter: Cornelius Juan Prawira

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dugaan Pencurian Ayam di Bali Renggut Nyawa, DPR: Literasi Hukum Masyarakat Harus Ditingkatkan

Dugaan Pencurian Ayam di Bali Renggut Nyawa, DPR: Literasi Hukum Masyarakat Harus Ditingkatkan

DPR | Senin, 27 Juli 2026 | 10:33 WIB

Febrie Adriansyah Dapat Perlakuan Spesial? Ahmad Sahroni: Harusnya Dia Pakai Rompi Pink

Febrie Adriansyah Dapat Perlakuan Spesial? Ahmad Sahroni: Harusnya Dia Pakai Rompi Pink

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:00 WIB

Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI

Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:37 WIB

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:35 WIB

Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI

Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI

DPR | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:17 WIB

Adian Napitupulu Dorong Negara Tuntaskan Persoalan Petani Sebelum Mengejar Peningkatan Produksi

Adian Napitupulu Dorong Negara Tuntaskan Persoalan Petani Sebelum Mengejar Peningkatan Produksi

DPR | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:58 WIB

Purbaya Sentil Menkes Gegara Curhat ke DPR soal Pemblokiran Anggaran Rp 12,3 T di Kemenkeu

Purbaya Sentil Menkes Gegara Curhat ke DPR soal Pemblokiran Anggaran Rp 12,3 T di Kemenkeu

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:45 WIB

RUU Perampasan Aset Belum Rampung, Pemerintah Tunggu DPR

RUU Perampasan Aset Belum Rampung, Pemerintah Tunggu DPR

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:22 WIB

Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Naik Penyidikan, Empat Terlapor Mulai Didalami

Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Naik Penyidikan, Empat Terlapor Mulai Didalami

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:06 WIB

Jawab Kritik, Waket Komisi XIII DPR: Revisi UU HAM Perlu Keterlibatan Koalisi Masyarakat Sipil

Jawab Kritik, Waket Komisi XIII DPR: Revisi UU HAM Perlu Keterlibatan Koalisi Masyarakat Sipil

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:16 WIB

Terkini

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

×