- Timnas Korea Selatan menang 2-1 atas Ceko pada laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026 di Estadio Guadalajara.
- Hwang In-beom mencetak satu gol dan satu assist untuk membantu Korea Selatan melakukan aksi comeback atas Ceko.
- Gelandang Feyenoord tersebut berperan krusial dalam mengamankan kemenangan perdana Korea Selatan pada Jumat, 12 Juni 2026 tersebut.
Suara.com - Timnas Korea Selatan mengawali kampanye mereka di ajang akbar Piala Dunia 2026 dengan hasil yang sangat memuaskan.
Bertanding dalam laga perdana Grup A yang dihelat di Estadio Guadalajara pada Jumat (12/6/2026), skuad berjuluk Taegeuk Warriors tersebut secara luar biasa sukses melakukan aksi comeback dramatis untuk menumbangkan perlawanan Ceko dengan skor akhir 2-1.
Aktor utama di balik kesuksesan bersejarah di laga pembuka ini tidak lain adalah sang dinamo lini tengah, Hwang In-beom.
Meskipun tampil mendominasi jalannya permainan sejak menit awal, Korea Selatan justru harus tertinggal terlebih dahulu setelah gawang mereka dibobol oleh pemain Ceko, Ladislav Krejci pada menit ke-59.
Kendati demikian, armada asuhan Hong Myung-bo menunjukkan ketangguhan mental yang luar biasa.
Hanya berselang delapan menit setelah kebobolan, tepatnya pada menit ke-67 Hwang In-beom berhasil melesatkan gol penyama kedudukan menjadi 1-1.
Tidak berhenti di situ, gelandang berusia 29 tahun tersebut kembali membuktikan kapasitasnya sebagai pembeda setelah melepaskan umpan matang pada menit ke-80 yang dikonversi menjadi gol kemenangan 2-1 oleh Oh Hyeon-gyu.
Kontribusi instan berupa satu gol dan satu assist tersebut menempatkan nama Hwang sebagai pahlawan mutlak kemenangan Korea Selatan.
Profil Hwang In-beom
Meskipun namanya mungkin tidak setenar dua bintang utama Taegeuk Warriors lainnya seperti Son Heung-min atau Lee Kang-in, pemain kelahiran Daejeon, 20 September 1996 ini memiliki perjalanan karier yang sangat unik di kancah sepak bola internasional.
Merintis langkah profesionalnya bersama Daejeon Citizen pada tahun 2015, ia dengan cepat diakui sebagai salah satu bakat muda paling menjanjikan setelah membantu klubnya tampil kompetitif di kasta kedua Liga Korea.
Lompatan karier pertamanya ke luar negeri terjadi pada tahun 2019 saat ia memutuskan hijrah untuk memperkuat klub MLS, Vancouver Whitecaps sebuah pengalaman berharga di Amerika Utara yang menjadi batu loncatan penting sebelum ia menapaki benua Eropa.
Petualangan Eropa Hwang berlanjut bersama Rubin Kazan di Rusia, disusul kebersamaannya dengan Olympiacos di Yunani, sebelum akhirnya benar-benar mencuri perhatian publik sepak bola Eropa saat berseragam klub raksasa Serbia, Red Star Belgrade.
Bersama Red Star, ia tampil reguler di kompetisi domestik serta mencicipi ketatnya persaingan UEFA Champions League sebagai gelandang modern yang cakap dalam mengatur tempo permainan sekaligus menginisiasi serangan.
Konsistensi performa tersebut membuat klub raksasa Belanda, Feyenoord, kepincut dan resmi merekrutnya pada tahun 2024.
Di Feyenoord, Hwang bertransformasi menjadi motor penggerak utama di lini tengah lewat visi bermain yang cemerlang, akurasi distribusi bola, serta etos kerja keras yang tinggi.
Sepanjang gelaran Eredivisie musim 2025/2026, ia sukses menyumbangkan satu gol serta tiga assist bagi klubnya.
Kelebihan utama yang membuat Hwang terus dipercaya sebagai pilihan utama di level klub maupun tim nasional adalah fleksibilitas posisinya di atas lapangan hijau.
Ia merupakan sosok gelandang komplit yang fasih ditugaskan sebagai gelandang bertahan, gelandang tengah, maupun motor serangan.
Ditopang kemampuan mumpuni dalam menggunakan kedua kaki serta tingkat akurasi operan yang tinggi, wajar jika Hong Myung-bo menjadikannya sebagai nyawa permainan Korea Selatan di ajang Piala Dunia 2026 kali ini.