Isu Baku Hantam Ruang Ganti, Tunisia Pecat Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026

Arief Apriadi

Selasa, 16 Juni 2026 | 10:52 WIB
Isu Baku Hantam Ruang Ganti, Tunisia Pecat Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
Tunisia resmi memecat Sabri Lamouchi di tengah Piala Dunia 2026 usai kalah 1-5 dari Swedia. Isu kericuhan di ruang ganti turut memicu keputusan tersebut. [Dok. IG equipedutunisiee]
baca 10 detik
  • Federasi sepak bola Tunisia resmi memecat pelatih Sabri Lamouchi setelah kekalahan telak 5-1 dari Swedia di Piala Dunia 2026.
  • Keputusan pemecatan diambil karena performa buruk tim serta adanya laporan perselisihan fisik di dalam kamp latihan Tunisia.
  • Kondisi ini menempatkan Tunisia di dasar klasemen Grup F dan menyulitkan mereka untuk melaju ke babak gugur turnamen.

Suara.com - Federasi sepak bola Tunisia secara mengejutkan resmi memutus kontrak sang manajer, Sabri Lamouchi, tepat setelah kekalahan memalukan di laga perdana Piala Dunia 2026.

Kekalahan telak 5-1 dari Swedia menjadi pemicu utama diambilnya keputusan ekstrem yang mengguncang panggung turnamen empat tahunan ini.

Langkah ini diambil demi menyelamatkan wajah tim nasional Tunisia yang kini terjerembap di dasar klasemen sementara Grup F setelah dipermalukan secara terbuka.

Prahara di Ruang Ganti Les Aigles de Carthage

Meski hanya terpaut tujuh peringkat dari Swedia dalam ranking dunia FIFA, Tunisia tampil sangat tidak berdaya di bawah tekanan skuad asuhan Graham Potter.

Gelontoran gol dari Yasin Ayari (dua gol), Alexander Isak, Viktor Gyökeres, hingga Mattias Svanberg membuat Tunisia tampak sangat inferior di lapangan.

Sabri Lamouchi sendiri sempat mengakui kelemahan timnya yang tidak mampu membendung agresivitas serangan tim lawan sepanjang pertandingan.

"Piala Dunia adalah kompetisi besar yang tidak memaafkan tim mana pun yang melakukan kesalahan serius," ungkap Sabri Lamouchi saat memberikan keterangan usai laga dikutip dari SI, Selasa (16/6/2026).

Namun, kabar yang beredar di balik layar ternyata jauh lebih buruk daripada sekadar hasil akhir pertandingan di papan skor.

baca juga

Laporan lokal dari media Tunisia mengklaim bahwa terjadi perselisihan fisik di dalam kamp latihan Tunisia sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.

Kondisi internal yang sudah tidak kondusif memaksa para petinggi federasi untuk segera menggelar rapat darurat guna mengambil langkah tegas.

Jurnalis kenamaan, Romain Molina, menjadi orang pertama yang membocorkan bahwa hasil rapat tersebut adalah pemecatan langsung bagi Lamouchi.

Lamouchi sendiri tercatat baru menangani tim pada Januari lalu. Namun, ia hanya mampu memberikan satu kemenangan dari lima pertandingan terakhirnya.

Sejarah Kelam yang Berulang

Keputusan memecat pelatih di tengah turnamen Piala Dunia sebenarnya sangat jarang terjadi. Namun, Tunisia punya rekam jejak khusus mengenai hal ini.

Kejadian drastis ini mengulangi sejarah kelam mereka pada edisi Piala Dunia 1998 silam saat juga mengambil langkah serupa.

Kala itu, Tunisia memecat Henryk Kasperczak tepat setelah tim dipastikan tersingkir secara matematis di babak grup usai kalah dari Inggris dan Kolombia.

Fenomena pemecatan kilat ini juga pernah dialami Cha Bum-kun dari Korea Selatan pada edisi yang sama setelah kalah telak 5-0 dari Belanda.

Pada sejarah yang lebih baru, Spanyol juga pernah memecat Julen Lopetegui hanya dua hari sebelum Piala Dunia 2018 dimulai akibat masalah negosiasi dengan Real Madrid.

Namun, kasus Sabri Lamouchi di Piala Dunia 2026 ini dianggap jauh lebih dramatis karena melibatkan keributan internal pemain dan ofisial.

Nasib Skuad Tunisia di Grup Neraka

Kini Tunisia harus berjuang tanpa nakhoda tetap di saat sedang berada dalam posisi yang sangat sulit di dasar klasemen Grup F.

Mereka berada di bawah bayang-bayang kehebatan Swedia, Belanda, dan Jepang yang menghuni grup neraka tersebut.

Mencapai babak gugur kini dianggap sebagai misi yang nyaris mustahil bagi Tunisia jika tidak segera melakukan perbaikan mental secara menyeluruh.

Tugas berat kini menanti siapa pun yang akan menggantikan posisi Lamouchi untuk menghadapi sisa pertandingan krusial di fase grup.

Dunia sepak bola kini menanti apakah keputusan ekstrem ini akan membawa perubahan positif atau justru menenggelamkan Tunisia lebih dalam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mau Nobar Piala Dunia? 5 Inspirasi Outfit Ini Buat Penampilanmu Makin Kece

Mau Nobar Piala Dunia? 5 Inspirasi Outfit Ini Buat Penampilanmu Makin Kece

Your Say | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:48 WIB

Vibes Piala Dunia 2026 Masih Anyep, FIFA Harusnya Lirik 2 Potensi Besar Ini untuk Dimaksimalkan

Vibes Piala Dunia 2026 Masih Anyep, FIFA Harusnya Lirik 2 Potensi Besar Ini untuk Dimaksimalkan

Your Say | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:44 WIB

Wasit VAR Shaun Evans Bebas Sanksi FIFA, Gestur 'OK' Terbalik Bukan Simbol Supremasi Kulit Putih

Wasit VAR Shaun Evans Bebas Sanksi FIFA, Gestur 'OK' Terbalik Bukan Simbol Supremasi Kulit Putih

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:38 WIB

Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026, Bendera Revolusi Berkibar di SoFi Stadium

Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026, Bendera Revolusi Berkibar di SoFi Stadium

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:28 WIB

Mikel Oyarzabal 0 Sentuhan di 30 Menit Pertama! Begini Cara Cape Verde 'Matikan' Spanyol

Mikel Oyarzabal 0 Sentuhan di 30 Menit Pertama! Begini Cara Cape Verde 'Matikan' Spanyol

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:13 WIB

Terkini

Transformasi Holding BUMN Asuransi Tak Hanya Fokus Bisnis

Transformasi Holding BUMN Asuransi Tak Hanya Fokus Bisnis

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 19:48 WIB

Ferry Boboho Lapor soal Kasus Harvey Moeis, Febrie Adriansyah: Nggak Usah Ikut Campur

Ferry Boboho Lapor soal Kasus Harvey Moeis, Febrie Adriansyah: Nggak Usah Ikut Campur

News | Senin, 02 November 2026 | 19:37 WIB

Bima Sena Bongkar Momen Paling Effort di Prekuel Film 5cm: Revolusi Hati

Bima Sena Bongkar Momen Paling Effort di Prekuel Film 5cm: Revolusi Hati

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 19:36 WIB

Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran

Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

Link Pengecekan NIK Penerima BSU 2026, Cek Status Penerima Rp900 Ribu di Sini

Link Pengecekan NIK Penerima BSU 2026, Cek Status Penerima Rp900 Ribu di Sini

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

Konsumen Eropa Beralih Beli Mobil Listrik Bekas Asal China Akibat Aturan Impor

Konsumen Eropa Beralih Beli Mobil Listrik Bekas Asal China Akibat Aturan Impor

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

Dimulai Besok di Kembangan, Pramono Anung Geber Rapat Maraton 44 Kecamatan

Dimulai Besok di Kembangan, Pramono Anung Geber Rapat Maraton 44 Kecamatan

News | Senin, 02 November 2026 | 19:33 WIB

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

News | Senin, 02 November 2026 | 19:29 WIB

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:25 WIB

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

×