- Timnas Arab Saudi menahan imbang Uruguay 1-1 dalam laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 di Stadion Hard Rock.
- Gol Arab Saudi dicetak oleh Abdulelah Al-Amri, sementara gol balasan Uruguay dicetak oleh Maximiliano Araujo pada menit ke-80.
- Kapten Salem Al-Dawsari menegaskan timnya berambisi lolos ke babak 16 besar dan siap bersaing melawan tim raksasa dunia.
Suara.com - Kapten Timnas Arab Saudi, Salem Al-Dawsari, menegaskan bahwa timnya mengusung misi besar dan bukan sekadar menjadi pelengkap di ajang Piala Dunia 2026.
Hasil imbang 1-1 melawan raksasa Amerika Selatan, Uruguay, pada laga pembuka Grup H dinilai menjadi sinyal kuat bahwa skuad Green Falcons mampu bersaing di level tertinggi.
Poin krusial yang diraih di Stadion Hard Rock, Miami, ini dipandang sebagai fondasi penting bagi anak asuh Herve Renard untuk mengincar tiket kelolosan ke babak 16 besar.
"Ini adalah awal yang baik, dan saya percaya kami pantas meraih kemenangan," kata Salem Al-Dawsari.
Dominasi Green Falcons di Babak Pertama
Dalam pertandingan yang berlangsung di Amerika Serikat tersebut, Timnas Arab Saudi secara mengejutkan mampu memberikan perlawanan sengit kepada Uruguay.
Kepercayaan diri para pemain terlihat sangat tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Mereka berani meladeni permainan terbuka dari tim unggulan tersebut.
Momen puncak terjadi pada menit ke-41 ketika bek tengah Abdulelah Al-Amri berhasil mencatatkan namanya di papan skor.
Gol tersebut berawal dari skema bola mati yang dieksekusi dengan sangat rapi hingga mampu membongkar pertahanan ketat Uruguay.
Keunggulan satu gol ini mampu dipertahankan hingga jeda babak pertama, yang sempat membuat publik sepak bola dunia terkejut.
Tekanan Intensitas Tinggi La Celeste
Memasuki babak kedua, situasi di lapangan berubah total seiring meningkatnya intensitas serangan yang dilakukan Timnas Uruguay.
Tim berjuluk La Celeste tersebut mengambil alih kendali permainan dan terus mengurung lini pertahanan Arab Saudi yang dipaksa bermain lebih dalam.
Meskipun terus ditekan, koordinasi lini belakang Arab Saudi tetap terlihat disiplin di bawah komando Herve Renard.
Kiper Mohammed Al-Owais tampil gemilang dengan beberapa kali menggagalkan peluang bersih yang diciptakan para penyerang Uruguay.
Namun, pertahanan solid tersebut akhirnya jebol pada menit ke-80 melalui aksi Maximiliano Araujo yang mengubah skor menjadi imbang 1-1.
Ambisi Besar Menuju Babak Gugur
Hingga pertandingan berakhir, skor tetap tidak berubah dan kedua tim harus puas berbagi satu angka di laga perdana mereka.
Salem Al-Dawsari mengakui bahwa meski satu poin cukup berharga, ia merasa rekan-rekannya memiliki kualitas untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.
Baginya, performa di Miami membuktikan bahwa Arab Saudi kini memiliki level permainan yang sejajar dengan kekuatan sepak bola dunia.
"Selangkah demi selangkah, kami bisa lolos ke babak berikutnya," kata Salem Al-Dawsari.
Penyerang andalan tersebut menegaskan bahwa keterlibatan mereka di Piala Dunia 2026 kali ini membawa ambisi yang jauh lebih besar dibanding edisi-edisi sebelumnya.
Ia meyakinkan publik bahwa timnya memiliki target untuk melangkah sejauh mungkin dan tidak ingin hanya menambah catatan partisipasi semata.
Pengalaman bertanding di panggung internasional yang sudah cukup matang menjadi modal utama bagi skuad Arab Saudi dalam menghadapi tekanan turnamen.
"Kami berharap bisa memperbaiki kesalahan kami pada pertandingan berikutnya agar dapat meraih kemenangan dan semakin dekat dengan kelolosan," kata Salem Al-Dawsari.
Selanjutnya, Arab Saudi harus menjaga konsistensi untuk menghadapi tantangan lain di Grup H yang juga diisi tim-tim kuat.
Kemenangan pada laga berikutnya akan menjadi kunci utama jika mereka ingin mengamankan posisi di fase gugur dan memenuhi ekspektasi para pendukungnya.
Timnas Arab Saudi datang ke Piala Dunia 2026 dengan bekal kemenangan bersejarah atas Argentina pada edisi 2022, yang meningkatkan ekspektasi publik terhadap tim ini.
Pada edisi kali ini, mereka tergabung di Grup H bersama Uruguay, Spanyol, dan Tanjung Verde, yang menjadikannya salah satu grup paling kompetitif di turnamen.
Kepemimpinan Herve Renard kembali menjadi sorotan karena kemampuannya meramu taktik yang kerap merepotkan tim-tim raksasa dunia dengan mengandalkan kedisiplinan dan serangan balik cepat.