- Timnas Jerman menghadapi ancaman keselamatan setelah menemukan ular berbisa jenis copperhead di lokasi kamp latihan Winston-Salem, Amerika Serikat.
- Gangguan reptil berbisa tersebut turut dialami oleh Timnas Swiss dan Norwegia selama persiapan mereka menjelang Piala Dunia 2026.
- Para pemain kini meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap lingkungan sekitar agar tetap fokus menghadapi pertandingan melawan tim Pantai Gading.
Suara.com - Persiapan Timnas Jerman untuk menghadapi Piala Dunia 2026 mendadak terganggu oleh ancaman di luar lapangan yang berpotensi membahayakan keselamatan para pemain.
Segenap penggawa tim asuhan Julian Nagelsmann dilaporkan merasa cemas setelah menemukan seekor ular berbisa jenis copperhead di kamp latihan mereka.
Keberadaan reptil tersebut di markas Winston-Salem, North Carolina, membuat Joshua Kimmich dan rekan-rekannya harus ekstra waspada terhadap lingkungan sekitar.
Kapten Timnas Jerman, Joshua Kimmich, secara terbuka mengakui bahwa ancaman satwa liar ini menjadi kekhawatiran baru bagi para pemain di tengah turnamen.
"Di Jerman, Anda khawatir tentang taktik, cedera, dan lawan berikutnya, namun di sini Anda juga harus memikirkan apa yang mungkin bersembunyi di rumput," ungkap Joshua Kimmich.
Teror Ular Copperhead di Kamp Latihan
![Pemain Timnas Jerman, Joshua Kimmich (kanan) tampil di Euro 2024. [Tobias SCHWARZ / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/07/04/31015-joshua-kimmich-timnas-jerman-euro-2024.jpg)
Melansir laporan BBC, insiden penemuan ular berbisa ini ternyata tidak hanya dialami skuad berjuluk Der Panzer.
Keluhan serupa mengenai gangguan reptil juga datang dari kamp latihan Timnas Swiss dan Timnas Norwegia yang berada di kawasan Amerika Utara.
Pihak keamanan kamp latihan Swiss bahkan harus menandai sejumlah area luar ruangan di markas mereka di San Diego sebagai "zona ular" sebelum turnamen dimulai.
Jenis ular yang ditemukan di kamp Jerman, yakni copperhead, merupakan spesies berbisa yang memang banyak ditemukan di wilayah North Carolina.
Joshua Kimmich menyebut suasana santai di kamp latihan berubah menjadi lebih tegang setelah para pemain mengetahui risiko yang ditimbulkan oleh reptil tersebut.
Pemain Kini Lebih Waspada
"Kami melihat ular kemarin dan kami diberitahu bahwa itu berbisa," ujar Joshua Kimmich saat menceritakan kronologi kejadian.
"Jika Anda digigit, Anda harus pergi ke rumah sakit, saya tidak berpikir Anda akan mati, tapi itu tentu berbahaya," tambah pemain Bayern Munchen tersebut.
Menurut Kimmich, menginjak ular secara tidak sengaja di area rumput bisa menjadi mimpi buruk yang berpotensi mengganggu perjalanan pemain selama turnamen.
Karena itu, seluruh staf dan pemain kini menerapkan kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di sekitar lokasi latihan.
"Itulah mengapa kami mencoba menjaga jarak dari hewan di sini, saya menghormati orang-orang di sini namun di Jerman saya merasa tidak ada begitu banyak hewan berbahaya," kata Joshua Kimmich.
Kekhawatiran Juga Dialami Timnas Norwegia
Teror ular berbisa ini dipandang bukan sebagai persoalan sepele karena menyangkut keselamatan atlet yang sedang berada dalam kondisi kompetitif tertinggi.
"Begitu Anda mendengar jenis ular apa itu dan apa yang bisa terjadi jika Anda digigit, itu berhenti menjadi lucu dengan sangat cepat," tegas Joshua Kimmich.
Kekhawatiran serupa juga diungkapkan kapten Timnas Norwegia, Kristian Thorstvedt, yang timnya berlatih di wilayah rawan kemunculan ular.
Ia mengaku tidak nyaman karena para pemain kini harus lebih sering memperhatikan kondisi tanah di sekitar mereka dibanding hanya fokus pada latihan sepak bola.
"Saya sama sekali tidak senang mendengar hal itu," tutur Kristian Thorstvedt menanggapi fakta bahwa ular copperhead sangat umum ditemukan di kawasan tersebut.
Fokus Hadapi Pantai Gading
Meski dihantui kecemasan terkait keamanan lingkungan, Timnas Jerman tetap menunjukkan performa impresif di atas lapangan.
Juara dunia empat kali itu sukses menghancurkan tim debutan Curacao dengan skor telak 7-1 pada laga pembuka fase grup.
Kini perhatian skuad asuhan Julian Nagelsmann beralih ke pertandingan berikutnya melawan Pantai Gading yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni mendatang.
Pihak penyelenggara dan keamanan setempat dikabarkan akan memperketat pengawasan di sekitar area latihan guna memastikan tidak ada lagi reptil berbisa yang memasuki kawasan privat tim.
Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada memang menghadirkan tantangan lingkungan yang berbeda bagi banyak tim peserta, khususnya negara-negara asal Eropa yang tidak terbiasa dengan kondisi alam setempat.
