- Timnas Portugal bermain imbang 1-1 melawan RD Kongo dalam laga Grup K Piala Dunia 2026 di Stadion NRG.
- Pelatih Roberto Martinez membela Cristiano Ronaldo yang gagal mencetak gol setelah tampil penuh selama 90 menit pertandingan tersebut.
- Martinez menilai hasil imbang disebabkan penurunan intensitas taktis tim setelah mencetak gol cepat pada menit keenam laga.
Meskipun gagal mengamankan poin penuh di partai perdana, eks juru taktik Belgia tersebut meminta publik untuk tetap tenang dan bersikap optimistis, mengingat beberapa jawara dunia terdahulu juga sempat menelan hasil minor di laga pembuka mereka sebelum akhirnya sukses menapak podium juara.
"Piala Dunia adalah turnamen yang memang menghadirkan situasi seperti ini," kata Martinez.
"Argentina kalah dari Arab Saudi pada 2022 dan kemudian menjadi juara dunia. Pada 2010, Spanyol kalah dari Swiss lalu akhirnya menjuarai Piala Dunia. Penampilan mereka saat itu juga tidak terlihat seperti calon juara, tetapi itulah bagian dari proses," ujarnya lagi.
Martinez kembali menekankan bahwa Portugal baru menjalani satu pertandingan di turnamen ini.
"Yang sedang kita bicarakan adalah pertandingan pertama di Piala Dunia," tegasnya.
"Hari ini, setelah mencetak gol pembuka, emosi tersebut justru berdampak negatif pada penampilan kami. Kami berhenti mengambil risiko, berhenti mencari ruang, dan berhenti masuk ke sepertiga akhir lapangan."
"Itu lebih berkaitan dengan faktor emosional daripada taktik atau teknik. Hal seperti itu bisa terjadi. Itu bagian dari Piala Dunia. Sekarang tugas kami adalah mengevaluasinya dan memperbaikinya sebelum pertandingan kedua," pungkasnya.