- Timnas Inggris berhasil mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 pada laga pembuka Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium.
- Strategi agresif Thomas Tuchel di babak kedua membalikkan keadaan setelah sempat imbang 2-2 pada paruh pertama.
- Kemenangan ini menempatkan Inggris di posisi puncak klasemen Grup L meskipun lini pertahanan masih menjadi catatan evaluasi.
Suara.com - Timnas Inggris mengawali kampanye Piala Dunia 2026 dengan kemenangan impresif 4-2 atas Kroasia, meski sempat tampil kurang meyakinkan pada babak pertama.
Pasukan asuhan Thomas Tuchel menunjukkan transformasi signifikan setelah jeda untuk meruntuhkan pertahanan solid Kroasia di Dallas Stadium.
Keputusan strategis pelatih asal Jerman itu terbukti efektif dalam mengubah permainan Harry Kane dan kolega menjadi lebih agresif serta produktif di depan gawang lawan.
Kemenangan ini menjadi langkah penting bagi Tiga Singa dalam upaya mengamankan tiket ke fase gugur turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
![Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, menegaskan bahwa dirinya lebih memilih pemain yang mengutamakan kepentingan tim dibanding sekadar talenta individu untuk Piala Dunia 2026. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/25/41152-thomas-tuchel.jpg)
Menyitat Opta, pada paruh pertama, Inggris terlihat rapuh di lini belakang dan kesulitan mengendalikan permainan saat menghadapi agresivitas Kroasia.
Tim lawan mampu memanfaatkan celah di pertahanan Inggris yang juga tampak kurang kreatif saat membangun serangan dari lini tengah.
Drama Babak Pertama dan Ketergantungan Bola Mati
Skor 2-2 menutup babak pertama dalam laga yang memperlihatkan ketergantungan Inggris terhadap situasi bola mati.
Harry Kane membawa Inggris unggul melalui eksekusi penalti setelah kesempatan pertamanya dianulir akibat pelanggaran prosedur dalam kotak penalti.
Kroasia merespons lewat gol Martin Baturina sebelum Kane kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan hasil sepak pojok Declan Rice.
Catatan statistik menunjukkan Inggris memang sangat efektif dalam memanfaatkan bola mati dengan torehan 14 gol dari total 29 gol sejak Piala Dunia 2018.
Namun, keunggulan tersebut sirna menjelang turun minum ketika Petar Musa sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Inggris pun kebobolan dua gol pada babak pertama, jumlah yang sama dengan total kebobolan mereka dalam 21 pertandingan sebelumnya secara gabungan.
Instruksi "Go For Broke" Thomas Tuchel
Memasuki babak kedua, wajah Timnas Inggris berubah total menjadi tim yang lebih agresif dan berani mengambil risiko.
Harry Kane mengungkapkan bahwa Thomas Tuchel meminta para pemain tampil tanpa rasa takut dan terus menekan pertahanan lawan.
Sang pelatih mendorong anak asuhnya untuk tetap menyerang tanpa terlalu mengkhawatirkan ancaman serangan balik Kroasia.
"Itu adalah pertandingan dengan dua babak yang sangat berbeda," ujar Kane usai pertandingan.
Strategi tersebut langsung membuahkan hasil ketika Jude Bellingham mencetak gol hanya dua menit setelah babak kedua dimulai.
Gol itu lahir melalui rangkaian 23 operan beruntun yang tidak mampu diputus oleh pemain Kroasia.
Rekor Tembakan Tepat Sasaran dan Dominasi Inggris
Statistik menunjukkan Inggris mencatatkan sembilan tembakan tepat sasaran pada babak kedua, jumlah tertinggi di Piala Dunia 2026 sejauh ini.
Catatan tersebut melampaui performa tim-tim unggulan seperti Uruguay dan Prancis yang hanya membukukan delapan tembakan tepat sasaran dalam satu babak pertandingan.
Marcus Rashford yang masuk dari bangku cadangan kemudian memastikan kemenangan Inggris setelah memanfaatkan umpan matang dari Bukayo Saka.
Kolaborasi dua pemain pengganti tersebut menjadi salah satu momen penting yang menegaskan kedalaman skuad Inggris di turnamen ini.
Kemenangan dengan empat gol menjadi modal berharga bagi Tiga Singa untuk menghadapi tantangan yang lebih berat pada pertandingan berikutnya.
Thomas Tuchel kini memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan performa dominan di babak kedua dapat dipertahankan secara konsisten sepanjang turnamen.
Inggris Pimpin Grup, Pertahanan Masih Jadi Sorotan
Pertemuan Inggris dan Kroasia kembali mempertegas rivalitas sengit kedua negara di pentas internasional.
Hasil ini membuat Inggris memimpin klasemen Grup L dan dinilai telah melewati salah satu ujian terberat mereka di fase grup.
Meski meraih kemenangan meyakinkan, lini pertahanan Inggris masih menjadi perhatian setelah kebobolan dua gol dengan relatif mudah.
Turnamen ini juga menunjukkan bahwa Inggris memiliki kedalaman skuad yang kuat, dengan pemain pelapis mampu memberikan dampak signifikan saat dibutuhkan.
Tuchel diharapkan mampu memperbaiki detail pertahanan sebelum menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh pada fase berikutnya.