- Timnas Inggris mengalahkan Kroasia 4-2 dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Dallas, Amerika Serikat.
- Harry Kane memicu kontroversi karena menggunakan teknik penalti stutter-step untuk memancing kiper Kroasia melanggar aturan garis gawang.
- Kemenangan tersebut membuat Harry Kane menyamai rekor Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Inggris di ajang Piala Dunia.
Suara.com - Kemenangan 4-2 Timnas Inggris atas Kroasia pada laga pembuka Piala Dunia 2026 justru memunculkan perdebatan mengenai integritas permainan.
Harry Kane menjadi sorotan bukan hanya karena mencetak gol, melainkan juga karena teknik penalti yang digunakannya dinilai kontroversial dan memicu desakan agar segera dilarang.
Teknik lari terputus-putus atau stutter-step yang dilakukan kapten Inggris itu dianggap sengaja menjebak kiper dan pemain lawan agar melakukan pelanggaran posisi.
Geger Taktik Provokasi di Titik Putih
Kontroversi bermula pada menit ke-12 ketika wasit memberikan penalti kepada Inggris setelah Noni Madueke dilanggar gelandang veteran Kroasia, Luka Modric.
Eksekusi pertama Harry Kane sebenarnya berhasil ditepis kiper Kroasia, Dominik Livakovic.
Namun, tayangan ulang menunjukkan Livakovic telah bergerak meninggalkan garis gawang lebih awal sehingga wasit memerintahkan penalti diulang.
Kane tidak menyia-nyiakan kesempatan kedua dan sukses mencetak gol pembuka bagi Inggris.
Analisis terhadap gerakannya menunjukkan Kane sengaja memperlambat laju sebelum menendang bola untuk memancing reaksi prematur dari sang kiper.
Melansir laporan The West, kritik keras langsung datang dari mantan pemain Timnas Ghana, Kevin-Prince Boateng, yang bertugas sebagai analis pertandingan.
"(Itu) harus dilarang," tegas Kevin-Prince Boateng saat memberikan komentar melalui siaran SBS.
Pengakuan Terbuka Harry Kane
Harry Kane mengakui bahwa gerakan tersebut merupakan hasil riset yang ia lakukan terhadap kebiasaan Dominik Livakovic.
"Ketika saya menonton klipnya, saya melihat dia suka bergerak lebih awal, jadi saya tahu ada peluang jika saya melakukan langkah terputus-putus (stutter) dia akan keluar dari garisnya," ungkap Harry Kane kepada BBC Sport.
"Saya 80 persen yakin dia keluar dari garis, saya tidak 100 persen yakin, lalu jelas ketika dilakukan pengulangan saya mengubah tekniknya sedikit," tambah penyerang Bayern Munchen tersebut.
"Inilah sebabnya saya melakukan riset, dan pada akhirnya itu membuahkan hasil yang manis bagi saya," pungkas Kane.
Meski efektif, banyak pendukung Inggris menilai aturan saat ini terlalu menguntungkan penyerang.
Seorang penggemar berpendapat bahwa jika pemain diperbolehkan melakukan lari yang terputus-putus, maka aturan yang mewajibkan kiper tetap berada di garis gawang juga perlu ditinjau ulang.
"Langkah lari yang terputus-putus (stuttering run-ups) harus dilarang melalui perjanjian internasional," tulis salah satu penggemar di media sosial.
Tuchel Ubah Mentalitas Inggris
Di luar kontroversi penalti tersebut, performa impresif Inggris pada babak kedua disebut berawal dari pesan Thomas Tuchel di ruang ganti.
Inggris sempat kehilangan kendali permainan pada babak pertama setelah dua gol Harry Kane dibalas Martin Baturina dan Petar Musa.
"Kredit untuk manajer ... dia memberi kami pidato saat turun minum hanya untuk mengatakan jika kami kalah, kami kalah, tetapi kami kalah dengan cara kami sendiri," ujar Harry Kane kepada ITV.
"Anda melihat bagaimana kami keluar di babak kedua, kami tampil dengan kekuatan penuh (full gas)," lanjutnya.
Jude Bellingham juga memuji pendekatan tenang Tuchel saat memberikan instruksi.
"Itu bukan salah satu momen yang penuh drama besar – dia (Tuchel) tidak berdiri dan berteriak," kata Jude Bellingham.
"Itu hanya apa yang dibutuhkan tim," tambah gelandang Real Madrid tersebut.
Kane Samai Rekor Gary Lineker
Kemenangan di Dallas membuat Thomas Tuchel mencatat kemenangan perdana Inggris atas tim peringkat 20 besar FIFA di turnamen besar.
Sementara itu, Harry Kane resmi menyamai rekor Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Inggris di putaran final Piala Dunia dengan koleksi 10 gol.
Catatan tersebut merupakan akumulasi dari performanya sejak meraih Sepatu Emas Piala Dunia 2018 hingga edisi 2026.
Kini Kane berpeluang menjadi pemain pertama yang mampu meraih dua gelar Sepatu Emas Piala Dunia secara beruntun.
Setelah melewati ujian berat melawan Kroasia, Inggris dijadwalkan menghadapi Ghana sebelum menutup fase grup dengan laga kontra Panama.
Perdebatan Lama dalam Regulasi FIFA
Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada menerapkan aturan ketat terkait pergerakan kiper saat penalti sesuai regulasi FIFA.
Namun, teknik stutter-step sendiri sudah lama menjadi perdebatan dalam pembahasan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB).
Para kritikus menilai penyerang memperoleh keuntungan yang terlalu besar ketika diperbolehkan melakukan variasi gerakan untuk mengelabui kiper.
Meski demikian, selama regulasi belum berubah, teknik tersebut tetap sah digunakan dan kemungkinan akan terus dimanfaatkan pemain-pemain elite seperti Harry Kane.