Lionel Messi Picu Kontroversi, Dianggap Dapat Perlakuan Khusus FIFA

Arief Apriadi

Kamis, 18 Juni 2026 | 11:18 WIB
Lionel Messi Picu Kontroversi, Dianggap Dapat Perlakuan Khusus FIFA
Lionel Messi menuai kontroversi di Piala Dunia 2026 usai lolos dari kartu merah setelah tekel keras terhadap Aissa Mandi. Analis ESPN pun angkat suara. [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Lionel Messi mencetak hattrick saat Argentina mengalahkan Aljazair pada Piala Dunia 2026 yang berlangsung di tengah kontroversi.
  • Wasit menuai kritik karena tidak memberikan kartu kepada Messi usai melakukan pelanggaran keras terhadap bek Aissa Mandi.
  • Para pengamat menilai keputusan tersebut tidak adil dan memicu perdebatan mengenai perlakuan khusus terhadap pemain bintang dunia.

Suara.com - Penampilan gemilang Lionel Messi saat mencetak hattrick dalam kemenangan Timnas Argentina atas Aljazair di Piala Dunia 2026 justru dibayangi kontroversi.

Kapten La Albiceleste itu menjadi sorotan setelah terlibat dalam insiden pelanggaran keras terhadap bek Aljazair, Aissa Mandi.

Keputusan wasit yang tidak memberikan kartu kepada Messi memicu perdebatan luas dan memunculkan tudingan adanya perlakuan khusus terhadap sang megabintang.

Meski tampil sebagai pahlawan kemenangan Argentina, insiden tersebut dinilai sebagian pengamat sebagai noda dalam jalannya pertandingan.

Tekel Lionel Messi Jadi Sorotan

Kontroversi dialamatkan kepada bintang Argentina, Lionel Messi usai cetak hattrick di laga pertama Piala Dunia 2026. [Istimewa]
Kontroversi dialamatkan kepada bintang Argentina, Lionel Messi usai cetak hattrick di laga pertama Piala Dunia 2026. [Istimewa]

Mengutip laporan Heavy, Lionel Messi tertangkap kamera melakukan pelanggaran dari arah belakang saat berebut bola dengan Aissa Mandi.

Dalam tayangan ulang, pemain Inter Miami itu terlihat mengenai bagian belakang kaki lawannya dalam duel yang berlangsung cukup keras.

Namun, wasit hanya memberikan pelanggaran biasa tanpa mengeluarkan kartu kuning maupun kartu merah kepada Messi.

Keputusan tersebut langsung memancing reaksi dari sejumlah pengamat sepak bola internasional yang menilai tindakan itu layak mendapatkan hukuman lebih berat.

baca juga

Analis ESPN Kritik Keputusan Wasit

Dua analis ESPN, Nedum Onuoha dan Ale Moreno, termasuk pihak yang paling vokal mengkritik keputusan wasit dalam laga tersebut.

Menurut mereka, pelanggaran yang dilakukan Messi memiliki unsur bahaya dan seharusnya mendapat sanksi kartu merah.

"Itu 100 persen kartu merah untuk Lionel Messi. Seharusnya memang begitu," ujar Ale Moreno.

Moreno bahkan menilai status Messi sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola dapat memengaruhi persepsi publik terhadap keputusan wasit.

"Hal ini memperkuat narasi yang ada, bahwa pria ini mendapatkan perlakuan yang berbeda," lanjutnya.

Komentar tersebut kemudian memicu diskusi panjang di media sosial mengenai konsistensi penerapan aturan di level tertinggi sepak bola dunia.

Dampak Besar Jika Messi Diusir

Hingga kini FIFA belum memberikan komentar resmi terkait insiden yang melibatkan Lionel Messi tersebut.

Padahal, kartu merah berpotensi mengubah jalannya pertandingan secara signifikan. Messi menjadi aktor utama kemenangan Argentina berkat tiga gol yang dicetaknya ke gawang Aljazair.

Kehadiran pemain berusia 39 tahun itu juga menjadi pusat permainan tim asuhan Lionel Scaloni sepanjang laga.

Saat Messi ditarik keluar pada menit ke-80, Aljazair mampu meningkatkan intensitas serangan dan beberapa kali memberikan tekanan kepada lini pertahanan Argentina.

Situasi itu memunculkan spekulasi bahwa jalannya pertandingan bisa berbeda apabila Argentina harus bermain dengan 10 pemain sejak lebih awal.

Kontroversi di Tengah Performa Gemilang Argentina

Polemik ini muncul ketika Piala Dunia 2026 tengah menjadi sorotan global berkat format baru yang melibatkan 48 negara peserta.

Di sisi lain, Lionel Messi juga sedang menikmati performa impresif dengan memimpin daftar pencetak gol sementara turnamen.

Pencapaian tersebut membuat namanya semakin kuat dalam perburuan penghargaan individu, termasuk gelar pemain terbaik turnamen.

Meski demikian, kontroversi wasit yang melibatkan Messi kembali menghidupkan perdebatan lama mengenai konsistensi penerapan aturan terhadap pemain bintang.

Tekanan kini berada pada komite perwasitan FIFA untuk memastikan seluruh keputusan di sisa turnamen diambil secara objektif tanpa memandang status maupun reputasi pemain.

Argentina sendiri masih akan menjalani sejumlah laga penting demi mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Korban Rasisme di Piala Dunia 2026, FIFA Undang YouTuber Korsel Nonton Korea Selatan vs Meksiko

Jadi Korban Rasisme di Piala Dunia 2026, FIFA Undang YouTuber Korsel Nonton Korea Selatan vs Meksiko

Bola | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:07 WIB

Hasil Piala Dunia 2026: Luis Diaz Cetak Satu Gol dan Assist, Bawa Kolombia Hajar Uzbekistan

Hasil Piala Dunia 2026: Luis Diaz Cetak Satu Gol dan Assist, Bawa Kolombia Hajar Uzbekistan

Bola | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:03 WIB

Dihalangi Visa hingga Diusir: Mengapa Iran Jadi Korban Diskriminasi di Piala Dunia 2026?

Dihalangi Visa hingga Diusir: Mengapa Iran Jadi Korban Diskriminasi di Piala Dunia 2026?

Your Say | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:58 WIB

Taktik Penalti 'Stutter-Step' Harry Kane di Piala Dunia 2026 Banjir Kecaman

Taktik Penalti 'Stutter-Step' Harry Kane di Piala Dunia 2026 Banjir Kecaman

Bola | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:55 WIB

Mandul 10 Laga Beruntun, Cristiano Ronaldo Catat Rapor Merah Saat Portugal Ditahan Kongo

Mandul 10 Laga Beruntun, Cristiano Ronaldo Catat Rapor Merah Saat Portugal Ditahan Kongo

Bola | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:39 WIB

Terkini

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:09 WIB

×