- Lionel Messi mencetak hattrick saat Argentina mengalahkan Aljazair pada Piala Dunia 2026 yang berlangsung di tengah kontroversi.
- Wasit menuai kritik karena tidak memberikan kartu kepada Messi usai melakukan pelanggaran keras terhadap bek Aissa Mandi.
- Para pengamat menilai keputusan tersebut tidak adil dan memicu perdebatan mengenai perlakuan khusus terhadap pemain bintang dunia.
Suara.com - Penampilan gemilang Lionel Messi saat mencetak hattrick dalam kemenangan Timnas Argentina atas Aljazair di Piala Dunia 2026 justru dibayangi kontroversi.
Kapten La Albiceleste itu menjadi sorotan setelah terlibat dalam insiden pelanggaran keras terhadap bek Aljazair, Aissa Mandi.
Keputusan wasit yang tidak memberikan kartu kepada Messi memicu perdebatan luas dan memunculkan tudingan adanya perlakuan khusus terhadap sang megabintang.
Meski tampil sebagai pahlawan kemenangan Argentina, insiden tersebut dinilai sebagian pengamat sebagai noda dalam jalannya pertandingan.
Tekel Lionel Messi Jadi Sorotan
![Kontroversi dialamatkan kepada bintang Argentina, Lionel Messi usai cetak hattrick di laga pertama Piala Dunia 2026. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/18/38926-lionel-messi.jpg)
Mengutip laporan Heavy, Lionel Messi tertangkap kamera melakukan pelanggaran dari arah belakang saat berebut bola dengan Aissa Mandi.
Dalam tayangan ulang, pemain Inter Miami itu terlihat mengenai bagian belakang kaki lawannya dalam duel yang berlangsung cukup keras.
Namun, wasit hanya memberikan pelanggaran biasa tanpa mengeluarkan kartu kuning maupun kartu merah kepada Messi.
Keputusan tersebut langsung memancing reaksi dari sejumlah pengamat sepak bola internasional yang menilai tindakan itu layak mendapatkan hukuman lebih berat.
Analis ESPN Kritik Keputusan Wasit
Dua analis ESPN, Nedum Onuoha dan Ale Moreno, termasuk pihak yang paling vokal mengkritik keputusan wasit dalam laga tersebut.
Menurut mereka, pelanggaran yang dilakukan Messi memiliki unsur bahaya dan seharusnya mendapat sanksi kartu merah.
"Itu 100 persen kartu merah untuk Lionel Messi. Seharusnya memang begitu," ujar Ale Moreno.
Moreno bahkan menilai status Messi sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola dapat memengaruhi persepsi publik terhadap keputusan wasit.
"Hal ini memperkuat narasi yang ada, bahwa pria ini mendapatkan perlakuan yang berbeda," lanjutnya.
Komentar tersebut kemudian memicu diskusi panjang di media sosial mengenai konsistensi penerapan aturan di level tertinggi sepak bola dunia.
Dampak Besar Jika Messi Diusir
Hingga kini FIFA belum memberikan komentar resmi terkait insiden yang melibatkan Lionel Messi tersebut.
Padahal, kartu merah berpotensi mengubah jalannya pertandingan secara signifikan. Messi menjadi aktor utama kemenangan Argentina berkat tiga gol yang dicetaknya ke gawang Aljazair.
Kehadiran pemain berusia 39 tahun itu juga menjadi pusat permainan tim asuhan Lionel Scaloni sepanjang laga.
Saat Messi ditarik keluar pada menit ke-80, Aljazair mampu meningkatkan intensitas serangan dan beberapa kali memberikan tekanan kepada lini pertahanan Argentina.
Situasi itu memunculkan spekulasi bahwa jalannya pertandingan bisa berbeda apabila Argentina harus bermain dengan 10 pemain sejak lebih awal.
Kontroversi di Tengah Performa Gemilang Argentina
Polemik ini muncul ketika Piala Dunia 2026 tengah menjadi sorotan global berkat format baru yang melibatkan 48 negara peserta.
Di sisi lain, Lionel Messi juga sedang menikmati performa impresif dengan memimpin daftar pencetak gol sementara turnamen.
Pencapaian tersebut membuat namanya semakin kuat dalam perburuan penghargaan individu, termasuk gelar pemain terbaik turnamen.
Meski demikian, kontroversi wasit yang melibatkan Messi kembali menghidupkan perdebatan lama mengenai konsistensi penerapan aturan terhadap pemain bintang.
Tekanan kini berada pada komite perwasitan FIFA untuk memastikan seluruh keputusan di sisa turnamen diambil secara objektif tanpa memandang status maupun reputasi pemain.
Argentina sendiri masih akan menjalani sejumlah laga penting demi mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.