- Persija Jakarta resmi mengakhiri kerja sama dengan gelandang Hanif Sjahbandi melalui kesepakatan bersama sebelum kontraknya berakhir pada 2027.
- Faktor utama perpisahan ini diduga akibat cedera lutut berkepanjangan yang dialami Hanif selama musim kompetisi 2025/2026 berlangsung.
- Perpisahan ini menjadi bagian dari restrukturisasi besar-besaran skuad Persija Jakarta guna menyambut bergulirnya kompetisi Super League musim 2026/2027.
Suara.com - Persija Jakarta kembali melakukan perombakan skuad menjelang bergulirnya Super League 2026/2027.
Setelah tidak memperpanjang kontrak Hansamu Yama, Riko Simanjuntak, dan Alfriyanto Nico Saputro, satu nama lagi dipastikan tak akan berseragam Macan Kemayoran, yakni Hanif Sjahbandi.
Persija resmi mengakhiri kerja sama dengan Hanif meski kontrak sang pemain sejatinya masih berlaku hingga Juli 2027.
Keputusan tersebut diambil melalui kesepakatan bersama atau mutual termination.
Dengan demikian, kebersamaan Hanif dan Persija yang telah terjalin selama empat musim resmi berakhir pada pertengahan tahun ini.
Cedera dan Restrukturisasi Skuad Jadi Faktor
![Persija Jakarta kalah 1-3 dari PSBS Biak dalam lanjutan pekan keempat BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (12/9/2024) malam. [Persiija.id]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/09/13/79359-persija-jakarta-hanif-sjahbandi.jpg)
Selama memperkuat Persija, Hanif dikenal sebagai salah satu pemain dengan fleksibilitas tinggi.
Tak hanya beroperasi sebagai gelandang, pemain asal Bandung itu juga beberapa kali dipercaya mengisi posisi di lini pertahanan dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
Keberadaannya di dalam tim pun nyaris tak tergantikan. Berganti pelatih bukan masalah bagi Hanif karena ia selalu berhasil mendapatkan kepercayaan dan menit bermain yang konsisten di berbagai era kepelatihan Persija.
Pada musim debutnya bersama Persija di Liga 1 2022/2023, Hanif tampil dalam 28 pertandingan dengan kontribusi satu gol dan satu assist.
Perannya semakin besar pada musim berikutnya setelah mencatatkan tiga gol dan tiga assist dari 26 pertandingan.
Konsistensi tersebut berlanjut pada musim 2024/2025. Saat itu, Hanif menjadi salah satu pemain penting di lini tengah Persija dengan catatan 33 penampilan dan dua gol.
Namun, situasi berubah pada Super League 2025/2026. Cedera lutut yang dialaminya pada penghujung putaran pertama membuat Hanif harus menepi cukup lama hingga kompetisi berakhir.
Akibatnya, ia hanya mampu mencatatkan 11 penampilan dengan torehan tiga assist sepanjang musim.
Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang membuat Persija dan Hanif akhirnya memilih berpisah lebih cepat meski kontraknya masih menyisakan satu tahun.