-
Christian Pulisic terancam absen membela Amerika Serikat melawan Australia akibat cedera betis kiri.
-
Mauricio Pochettino menyiapkan empat opsi pemain pengganti jika Pulisic tidak lolos tes medis.
-
Cedera sang penyerang sayap kambuh setelah sempat bermain pada laga pembuka kontra Paraguay.
Suara.com - Timnas Amerika Serikat menghadapi ujian berat karena kondisi kebugaran Christian Pulisic masih belum menemui kejelasan. Penyerang andalan tersebut terancam absen dalam laga krusial fase Grup D Piala Dunia 2026 melawan Australia, Sabtu (20/6/2026) besok WIB.
Pelatih Mauricio Pochettino kini harus berpacu dengan waktu untuk menentukan lini serang terbaiknya. Tim medis terus memantau perkembangan otot betis kiri sang pemain sebelum keputusan akhir diambil.
Kehilangan Pulisic tentu menjadi pukulan telak bagi ambisi AS di turnamen sepak bola terakbar ini. Kendati demikian, Pochettino menegaskan bahwa proses pemulihan sang kapten menunjukkan tren positif.

Pochettino mengungkapkan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan bersama tim dokter. Keputusan final mengenai nasib sang pemain baru diumumkan menjelang pertandingan.
"Saya pikir malam ini, atau sehari sebelum pertandingan, kami mengadakan pertemuan dengan area medis kami dan kami akan mengevaluasi seluruh kelompok, para pemain, dan besok kami akan berkomunikasi dan melihat semua hal yang bisa kami sepakati malam ini," ujar Pochettino dikutip dari ESPN, Jumat (19/6/2026).
"Dia berkembang. Dia jauh lebih baik sejak Jumat. Kita lihat saja nanti. Saya pikir saat ini, jika kita melihat dia tidak tersedia untuk besok, dia akan tersedia untuk pertandingan berikutnya."

Sinyal absennya Pulisic menguat setelah sang pemain tidak ikut serta dalam sesi latihan taktis bersama rekan-rekannya. Ia terpantau datang dengan perban di betis kirinya sebelum akhirnya berbelok menuju area gym.
Pochettino sendiri tidak mau ambil pusing dan telah menyiapkan skenario alternatif jika sang bintang harus diparkir. Empat nama potensial kini masuk dalam radar pemikiran sang arsitek strategi.
Brenden Aaronson, Giovanni Reyna, Timothy Weah, dan Alejandro Zendejas siap menjadi tumpuan baru di lini depan. Mereka diharapkan mampu menutup lubang kreativitas yang ditinggalkan Pulisic.
"Kami sedang mengevaluasi semua kemungkinan, untuk berjaga-jaga, dan kemudian kami akan memutuskan ketika kami mendapatkan konfirmasi ke satu atau lain arah malam ini," tutur Pochettino.
Mantan pelatih Chelsea itu memuji mentalitas baja Pulisic yang terus berupaya keras agar bisa merumput. Tekad kuat sang pemain untuk membela negaranya mendapat apresiasi tinggi dari staf kepelatihan.
"Saya pikir dia melakukan upaya besar untuk mencoba siap. Saya pikir bagi setiap pemain yang mencintai negaranya, ini adalah kesempatan luar biasa untuk mengetahui, menikmati, dan membantu tim tampil serta memenangkan pertandingan. Ketika hal seperti ini terjadi, selalu menyakitkan, tetapi saya pikir Christian kuat dan dengan mentalitas hebat serta melakukan upaya fantastis untuk mencoba siap secepat mungkin," tambah Pochettino.
Gelombang optimisme juga datang dari ruang ganti melalui pernyataan gelandang Weston McKennie. Ia terus berupaya menjaga atmosfer positif di dalam skuad terlepas dari ketidakpastian yang ada.
"Saya lebih seperti pria pemberi energi, Anda tahu, bagaimanapun juga, hanya mencoba membangun semangat yang baik dan mudah-hoping [Pulisic] bisa berada di sana besok," kata McKennie kepada wartawan. "Saya tahu dia sangat ingin berada di sana dan dia melakukan semua yang dia bisa dan staf juga melakukan semua yang mereka bisa."
Masalah otot ini bermula saat Pulisic melakoni sesi latihan tim pada pekan lalu. Cedera tersebut kemudian memburuk saat ia tampil pada laga pembuka Piala Dunia melawan Paraguay.
Akibat rasa sakit yang tidak tertahankan, Pulisic terpaksa ditarik keluar lapangan saat turun minum. Padahal, kontribusinya sangat kruisial dalam membawa Amerika Serikat mengamankan kemenangan perdana di turnamen ini.
