-
Johan Manzambi mencetak dua gol spektakuler saat Swiss menumbangkan Bosnia di Piala Dunia 2026.
-
Penyerang berusia 20 tahun ini memecahkan rekor gol pemain termuda Swiss sejak 1950.
-
Performa gemilang tersebut memperbesar peluang Manzambi menjadi starter saat Swiss menghadapi Kanada nanti.
Suara.com - Johan Manzambi mendadak menjadi buah bibir global setelah menghancurkan pertahanan Timnas Bosnia dan Herzegovina dalam waktu singkat. Pemain termuda di skuad Timnas Swiss ini membuktikan bahwa usia bukan halangan untuk mendominasi panggung Piala Dunia 2026.
Kehadirannya di lapangan langsung mengubah peta permainan tim berjuluk Nati yang sebelumnya buntu. Manuver dinamis sang pemain memberikan dimensi baru yang sangat dibutuhkan oleh lini serang Timnas Swiss.
Dikutip dari laman FIFA, Jumat (19/6/2026), 2 gol kilatnya di Los Angeles Stadium tidak sekadar mengamankan 3 poin penting bagi negaranya. Torehan tersebut sekaligus meruntuhkan keraguan publik atas keputusan pelatih yang mengandalkannya sebagai senjata rahasia.

"Sejujurnya, ini luar biasa – ini adalah dwigol pertama dalam karier saya, dan terlebih lagi di Piala Dunia," ujar Manzambi dengan penuh emosi pascapertandingan.
"Mencetak 2 gol di depan para penggemar dan keluarga saya, itu sangat, sangat menyenangkan. Saya rasa saya tidak akan bisa tidur malam ini."
Pelatih Swiss, Murat Yakin, secara jeli memanfaatkan kelelahan barisan pertahanan lawan pada paruh kedua. Masuk sejak menit ke-72, penyerang serbabisa berusia 20 tahun ini langsung melepaskan tendangan voli tinggi yang spektakuler.
![Ekspresi bek Timnas Swiss, Manuel Akanji pada pertandingan Euro 2024 kontra Inggris di Dusseldorf Arena, Jerman, 6 Juli 2024. [Adrian DENNIS / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/07/07/64324-manuel-akanji-timnas-swiss.jpg)
Aksi memukau itu berlanjut pada menit ke-90 saat ia menyempurnakan kemenangan Swiss menjadi 3-0. Efektivitas luar biasa ini langsung menempatkannya sebagai Pemain Terbaik dalam laga tersebut.
"Johan adalah pria yang ceria dengan keterampilan sepak bola yang luar biasa. Kami dapat memanfaatkannya secara fleksibel, lebih defensif, di lini tengah, tetapi juga di sayap sebagai penyerang," tutur Murat Yakin memuji anak asuhnya.
"Dia adalah pesepak bola jalanan, tipe pemain yang perlu diberi kebebasan. Secara ofensif, dia memiliki kebebasan penuh. Anda melihatnya hari ini – dia bisa memberikan tekanan, dia memiliki kemampuan menggiring bola yang baik dan dia bisa melakukan penyelesaian."
Manzambi sendiri mengaku instruksi dari sang arsitek taktik sangat membantu ketenangannya di atas lapangan hijau. Pendekatan personal yang suportif membuatnya tampil lepas tanpa beban berat di pundak.
"[Yakin] memberi saya beberapa tips taktis dan teknis dan kemudian dia menyuruh saya untuk memainkan permainan saya saja," ungkap Manzambi kepada FIFA.
Dua gol tersebut langsung membawa nama Manzambi masuk ke dalam buku sejarah emas sepak bola negaranya. Ia resmi menjadi pemain Swiss termuda yang mencetak gol di Piala Dunia sejak tahun 1950.
Tidak hanya itu, ia juga menjadi pemain pengganti pertama dalam sejarah Swiss yang mampu melesakkan dwigol. Senyum lebar terus terpancar dari wajahnya bahkan hingga 2 jam setelah peluit panjang berbunyi.
"Bagi saya ini luar biasa," katanya yang terus mengulang kalimat tersebut secara berulang-ulang. "Ini adalah impian masa kecil!"
Sebelum turnamen dimulai, ia sempat merendah dengan hanya menargetkan kontribusi minimal bagi tim nasional. Namun, ambisi besar di dalam dirinya ternyata jauh melampaui ucapan yang pernah ia lontarkan.
Pada bulan Mei lalu, Manzambi sempat menyatakan bahwa dirinya hanya berharap bisa menyumbang "setidaknya satu assist".
Kini setelah mencetak brace, kenyataan indah justru melampaui ekspektasi awalnya.
"Target saya adalah mencetak 2 gol di Piala Dunia – dan sekarang saya sudah mencetak 2 gol! Namun saya berharap akan ada lebih banyak lagi," jelasnya optimis.
Kini peluang Manzambi untuk masuk ke dalam daftar sebelas pemain utama Swiss terbuka sangat lebar. Pertandingan penentu grup B melawan Kanada pada hari Rabu mendatang akan menjadi pembuktian selanjutnya.
Saat ditanya apakah momen di Los Angeles ini menjadi hari terbaik sepanjang hidupnya, ia langsung membenarkan.
"Ya, saya rasa begitu," ucapnya sambil menutup wawancara dengan senyuman yang sangat lebar.
Konteks performa impresif ini sebenarnya bukan kejutan instan bagi mereka yang mengikuti kompetisi Jerman. Manzambi telah tampil memukau sepanjang musim bersama SC Freiburg di kancah Bundesliga.
Bakat besarnya diakui secara luas hingga ia dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Swiss tahun 2025. Fleksibilitas posisinya menjadi keunggulan utama yang membuat taktik tim selalu hidup dan sulit terbaca.
Meski memiliki insting menyerang alami, ia sering diplot menjaga kedalaman lini tengah pertahanan Freiburg. Peran krusial tersebut sukses membawa klubnya melangkah ke final kompetisi Eropa untuk pertama kalinya.
Ia mencetak gol penting di semifinal leg kedua guna meloloskan Freiburg ke partai puncak UEFA Europa League. Berkat kontribusi besar itu, ia dianugerahi gelar sebagai Pemain Muda Pendatang Baru Terbaik turnamen.
