- Ketua Umum PSSI Erick Thohir akan memberikan insentif pendanaan tambahan bagi klub Super League mulai musim 2026/2027.
- Kebijakan tersebut ditujukan bagi klub yang lebih banyak memainkan pemain lokal untuk menjaga pengembangan talenta sepak bola Indonesia.
- Regulasi pemain asing tetap berlaku, sementara kompetisi Championship tetap mewajibkan penggunaan pelatih lokal dan satu pemain muda.
Suara.com - Klub-klub Super League yang lebih banyak menurunkan pemain lokal bakal mendapatkan insentif tambahan mulai musim 2026/2027.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara peningkatan kualitas kompetisi dan pembinaan talenta sepak bola Indonesia di tengah meningkatnya jumlah pemain asing di liga domestik.
Kabar tersebut disampaikan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, saat rapat kerja bersama Komisi X DPR RI beberapa waktu lalu.
Sejak musim lalu, Super League mengizinkan setiap klub mengontrak hingga 11 pemain asing dalam satu musim. Dari jumlah tersebut, sembilan pemain dapat didaftarkan dalam satu pertandingan, sementara maksimal tujuh pemain asing bisa dimainkan secara bersamaan di lapangan.
Regulasi tersebut dipastikan tetap berlaku pada musim mendatang. Namun, PSSI bersama I League telah menyiapkan langkah khusus agar klub tetap memberi ruang bagi pengembangan pemain Indonesia.
"Aturannya itu didaftarkan sebelas (pemain asing) selama satu musim, ketika partai itu sembilan pemain (bisa didaftarkan) karena bisa saja cedera, yang dari sebelas pemain itu yang bermain tujuh pemain," kata Erick Thohir kepada awak media.
Insentif untuk Klub yang Prioritaskan Pemain Indonesia

Sebagai bentuk apresiasi kepada klub yang memberikan kesempatan lebih besar kepada pemain lokal, PSSI dan I League akan menyalurkan tambahan pendanaan. Besaran insentif tersebut akan disesuaikan dengan tingkat penggunaan pemain Indonesia dalam kompetisi.
"Tahun ini, I League juga memberikan insentif tambahan kepada klub-klub yang memainkan pemain Indonesia lebih banyak, mereka akan ditambahkan pendanaan uang tambahan. Jadi aturannya seperti itu," jelas Erick.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong klub untuk tetap memberikan menit bermain yang cukup bagi pemain lokal, terutama pemain muda, agar dapat berkembang di level kompetisi tertinggi.
Aturan Championship Tetap Berlaku
Sementara itu, untuk kompetisi Championship atau kasta kedua, regulasi pemain tidak mengalami perubahan. Setiap klub tetap diperbolehkan mendaftarkan maksimal tiga pemain asing dan wajib memainkan minimal satu pemain berusia di bawah 21 tahun dalam setiap pertandingan.
Selain itu, PSSI juga mempertahankan aturan yang mewajibkan seluruh klub Championship menggunakan pelatih asal Indonesia.
"Dan pelatihnya harus orang Indonesia," pungkas Erick.
