- Pelatih timnas Jepang, Hajime Moriyasu, berfoto selfie bersama striker Inggris, Harry Kane, sebelum turnamen Piala Dunia 2026 dimulai.
- Aksi tersebut tertangkap kamera televisi NHK dan menjadi viral setelah disiarkan saat pertemuan antar tim berlangsung di lokasi.
- Peristiwa ini memicu perdebatan publik terkait etika profesionalisme pelatih serta pandangan mengenai sisi humanis dalam sepak bola internasional.
Suara.com - Momen tak biasa terjadi di balik layar Piala Dunia 2026 ketika pelatih timnas Jepang, Hajime Moriyasu, tertangkap kamera meminta selfie dengan striker Inggris, Harry Kane.
Aksi tersebut langsung viral di media sosial dan memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola.
Dalam rekaman yang dirilis televisi publik Jepang, NHK, Moriyasu terlihat menghampiri Kane dengan ponsel di tangan dan senyum lebar.
Setelah berbincang singkat, keduanya berfoto bersama dalam suasana santai yang jarang terlihat antara pelatih dan pemain dari tim berbeda.
Peristiwa ini disebut terjadi sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, saat perwakilan tim saling bertemu.

Sebagian netizen menilai tindakan Moriyasu sebagai bentuk respek dan sisi humanis dalam sepak bola.
“Ini menunjukkan bahwa sepak bola juga tentang hubungan antar manusia,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Di sisi lain, kritik juga bermunculan.
Beberapa pihak menilai sikap tersebut kurang mencerminkan profesionalisme seorang pelatih tim nasional yang tengah bersaing di turnamen besar.
Perdebatan bahkan meluas ke Korea Selatan, di mana sejumlah pengamat membayangkan reaksi berbeda jika hal serupa dilakukan pelatih mereka, Hong Myung-bo.
Diskusi soal etika dan citra pelatih pun ikut mengemuka.
Di Jepang sendiri, opini publik terbelah.
Ada yang menyebut aksi itu wajar dan simpatik, namun tak sedikit pula yang menganggap seorang pelatih seharusnya menjaga jarak dengan pemain lawan selama kompetisi berlangsung.
