- Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengaku kurang tidur karena rutin menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 di Bogor.
- Erick Thohir menjagokan Argentina, Prancis, dan Inggris sebagai kandidat juara serta berharap Jepang mampu mencetak prestasi membanggakan.
- Pelatih Timnas Indonesia John Herdman fokus mempersiapkan skuad demi target lolos Piala Dunia 2030 tanpa mengikuti turnamen tersebut.
Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengaku banyak menghabiskan waktu untuk mengikuti pertandingan Piala Dunia 2026 hingga membuat waktu tidurnya berkurang.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick saat berada di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).
"Jagoannya semua seru. Jadi, ini nih terus terang kurang tidur karena nonton 70 persen pertandingan," kata Erick.

Menurut Erick, sejumlah negara masih menunjukkan kualitas sebagai kandidat kuat untuk meraih gelar juara dunia. Ia menilai Argentina, Prancis, dan Inggris memiliki peluang besar berdasarkan performa yang ditunjukkan sejauh ini.
"Saya rasa Argentina masih menjadi unggulan. Prancis masih jadi unggulan, Inggris kemarin main bagus," ujarnya.
Selain menjagokan tim-tim tradisional tersebut, Erick berharap ada wakil Asia yang mampu menciptakan kejutan pada turnamen kali ini. Jepang menjadi negara yang dinilainya memiliki potensi untuk melangkah lebih jauh dibandingkan pencapaian sebelumnya.
"Siapa tahu Jepang bisa bikin terobosan masuk delapan besar," ucap Erick.
Dalam kesempatan yang sama, pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengungkapkan dirinya justru belum banyak mengikuti jalannya Piala Dunia 2026. Pelatih asal Kanada tersebut memilih memusatkan perhatian pada persiapan Timnas Indonesia.
Menurut Herdman, target membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia menjadi fokus utama yang menyita seluruh konsentrasinya saat ini.
"Saya belum sempat menonton Piala Dunia, saya fokus bekerja demi memastikan kami melakukan segalanya agar bisa lolos. Cuma itu yang ada di pikiran saya saat ini," kata Herdman.
Perbedaan pandangan itu menunjukkan bagaimana Erick masih menyempatkan diri mengikuti perkembangan turnamen terbesar sepak bola dunia, sementara Herdman memilih mengarahkan seluruh fokusnya untuk membangun kekuatan Timnas Indonesia menuju target besar tampil di Piala Dunia 2030.
(Antara)
