-
Tanjung Verde menahan imbang Uruguay 2-2 setelah sebelumnya sukses mengejutkan Spanyol di laga perdana.
-
Kevin Pina dan Hélio Varela mencetak gol bersejarah yang membuka peluang lolos fase gugur.
-
Marcelo Bielsa mengaku bertanggung jawab penuh atas kesalahan organisasi permainan yang dilakukan tim Uruguay.
Suara.com - Timnas Tanjung Verde kembali mengguncang panggung Piala Dunia 2026 lewat performa luar biasa mereka.
Negara kepulauan kecil ini sukses menahan imbang raksasa sepak bola Uruguay dengan skor akhir 2-2.
Hasil mengejutkan di Miami Stadium tersebut membuktikan bahwa keajaiban mereka di turnamen ini bukanlah kebetulan semata.

Kini, tim yang tidak diunggulkan itu memiliki kesempatan yang sangat terbuka untuk melaju ke babak gugur.
Melalui perjuangan keras, mereka berhasil membuktikan diri di hadapan ribuan pendukung lawan yang memadati stadion.
Pelatih Tanjung Verde menegaskan bahwa pencapaian historis ini didedikasikan untuk negara-negara kecil lainnya yang kesulitan bersaing.

"Ini adalah sesuatu yang kami utang kepada tim nasional kecil lainnya," kata pelatih Tanjung Verde, Pedro Leitão Brito melalui seorang penerjemah, dikutip dari ESPN, Senin (22/6/2026).
"Tim-tim yang berjuang keras untuk lolos ke turnamen dunia. Kami juga di sini untuk menunjukkan bahwa sebuah negara mungkin kecil, mungkin kesulitan secara finansial, tetapi jika mereka tangguh, jika mereka bisa bertahan dalam perjuangan, mereka juga bisa berdiri sejajar dengan tim-tim besar lainnya dan dengan pemain-pemain yang berada di level lain."
Suntikan motivasi dari sang pelatih terbukti ampuh membakar semangat juang para pemain di atas lapangan hijau.
Mereka tampil penuh percaya diri dan sama sekali tidak merasa gentar dengan nama besar skuat lawan.
"Begitu Anda berada di atas lapangan, banyak hal menjadi setara," ujar Leitão Brito menambahkan.
Kevin Pina membuka keunggulan Tanjung Verde lewat eksekusi tendangan bebas yang bersarang mulus di gawang lawan.
Gol pada menit ke-21 tersebut menjadi torehan gol pertama sepanjang sejarah keikutsertaan Tanjung Verde di Piala Dunia.
Uruguay sempat membalikkan kedudukan menjadi 2-1 melalui gol cepat Maxi Araújo dan Agustín Canobbio sebelum turun minum.
Namun, Hélio Varela tampil sebagai pahlawan setelah memanfaatkan kesalahan kiper Fernando Muslera untuk menyamakan kedudukan.
Skor imbang 2-2 bertahan hingga peluit panjang berbunyi dan membuat para pemain Uruguay tertunduk lesu.
Pelatih Uruguay secara jantan mengakui bahwa hasil imbang ini merupakan konsekuensi yang adil bagi kedua tim.
"Hasilnya, saya pikir, cukup adil," kata pelatih Uruguay, Marcelo Bielsa seusai pertandingan melalui seorang penerjemah.
Bielsa juga tidak ragu untuk pasang badan atas kesalahan strategi yang dilakukan oleh anak asuhnya.
"Kesalahan organisasi yang dibuat - yang dilakukan oleh sebuah skuad - selalu jatuh kepada pengemudinya," tambah Bielsa.
"Yang saya maksud dengan itu adalah kepala pelatih. ... Tidak ada resep ajaib sama sekali untuk memperbaikinya. Sudah semestinya kami membayar harga yang sangat mahal untuk kesalahan-kesalahan tersebut."
Laga ini juga mencatatkan sejarah baru sebagai duel pertama Piala Dunia yang menampilkan 2 kiper utama berusia di atas 40 tahun.
Kiper Tanjung Verde, Vozinha, tampil gemilang dengan disaksikan langsung oleh sang ibu yang baru mendapatkan visa.
Sementara itu, penjaga gawang andalan Uruguay, Fernando Muslera, baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-40 pada pertengahan Juni.
Tanjung Verde sendiri merupakan negara kepulauan di pesisir barat Afrika dengan populasi sekitar setengah juta jiwa.
Dengan luas wilayah yang terbatas, mereka menjadi negara terkecil ketiga berdasarkan jumlah penduduk yang lolos ke putaran final.
Sebelum menahan imbang Uruguay, Tanjung Verde sudah lebih dulu mengejutkan dunia dengan menahan imbang Spanyol tanpa gol.
Sebaliknya, Uruguay kini menghadapi jalan terjal karena baru mengoleksi 2 poin dari 2 laga yang telah dimainkan.
